
Adimas mendudukkan sang anak disampingnya dengan tangan yang terus memegang tangan sang anak agar tak melarikan diri . Tak lama Amanda beserta anak-anaknya pun ikut serta duduk diruang tamu dengan Nathan yang duduk berhadapan dengan sang adik . Nala terus menatap Nathan dengan tatapan tajam
"Nala dengerin papa . Kenapa Nala marah-marah sama Abang Nathan ?"tanya Adimas
"Papa tanya aja sama dia"jawab Nala
"Nathan"Adimas melihat pada sang anak berharap mendapat jawaban
"Nathan nggak tau apa salah Nathan pa"jawab Nathan
"Jangan kura-kura dalam perahu Lo"ucap Nala
Mendengar ucapan Nala barusan semua keluarga menahan tawa
"Gue emang nggak tau apa salah gue"jawab Nathan
"Lo itu udah berani pacaran sama sahabat gue"teriak Nala
"Memang salah ya Abang Nathan pacaran sama sahabat adik ?"tanya Reyhan
"Nggak , tapi yang salah itu perlakuan dia yang jahat sama sahabat Nala"ucap Nala
"Perlakuan jahat ?"ucap Amanda dengan penuh tanda tanya
"Dia suka marah-marahin sahabat Nala bunda"jawab Nala
"Benar Nathan ?"tanya sang papa namun Nathan hanya terdiam
"Kenapa diam aja ? Nggak bisa jawab kan Lo , kalau Lo pacaran sama Ara cuma buat Lo mainin aja mending nggak usah . Dia memang bisa tersenyum saat Lo marahin tapi Lo nggak tau sisi lainnya seperti apa . Sekarang Lo telfon dia terus putusin , biarin dia bahagia sama cowok yang tulus bukan cowok kayak Lo"jelas Nala panjang lebar
"Gue harus jawab apa ? Nggak mungkin dong gue bilang pacaran sama Ara karena taruhan . Sama aja gue cari mati , bisa dihajar papa sama Abang Rey gue"batin Nathan
"Nathan apa semua itu benar nak ? Bunda nggak pernah ngajarin Nathan untuk kasar sama perempuan karena bunda , kakak , sama adik Nathan juga perempuan sayang"Amanda mendekati sang anak seraya merangkulnya
"Nathan salah bunda , maafin Nathan"ucap Nathan lirih
"Ngaku salah kan Lo , sekarang telfon Ara putusin dia dari pada Lo semakin buat dia sedih"ucap Nala
"Nathan mengakui kesalahan Nathan bunda tapi Nathan nggak mau mutusin dia . Nathan sayang sama dia bunda Nathan janji nggak akan nyakitin dia ataupun perempuan lain diluar sana"jelas Nathan
"La gue janji nggak akan marah-marah sahabat Lo lagi , gue janji bakal jagain sahabat Lo . Gue sayang sama Ara La"jelas Nathan
"Nggak ada , gue nggak percaya sama omong kosong Lo"ucap Nala
__ADS_1
"Gue janji La , gue akan jagain sahabat Lo gue nggak akan buat senyum diwajahnya menghilang"ucap Nathan dengan tulus
"Kenapa kamu suka memarahi perempuan nak ? Papa tidak pernah mengajarkan itu"ucap Adimas sedikit kecewa
"Nathan ngaku salah pa , Nathan seperti itu karena Nathan tak suka melihat wanita yang Nathan sayangi dekat dengan laki-laki lain"ucap Nathan seraya tertunduk malu
"Ya Allah maafin Nathan ya karena sudah berbohong"batin Nathan
"Bagus , itu baru anak papa"ucap Adimas berbangga hati mendengar ucapan sang anak
"Kok bagus sih mas ?"tanya Amanda
"Iya karena dia sama kayak mas dulu yang nggak akan membiarkan laki-laki lain mendekatimu sayang"ucap adimas
"Dek , maafin abangnya dong Allah kan maha pemaaf . Kasih Abang kesempatan untuk jagain sahabat adek"ucap Adimas
"Tapi kalau dia nyakitin sahabat adik lagi gimana ?"tanya Nala
"Papa yang akan menggantikan adik untuk menghajar Abang"ucap Adimas
"Beneran ? Papa janji ?"Nala menjulurkan jari kelingkingnya didepan sang papa dan disambut dengan jari kelingking juga
