SUNSET

SUNSET
Eps 134


__ADS_3

Ara sudah berada di ruangan UGD sementara Nathan beserta rekan-rekannya menanti dengan keadaan cemas. Bukan ini yang Nathan mau, bukan ini yang Nathan harapkan bahkan untuk memimpikan kejadian seperti ini pun Nathan tak mampu. Menatap lantai rumah sakit seraya menantikan dokter dari dalam UGD keluar untuk memberikan sebuah informasi


Bik Narti dan mang Ujang sudah di beritahu bahkan kabar mengerikan ini pun sudah sampai di telinga Nala, fikiran Nathan saat ini benar-benar kacau, perasaannya benar-benar hancur. Kemarahan Nala bukan lagi menjadi ketakutannya tapi keadaan Ara lah prioritas nya


Dari ujung ruangan Nala beserta kedua orangtua datang, namun Nala sudah menunjukkan wajah penuh emosi. Saat semua berdo'a untuk kesembuhan Ara, Nala datang dengan pukulan keras di pipi Nathan membuat kedua orangtuanya bahkan teman-temannya terkejut


"Nala, kamu nggak boleh seperti itu kepada Abang kamu"ucap Adimas dengan tegas


"Tapi dia udah nyakitin sahabat Nala pa, dia udah bikin sahabat Ara berada di ruangan ini pa"jawab Nala dengan mata merah yang sudah mengeluarkan air mata


"Kamu boleh pukul aku La, kamu boleh marah sama aku La. Ini semua memang salah Nathan pa, Nathan nggak bisa jaga Ara dengan baik"lirih Nathan


Ini pertama kalinya bagi Amanda dan Adimas bahkan teman-teman sekolah melihat Nathan seterpuruk ini, masih dengan posisi duduk di lantai seraya menangis


"Bagaimana keadaan neng Ara nak Nala ?"tanya bik Narti yang baru datang dengan cemas


"Dokter belum keluar dari ruangan UGD bik"jawab Niko


"Ya Allah, neng Ara"bik Narti menampakkan kecemasan di wajahnya

__ADS_1


"Den Nathan jelaskan bagaimana ini bisa terjadi ? Kami mempercayai den Nathan untuk menjaga Ara"tanya mang Ujang dengan kekecewaan


Mungkin mang Ujang dan bik Narti bukanlah orangtua Ara, namun kecemasan terlihat diwajah mereka karena dari kecil merekalah yang merawat Ara. Bagi mereka kebahagiaan Ara lah yang terpenting


"Maafin Nathan mang, Nathan nggak bisa jaga Ara dengan baik"hanya itulah yang bisa Nathan ucapkan saat ini


"Ini semua bukan salah Nathan sepenuhnya kok mang, ini salah Niko juga"tambah Niko


"Sudahlah, sekarang bukan waktunya salah-salahan. Kita berdo'a aja semoga Ara tidak kenapa-napa"jelas Adimas


Tak selang beberapa menit Adimas berbicara, suster pun keluar dari dalam ruangan UGD membuat Nathan yang melihatnya langsung berlari mendekati


"Dokter masih memberikan penanganan, maaf saya harus permisi dulu"suster langsung bergegas pergi meninggalkan Nathan yang masih dalam kecemasan


"Nat, Lo tenang Nat. Gue yakin kok Ara cewek yang kuat"Niko menepuk bahu Nathan dan kembali mengajaknya duduk


Ponsel genggam mang Ujang berdering menandakan ada panggilan masuk


"Siapa pak ?"tanya bik Narti

__ADS_1


"Nyonya buk"jawab mang Ujang


"Kita harus jawab apa pak ?"cemas bik Narti


"Sudah ibuk tenang aja bapak angkat telfon dulu ya"mang Ujang pergi menjauh dari ruangan untuk mengangkat telfon dari Oma Grace


"Halo nyonya"ucap mang Ujang


"Halo, Ujang kenapa lama sekali angkat telfon saya ?"tanya Oma Grace


"Maaf nyonya"jawab mang Ujang


"Kalian dimana ? Kenapa dirumah hanya ada satpam ?"tanya Oma Grace


"Nyonya di Indonesia ?"tanya mang Ujang kembali


"Iya, saya sudah dirumah. Ini kan hari kelulusan cucu kesayangan saya, jadi saya sengaja datang untuk bikin party"jelas Oma Grace dengan antusias


"Kenapa nyonya tidak bilang tadi, kan bisa saya jemput"ucap mang Ujang

__ADS_1


"Saya mau bikin surprise buat Ara, kamu pasti di sekolahan Ara kan ? Saya mau ngomong sama Ara, soalnya dari tadi saya telfon hp nya nggak aktif"mendengar permintaan Oma Grace, mang Ujang bingung harus bicara dari mana


__ADS_2