
Diva membawa motor kesayangannya ke sebuah bengkel ternama ibu kota, tak hanya sekali ini saja Diva ke sana melainkan sudah menjadi pelanggan bengkel sejak pertama kali Diva menjadi pembalap bahkan pemilik bengkel sudah menganggap Diva seperti anaknya sendiri
"Selamat datang tuan putri"sapa Dion salah satu montir yang biasa merawat motor Diva
"Terimakasih"Diva pun menunduk kan dan mengangkat kedua tangannya seolah-olah seperti seorang tuan putri saat bertemu dengan pangeran membuat semua orang yang memperhatikan tertawa karena ulah Diva
"Kenapa lagi dengan motor Lo ?"tanya Dion
"Gue nggak nyaman sama bunyinya"ucap Diva
"Oke, Lo santai aja disana nanti gue yang benerin"ucap Dion
"Thanks you bro"Diva berjalan seraya menaikan kedua alis matanya, berjalan ke kantin bengkel seraya memainkan ponsel genggamnya
*
Reyhan berjalan menuju lobi rumah sakit untuk segera pulang namun belum sampai lobi Reyhan sudah dipanggil oleh Vito
"Rey, Reyhan"mendengar namanya dipanggil Reyhan langsung menghentikan langkah kakinya dan melihat siapa yang memanggilnya
"Cepat banget jalan Lo"ucap Vito seraya ngos-ngosan mengejar Reyhan
"Kenapa ?"tanya Reyhan
__ADS_1
"Lo mau pulang ?"tanya Vito kembali
"Hm"Reyhan menundukkan kepala
"Temenin gue servis mobil dong"pinta Vito
"Pergi sendiri aja, udah gede kan ? Udah mau nikah juga"jawab Reyhan
"Ya elah Rey, entar kalau disana gue di ganggu tante-tante gimana ?"tanya Vito
"Sikat aja kalau Lo mau"ucap Reyhan tanpa ekspresi
"Rey ayolah, Lo sahabat gue dan sebentar lagi Lo bakal jadi Abang ipar gue masa Lo nggak mau nemenin calon adik ipar Lo yang ganteng ini"rengek Vito seraya bergelayut ditangan Reyhan
"Udah-udah Lo bikin malu aja"mendengar ucapan Reyhan barulah Vito melihat sekitarnya dan benar saja saat ini mereka menjadi pusat perhatian bahkan tak sedikit orang yang menyembunyikan ketawanya melihat kelakuan manja Vito pada Reyhan
Vito langsung memperbaiki posisinya, berlagak cool dan berjalan meninggalkan Reyhan
"Ayo kita berangkat sekarang"ucap Vito sekilas sedangkan Reyhan hanya bisa terdiam
Kepergian Reyhan dan Vito memancing gelak tawa pengunjung rumah sakit bahkan yang sedang sakit pun ikut terhibur
"Lo mau servis dimana ?"tanya Reyhan seraya memainkan ponsel genggamnya
__ADS_1
"Ditempat biasa, jadi nanti selagi mobil di servis kita bisa makan"jawab Vito
"Oke, gue tidur sebentar ya nanti kalau udah sampai Lo bangunin gue"ucap Reyhan
"Siap Abang ipar"jawab Vito
"Jangan panggil gue Abang ipar"ucap Reyhan
"Lha kenapa ? Kan Lo emang calon Abang ipar gue"balas Vito
"Geli gue di panggil Abang ipar sama Lo, udah ah berisik Lo, gue mau tidur"ucap Reyhan
"Iya iya Silahkan tidur dokter Reyhan"balas Vito
Baru saja berhenti bicara Reyhan sudah tertidur pulas sedangkan Vito hanya diam fokus menatap jalanan. Namun saat berhenti dilampu merah Vito melihat perempuan yang sering ditemui Reyhan dirumah sakit
"Bukannya dia cewek yang sering di temui Reyhan ya, tapi dia sama siapa ? Apa itu pacarnya ?"gumam Vito saat melihat Diva di lampu merah mengendarai motor Vespa
"Rey bangun Rey ada cewek yang sering Lo bawa ke apartemen tapi dia sama cowok"ucap Vito seraya menggoyangkan badan Reyhan
"Hm"Reyhan hanya bergerak sedikit dan kembali tidur
"Haisss"Vito kesal melihat sahabatnya yang tak ingin bangun, dengan cepat Vito mengambil ponsel genggamnya dan memfoto Diva dan segera melanjutkan perjalanan menuju bengkel
__ADS_1