
Adrian datang berserta karyawan membawa pesanan Nathan dan Niko . Setelah mendapatkan pesanannya Niko langsu g menyantap makanannya sedangkan Nathan hanya menyuruh Ara untuk segera makan
"Buruan dimakan sebelum dingin"Nathan memberikan sepiring nasi goreng seafood pada Ara
"Untuk Ara aja ? Nathan nggak makan juga ?"tanya Ara
"Gue udah makan"jawab Nathan
"Makan aja Ra , kalau Lo nggak mau kasih ke gue"ucap Niko namun mendapatkan tatapan tajam dari Nathan
"Eh , nggak jadi Lo makan aja sendiri Ra . Pawang Lo nyeremin"jelas Niko kembali fokus dengan makanannya
"Mau makan sendiri apa gue yang suapin ?"tanya Nathan mendekatkan diri kepada Ara
"Ara bisa makan sendiri kok"Ara langsung bergegas mengambil nasi gorengnya dan langsung memasukkan satu suapan kedalam mulutnya
"Good girl"ucap Nathan
"Tadi aku kamu sekarang Lo gue"ucap Adrian
"Biasalah Yan masih labil"balas Niko
"Bacot Lo pada"ucap Nathan
"O iya gimana perkembangan cafe Lo ?"tanya Nathan
"Alhamdulillah meningkat , ini semua berkat saran Lo"jawab Adrian
"Oh iya dong , Nathan nggak pernah salah memberi saran . Seharusnya Lo panggil Abang ke gue"ucap Nathan
"Alah beda setahun doang"jawab Adrian
__ADS_1
"Kampret Lo emang"balas Nathan
"Yan nasi Lo dikit amat , baru juga beberapa suap udah habis"ucap Niko menyodorkan piring kosongnya pada Adrian
"Udah habis ? Wah rakus apa lapar Lo Ko ?"tanya Nathan heran melihat Niko yang begitu cepat menghabiskan makanannya
"Iya ni abis dikit banget"jawab Niko
"Itu udah porsi Doble gue kasih buat Lo"jawab Adrian
"Masa iya ? Kok nggak kerasa"jelas Niko
"Mungkin Niko nggak baca doa dulu sebelum makan"ucap Ara
"Nah bener kata Ara , Lo nggak baca doa sebelum makan maka nya makanan yang Lo makan nggak kerasa kenyang diperut Lo karena Lo makannya berdua sama setan"jelas Nathan
"Masa iya ?"tanya Niko penasaran
"Jangan aneh-aneh Lo"ucap Niko
"Siapapun jangan gangguin Niko ya , Niko anak baik kok , Niko nggak suka ngeganggu jadi jangan ganggu Niko ya"ucap Niko seraya melihat kesekeliling nya
"Haha , Niko lucu ya"ucap Ara seraya tersenyum ramah melihat tingkah Niko
"Nggak ada lucu-lucu nya"jawab Nathan tak suka mendengar kekasihnya memuji laki-laki lain
"Udah selesai makan nya ?"Nathan yang melihat Ara tak lagi menyentuh makanannya pun bertanya seraya mengelus puncak kepala Ara
"Udah , Ara kedepan sebentar ya"Ara pergi meninggalkan ruangan membawa serta sisa makanan yang masih ada di atas piringnya
Nathan , Niko dan Adrian melihat pergerakan Ara dari dalam ruangan melalui dinding ruangan bagian depan yang dominan kaca
__ADS_1
"Pacar Lo ngapain Nat ?"tanya Niko bingung
"Nggak tau"jawab Nathan
Setelah puas berada diluar ruangan bahkan di daerah parkiran , Ara masuk dengan wajah yang sudah di tekuk
"Kenapa Ra ?"tanya Nathan menarik Ara agar segera duduk disampingnya
"Ara tadi mau ngasih makan kucing jalanan tapi waktu Ara mendekat dia lari"jawab Ara
"Hm , mungkin dia lagi dapet Ra makanya sensitif"jawab Niko
"Dapet apa ?"tanya Ara dengan polosnya
"Menstruasi"jawab Niko
"Emangnya kucing bisa menstruasi ya ?"tanya Ara kembali
"Bisa dong Ra , tapi kucing betina . Kalau nggak menstruasi mana bisa punya anak"Niko semakin antusias bercerita dengan Ara begitupun Adrian yang mendengarkan penjelasan Niko hanya bisa tertawa melihat ekspresi Ara yang mempercayai bualan Niko
"Tapi Ara nggak pernah liat kucing pakai pembalut"ucap Ara seraya berfikir siapa tau dia pernah melihat kucing memakai pembalut
"Yaah , masa Lo nggak pernah liat sih Ra . Kucing kalau sudah pakai pembalut beeeh , pesonanya naik 2 kali lipat"jelas Niko kembali . Nathan yang mendengar penjelasan Niko semakin lama semakin kesal akhirnya memutuskan untuk menjitak kepala Niko membuat sang pemilik kepala meringis kesakitan
"Jangan kotori fikiran pacar gue ! Jangan dengarkan kata Niko , apa yang dia bilang semua nggak benar"jelas Nathan sedangkan Ara hanya mengangguk pasrah
"Ingat , kamu nggak boleh percaya sama kata-kata orang diluarsana . Apapun yang mereka bilang jangan dipercaya sebelum kamu melihat atau menemukan kebenarannya paham ?"tambah Nathan kembali
"Paham"jawab Ara
"Anak pintar"Nathan mengusap puncak kepala Ara kembali . Seperti sudah menjadi kebiasaan baru baginya
__ADS_1
Sore pun mereka isi dengan canda tawa diruangan Adrian yang awalnya sepi kini terdengar begitu ramai semenjak kedatangan Niko , Nathan beserta Ara . Suara tawa mereka tak akan mengganggu pelanggan diluar ruangan karena ruangan Adrian kedap suara