SUNSET

SUNSET
Eps 164


__ADS_3

"Kenapa Lo diam aja ayo kita berangkat sekarang"ajak Nathan


"Nat, kalau Lo berangkat yang ada Bokap Lo akan semakin murka sama Lo"ucap Niko


"Kemarahan bokap gue biar menjadi urusan gue, sekarang ayo kita temui Ara dia pasti merindukan gue"balas Nathan


Niko hanya terdiam tak merespon ajakan Nathan, hingga ponselnya bergetar ada sebuah pesan masuk dari sang bodyguard. Niko mengerutkan keningnya, memperhatikan foto dengan sangat jelas


"Kenapa Lo ?"tanya Nathan


"Nggak apa-apa"jawab Niko yang langsung menjauhkan ponselnya dari Nathan


"Beneran ?"tanya Nathan curiga


"Beneran Nat"jawab Niko


"Coba gue liat, Lo dapat kiriman pesan dari siapa ?"tanya Nathan


"Udah nggak penting, intinya kita jangan kesana"ucap Niko


"Kenapa Lo ngelarang gue buat temuin Ara ?"tanya Nathan dengan nada tinggi


"Karena itu bukan Ara Nat"jawab Niko


"Maksud Lo ?"tanya Nathan kembali

__ADS_1


"Kata bodyguard gue namanya buka Ara tapi Queen"jelas Niko


"Nama bisa di ganti bro"ucap Nathan tak percaya


"Gini aja, sebelum kita ke Belanda ada baiknya kita selidiki dulu siapa Queen sebenarnya. Kalau memang sudah jelas dia Ara baru kita bisa pergi kesana"Niko tak ingin gegabah dalam mengambil sebuah tindakan


Nathan hanya diam tidak merespon pendapat Niko, dia membenarkan perkataan Niko namun hati kecilnya ingin sekali bertemu Ara sang pujaan hati


"Nat, Lo setuju kan dengan rencana gue ? Kita nggak boleh gegabah Nat"jelas Niko


"Iya, kali ini gue ikuti perkataan Lo"jawab Nathan


"Syukurlah Nathan mau ngikutin kata gue. Jangan sampai Lo ngerasain sakit yang kedua kali Nat"batin Niko


"Ya udah gue pulang aja, dari tadi kak Aisyah nelfon terus"ucap Nathan


"Thanks bro"dengan cepat Nathan keluar dari apartemen Niko


Setelah Nathan pergi Niko kembali melihat foto yang dikirim oleh sang bodyguard, foto kebersamaan keluarga kecil


"Siapa dia sebenarnya ? Apa benar dia Ara ? Tapi laki-laki ini siapa ? Apa putri kecil ini anaknya ?"Niko hanya bisa menerka-nerka


***


Taman kecil yang berisi bunga-bunga yang sedang mekar, bergoyang mengikuti irama tiupan angin, menampakan kecantikan dari warna-warna yang bercahaya terpancar dari sinar matahari sore. Disana ada seorang lelaki tampan yang sedang bersandar dibalik mobil mewah seraya tersenyum, entah apa yang dia pikirkan yang jelas dia bahagia saat ini

__ADS_1


"Mas"sang pemilik suara yang akhir-akhir ini selalu mengisi hari-hari nya dengan senyuman, wanita yang keras bagai gunung es di kutub Utara kini sudah mencair


"Cantik"satu kata yang menggambarkan betapa dia terpesona dengan penampilan sang pujaan


Berbalutkan celana kulot putih dengan baju tunik bercorak bunga-bunga tak lupa dengan pasmina yang senada dengan baju membuat kecantikannya bertambah. Ini kali pertama baginya mengenakan hijab hanya dengan bermodalkan YouTube


"Mas"panggilnya lagi


"Kamu cantik banget"ucap Reyhan


"Masa sih ?"tanya Diva


"Beneran, bahkan bunga-bunga disana pun tak mampu menandingi kecantikan mu"jelas Reyhan


"Gombal"Diva mengulum senyumnya


"Bukan gombal sayang, ini beneran"ucap Reyhan


"Makasih"balas Diva


"Berangkat sekarang ?"tanya Reyhan


"Aku gugup mas"ucap Diva


"Nggak usah gugup, kan ada mas"Reyhan menggenggam tangan Diva dengan lembut dan membawanya masuk kedalam mobil

__ADS_1


Dengan kecepatan dibawah rata-rata Reyhan mengendarai mobilnya, bukan karena tak ingin sampai rumah melainkan dia ingin berduaan terlebih dahulu sebelum calon istri nya di larikan oleh bunda dan sang tante


__ADS_2