
Saat mobil Reyhan memasuki pekarangan rumah Diva yang cukup megah namun terlihat sepi . Setelah memastikan Diva masuk kedalam rumah barulah Reyhan pergi pulang , Reyhan sengaja tidak mampir terlebih dahulu karena tak ingin menganggu waktu istirahat Diva . Namun karena rasa penasaran nya yang besar Reyhan sedikit bertanya pada satpam rumah untuk melepaskan rasa penasarannya
"Pak , dirumah memang sepi ya ?"tanya Reyhan pada pak Toto satpam rumah Diva
"Dirumah memang sepi mas , karena cuma ada non Diva , saya dan bik Minah pembantu rumah ini mas"jelas pak Toto dengan senyuman ramah
"Memangnya kedua orangtua Diva kemana pak ?"tanya Reyhan kembali
"Maaf ya pak saya banyak tanya . Oiya pak perkenalkan saya dokter Reyhan"ucap Reyhan memperkenalkan diri karena melihat raut wajah pak Toto yang sudah mulai curiga akan orang asing
"Saya Toto mas satpam rumah ini . Kedua orangtuanya non Diva sudah bercerai dan memulai hidup mereka masing-masing , jarang sekali mereka melihat non Diva kesini . Bahkan sekalinya kesini sering ribut sama non Diva"jelas pak Toto
"Oiya , mas sendiri kenal sama Diva pasti karena dia sering masuk rumah sakit ya ?"tebak pak Toto
"Oh nggak kok pak , Diva nggak pernah masuk rumah sakit . Eh pernah sekali itu karena kakinya terkilir kalau nggak salah"jelas Reyhan
"Masa iya mas ?"tanya pak Toto penasaran
__ADS_1
"Iya pak , memangnya kenapa pak ?"tanya Reyhan kembali
"Soalnya nggak jarang bahkan terbilang sering non Diva pulang ke rumah dengan keadaan yang sudah tidak baik-baik saja . Walaupun saya cuma satpam disini tapi saya sudah menganggap non Diva sebagai anak sendiri mas , saya suka khawatir dengan non Diva"jelas pak Toto
"Mas , kalau mas dekat sama non Diva saya minta tolong jagain dia ya mas . Karena saya sama bik Minah hanya bisa merawat non Diva di rumah saja"pesan pak Toto . Reyhan tersenyum mendengarkan penuturan pak Toto
"Insya Allah pak"jawab Reyhan
"Terimakasih ya pak atas penjelasannya , kalau gitu Reyhan pulang dulu . Insya Allah besok-besok lebih sering lagi kesini"Reyhan berpamitan dengan pak Toto . Setelah berpamitan dengan pak Toto, Reyhan langsung kembali masuk kedalam mobilnya
"Mungkin saja Allah kasih jalan aku untuk menuntun Diva kejalan yang lebih baik lagi"ucap Reyhan . Saat Reyhan sedang berada dalam lamunannya Suara dering ponsel berbunyi bertuliskan nama sang ibunda yang menelfon
"Halo assalamualaikum bunda"jawab Reyhan
"Wa'alaikumusalam , Abang udah pulang nak ?"tanya Amanda
"Alhamdulillah udah Bun , Reyhan lagi dijalan . Ada apa Bun ?"tanya Reyhan kembali
__ADS_1
"Bunda mau minta tolong sama Abang . Nanti kalau lewat di toko roti depan komplek tolong ambilin pesanan bunda ya nak , sekalian tolong dibayarin"jelas Amanda
"Iya bunda , itu aja ?"tanya Reyhan
"Iya itu aja sayang"jawab Amanda
"Bun itu Nala kenapa teriak-teriak ?"tanya Reyhan yang mendengar suara Nala teriak-teriak memanggil sang bunda
"Biasa bang lagi ribut sama Nathan palingan"jawab Amanda
"Ya udah ya bang , bunda mau liat adik-adik kamu dulu . Makasih ya nak , assalamu'alaikum"ucap Amanda
"Wa'alaikumusalam"jawab Reyhan dan sambungan telfon pun langsung terputus
Reyhan masih menatap layar ponselnya seraya geleng-geleng kepala mengingat keributan yang sedang terjadi dirumah saat ini
"Kapan mereka akan dewasa"gumam Reyhan mengingat Nala dan Nathan yang terus ribut hanya karena hal sempele
__ADS_1