SUNSET

SUNSET
Eps 152


__ADS_3

Sampainya di Belanda, Adimas sudah di tunggu oleh sang anak bungsu


"Papa"Nala berlari mengejar sang papa sedangkan Adimas sudah merentangkan tangannya dari jauh agar ketika sang anak sampai dia langsung mendekap dengan pelukan


"Sayang papa"Adimas memeluk sang anak dengan penuh kasih sayang tak lupa dengan kecupan sayang di kening sang anak


"Nala kangen sama papa"ucap Nala


"Sungguh ?"tanya Adimas di jawab dengan anggukan oleh sang anak


"Papa tinggal di apartemen Nala kan ?"tanya Nala


"Iya dong, lagian ada yang gratis kenapa harus bayar"ucap Adimas seraya tertawa


"Memang orang Indonesia sukanya yang gratisan"upat Nala pelan


"Papa mendengarnya sayang"balas Adimas


"Hehehe"Nala hanya cengengesan


***


"Reyhan, nak ayo sarapan"panggil sang bunda dari luar kamar


"Iya bunda"Reyhan bergegas keluar kamar untuk menemui sang bunda

__ADS_1


"Wih, Nathan udah curi start ni"Reyhan meledek Nathan yang sudah stay di meja makan


"Iya dong, harus"jawab Nathan


"Sudah-sudah, ayo bang pimpin do'a"ucap sang bunda


Reyhan memimpin do'a sebelum makan, setelah do'a selesai di bacakan semua anggota keluarga mulai menyantap sarapannya


"Bang, kok cepat banget pulang nya ?"tanyq Nathan seraya meminum susunya


"Ada hati yang tertinggal"jawaban Reyhan yang singkat mampu membuat Nathan tersedak


"Hati ? Haha, ngeri banget"Nathan tertawa seraya batuk-batuk kecil


"Iya bunda"jawab Nathan dengan lembut


"Sejak kapan dokter Reyhan memiliki separuh hati ?"tanya Nathan kepo


"Sejak lama"jawab Reyhan singkat


"Iih, nggak asik. Jawabnya singkat terus, jelasin dong secara rinci"pinta Nathan sedikit kesal


"Nggak usah, nanti-nanti aja"balas Reyhan seraya tersenyum


"Bunda, liat Abang. Buat jelasin hal kecil gitu aja nggak mau, kan Nathan penasaran"Nathan mengadu pada sang bunda berharap mendapat belaan

__ADS_1


"Jangan kan kamu, bunda sama papa aja nggak tau separuh hati Abang itu yang mana. Padalhan bunda sama papa udah penasaran banget"jelas Amanda


"Hm, wah, kebangetan ni Abang"ucap Nathan semakin menjadi


"Udah besok kalau papa udah pulang baru Abang kenalin, Abang bawa kerumah"jelas Reyhan singkat


"Beneran ? Kalau bohong dosa lho bang"ucap Nathan


"Iya tau"balas Reyhan


***


"Aduh, baru kali ini gue kesiangan"Diva membawa buku-buku nya masuk kedalam mobil dengan tergesa-gesa


"Ya Allah semoga aja dosen nya nggak datang aamiin"setelah berdoa Diva langsung menginjak pedal gas


Tak butuh waktu lama bagi mantan pembalap untuk sampai ke kampus nya, berlari kecil dengan buku di tangannya seraya berharap sang dosen belum masuk kelas. Dan benar saja sang dosen belum ada di dalam kelas, dengan senang hati Diva beserta buku-buku nya masuk dengan tenang


"Hah, aman"ucap Diva seraya menyandar pada kursinya


"Tapi kok cuma gue yang di dalam kelas, yang lain pada kemana ? Apa mereka kesiangan juga kayak gue"Diva menyapu pandangannya ke seluruh kelas seraya mengambil ponsel genggamnya dari dalam tas


"Bangcat emang, kok gue nggak nengok hp sih tadi malam. Ya Allah bego banget gue"Diva merutuki dirinya sendiri, dimana dia tak melihat pengumuman bahwa sang dosen tidak masuk hari ini dan kelas di gantikan lain hari


"Pantesan kelas nggak ada orang, tau gitu mending gue tidur aja sampai sore"Diva terus saja mengupat tak terima dengan kebodohan yang dia perbuat

__ADS_1


__ADS_2