
Reyhan dan Vito sudah berada di bengkel yang dituju dan sekarang sudah duduk di kantin bengkel seraya memperhatikan montir yang sedang bekerja, Vito memperhatikan Reyhan sesekali secara diam-diam
"Kalau mau ngomong, ngomong aja jangan liatin gue kayak gitu"ucap Reyhan tanpa melihat Vito
"Itu tadi gue liat cewek yang sering Lo bawa keruangan Lo"jelas Vito
"Siapa ?"tanya Reyhan bingung
"Gue nggak tau siapa ? Yang jelas gue sering liat dia bareng sama Lo"jelas Vito
"Diva ?"tanya Reyhan
"Udah dibilang gue nggak tau"jawab Vito
"Liat dimana ?"tanya Reyhan penasaran
"Dilampu merah, tadi gue mau bangunin Lo tapi nggak jadi"jelas Vito
"Kenapa nggak jadi ?"tanya Reyhan
"Nggak tega gue, tidur Lo pules banget. Tapi gue liat dia nggak sendiri"jelas Vito
"Maksud Lo sama temennya ?"tanya Reyhan
"Nggak tau, tapi yang jelas cowok Bray mana mesra banget lagi"ucap Vito berlebihan
__ADS_1
"Mesra gimana ?"Reyhan mulai terpancing dengan ucapan Vito
"Mereka naik motor Vespa, Lo tau kan kata anak-anak muda sekarang kalau boncengan sama motor Vespa itu romantis. Tempat duduknya kan kecil jadi bisa pelukan"jelas Vito seraya menahan tawa
"Jangan ngarang cerita Lo"balas Reyhan
"Kalau Lo nggak percaya gue ada buktinya"Vito berniat ingin menunjukkan foto Diva yang dia ambil sewaktu dilampu merah. Namun sebelum Reyhan foto tersebut, sorot mata mereka malah tertuju pada motor Vespa yang baru saja di ucapkan oleh Vito
Benar saja itu motor yang dinaiki Diva bersama laki-laki yang dilihat oleh Vito ketika di lampu merah
"Nah kan gue bilang juga apa, itu mereka datang sendiri"Vito kembali memanas-manasi Reyhan namun Reyhan hanya diam melihat interaksi Diva dan lelaki tersebut dari kejauhan
"Wah thanks banget ya Roy Lo udah ngajak gue jalan-jalan kalau nggak gue pasti bosan nungguin lama disini"ucap Diva seraya membuka helm yang dia kenakan
"Santai aja kali, lagiankan kita sekalian beli cat buat coret-coretan besok"Roy menaikkan kedua alis matanya seraya tersenyum menunjukkan gigi gingsulnya
"Sini gue bukain"Roy turun dari motornya dan mendekati Diva dengan maksud akan membukakan helm Diva namun siapa sangka seseorang menarik Diva dari belakang membuat Roy dan Diva terkejut
Saat Diva ingin melontarkan kata-kata kasarnya pada orang yang sudah berani menariknya seketika terhenti saat melihat siapa yang sudah mendekap nya dalam pelukkan
Reyhan mendekatkan wajahnya pada wajah Diva
"Gadis nakal"Reyhan langsung menutup kaca helm yang dikenakan oleh Diva
Vito yang berdiri disamping Reyhan hanya diam melihat interaksi Reyhan dengan gadis remaja yang saat ini berada dalam pelukkan Reyhan
__ADS_1
"Anjir, baru kali ini gue liat Reyhan meluk cewek selain keluarganya"batin Vito seraya menelan ludahnya
"Kamu, nunggu apalagi sana pulang"usir Reyhan pada Roy
"Maaf om, tapi helm saya"Roy menunjuk helm yang masih dikenakan oleh Diva
"Eh, iya ini Roy buka dulu helm nya"Diva yang ingin membalikkan badannya menghadap pada Roy kembali ditahan oleh Reyhan
"Berapa harga helm kamu saya bayarin"ucap Reyhan sementara Roy hanya terdiam dengan seribu kebingungan
"Vito bayar helm dia"setelah meninggalkan kata-kata untuk Vito, Reyhan langsung membelakangin Roy dan berjalan dibelakang Diva masuk kedalam bengkel. Sementara sorot mata Vito masih terfokus menatap kepergian Reyhan
"Berapa harga helm kamu ?"tanya Vito
"Nggak usah om, biar besok saya jemput kerumah Diva aja helmnya "jawaban Roy membuat Vito sedikit terkejut
"Anjir saingan Reyhan terong muda Bray"Vito tak percaya dengan apa yang dia lihat dan dengar hari ini
"Saya kasih tau sama kamu ya, mendingan kamu jauhin cewek itu kalau nggak kamu dalam bahaya"ucap Vito menakut-nakuti
"Kenapa emangnya ?"tanya Roy
"Kamu nggak liat om nya galak"jawab Vito
"Belum segalak mama saya om, ya udah kalau gitu saya permisi dulu"Roy kembali menaiki motor Vespanya dan pergi meninggalkan bengkel
__ADS_1
"Berasa nonton bioskop gue, seru tapi menegangkan. Iiih takut"gumam Vito seraya tersenyum geli