"Oke gue kasih Lo kesempatan buat jagain sahabat gue . Sampai gue dengar Lo buat dia sedih awas aja"ucap Nala
"Jangan senyum-senyum Lo , gue masih marah ni"ucap Nala tak suka melihat senyuman Nathan
"Memangnya Nathan pacaran sama sahabat kamu yang mana dek ?"tanya Aisyah
"Itu kak yang dekat sama rumah nenek"jawab Nala
"Yang mana ? Perasaan bunda sama papa kalau ke rumah nenek nggak pernah liat ada anak gadis disana . Apa karena dia jarang dirumah ?"tanya sang bunda
"Dia dirumah terus kok bunda , dia jarang keluar rumah dia harus jaga kesehatan"ucap Nala
"Jaga kesehatan ? Memangnya dia sakit apa dek ?"tanya Reyhan
"Sakit ? Dia nggak sakit kok bang , cuma jaga-jaga supaya nggak terkena penyakit aja"ucap Nala
"Hampir gue keceplosan"batin Nala
"Hm kirain Abang sahabat kamu lagi sakit"ucap Reyhan
"Oke sekarangkan udah selesai semuanya . Papa mau pergi mandi dulu"Adimas pergi kekamar meninggalkan istri dan anak-anaknya
__ADS_1
"Oiya kak , bik Inah lagi izin pulang kampung tadi siang jadi hari ini kakak bantuin bunda masak makan malam ya"ucap Amanda
"Oke bunda"jawab Aisyah yang merangkul sang bunda berjalan menuju dapur
"Nat , kita main game yuk"ajak Reyhan
"Tumben Abang ngajak Reyhan main game ? Biasanya juga Nathan aja Abang nggak pernah mau"ucap Nathan
"Pengen aja . Ayolah mumpung mood Abang baik ni"ucap Reyhan
Reyhan dan Nathan pun bergegas menghidupkan PlayStation dan memulai permainannya sedangkan Nala hanya duduk memperhatikan kedua abangnya yang sedang asyik bermain game
"Abang kemaren malam kemana ? Kok nggak pulang ?"tanya Nathan disela-sela permainan
"Abang ada urusan , memangnya kenapa ?"tanya Reyhan yang masih fokus dengan game nya
"Kemaren ada abang-abang bertamu kerumah katanya sih teman kerja Abang"jelas Nathan
"Terus"ucap Reyhan
"Terus yang paling mengejutkan adalah.."ucap Nathan terhenti
"Apa ?"tanya Reyhan penasaran
"Dia minta izin sama papa dan bunda untuk melamar kak Aisyah"jawab Nathan
Mendengar ucapan Nathan yang sangat antusias membuat Reyhan terkejut dan menjatuhkan stik PlayStation nya . Nathan yang terkejut dengan tindakan abangnya pu langsung memperhatikan sang Abang
"Kenapa bang ?"tanya Nathan
"Eh hmn , Abang nggak apa-apa . Abang baru ingat kalau masih ada pekerjaan yang masih menunggu di kamar , Abang ke kamar dulu ya"ucap Reyhan
"Yaah , nanti dong bang tanggung nih dikit lagi"Nathan berusaha menahan sang Abang agar kembali melanjutkan permainannya
"Ajak Nala aja tu . Dek gantiin Abang main game dong"ucap Reyhan pada Nala
"Adek nggak suka main game"jawab Nala yang langsung meninggalkan abang-abang nya
"Tu kan dia nggak mau , bang ayo kita lanjutin"ucap Nathan
"Abang harus kerja dulu . Kamu main sendiri aja ya"ucap Reyhan yang mengacak rambut sang adik lalu berlalu kekamar
"Yaaah , padalhan kan tadi dia yang bersemangat mau main game sekarang malah gue yang disuruh ngelanjutin"ucap Nathan kesal
__ADS_1
Reyhan bergegas masuk kedalam kamar , mengunci kamarnya serapat mungkin . Entah perasaan apa yang dia rasakan saat ini , ada sedikit luka yang sangat dalam menggores hatinya . Sakit ? Tentu saja , disaat wanita yang dia sayangi dilamar oleh rekannya sendiri . Namun dia hanya bisa berdiam diri karena memang seperti inilah pilihannya