SUNSET

SUNSET
Part 13


__ADS_3

Bella pergi menemani Angel membersihkan diri dan mengganti seragam sekolahnya yang sudah kotor kena jus . Angel benar-benar kesal hari ini , Ara yang baru beberapa hari masuk ke SMA BhinaBakti sudah bisa menempati hatinya Nathan sedangkan Angel yang sudah mengejar-ngejar Nathan dari kelas 10 tak kunjung mendapat kan hatinya


"Aaakhh , kesal banget gue"teriak Angel


"Tenang Ngel masih ada hari esok untuk membalaskan rasa sakit Lo"bujuk Bella


"Liat aja Lo Ara gue bakal balas rasa malu gue lebih dari ini"Angel menatap bayangan dirinya didepan cermin


"Diva mana sih ? Kenapa dia nggak sekolah hari ini . Nambah rusak mood gue aja"Angel bertambah kesal mengingat sahabatnya Diva tak masuk sekolah hari ini


"Gue juga nggak tau Ngel , gue telfon nomornya nggak aktif"jawab Bella


"Biarin ajalah , palingan juga ketiduran dia"Angel mengambil tas nya dan keluar dari toilet


*


Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 wib Diva baru terbangun dari tidurnya . Diva kesiangan lagi dikarenakan tadi malam dia pulang sudah hampir subuh . Setelah perceraian kedua orangtuanya membuat Diva menjadi anak yang tak perduli dengan siapapun bahkan hidupnya sendiri , sering keluar malam mengikuti balap liar dan pulang ketika ayam sudah berkokok


Hari ini Diva memang sengaja meliburkan diri , dia akan pergi mengobati cidera di lengan kirinya karena insiden melarikan diri dari kejaran polisi saat mengikuti aksi balap liar kemarin malam . Diva hanya memakai motornya dimalam hari saja jika disiang hari Diva mengendarai mobil


Kini Diva sudah berada dirumah sakit Kasih Ibu , mengambil nomor antrian yang bertuliskan nomor 02 . Kebetulan sekarang yang berobat sangat sedikit jadi setelah antrian nomor 01 baru Diva dan setelah Diva tak ada lagi


"Permisi dok"Diva membuka pintu ruangan periksa namun tak langsung masuk dia hanya memperlihatkan kepalanya saja


"Iya , silahkan masuk"jawab sang dokter


"Ada yang bisa saya bantu ?"tanya sang dokter


"Saya mau minta obat buat ngilangin memar sama rasa sakit dok"jawab Diva


"Kalau boleh tau lukanya karena apa ?"tanya sang dokter


Diva tak menjawab pertanyaan sang dokter , dia hanya menatap dokter dengan tatapan malas . Diva sangat tak suka ditanya-tanya apalagi sama orang yang tak dia kenal , Diva melihat name tag yang dipakai oleh sang dokter yang bernamakan Reyhan


"Dokter Reyhan nggak perlu tau luka gue karna apa . Yang penting sekarang kasih resepnya udah itu gue langsung pergi"Diva bicara dengan nada malas . Bagi Diva berbicara yang tak penting akan membuang-buang waktunya secara cuma-cuma


"Ada baiknya memberitahu saya penyebab luka agar saya tak salah memberi resep obat"jelas Reyhan


"Karena jatuh dari motor , puas"ucap Diva


Reyhan hanya mengangguk-angguk mendengar jawaban yang diucapkan oleh Diva , Reyhan langsung menuliskan resep obat yang dibutuhkan oleh Diva


"Makasih dok"setelah menerima resep obat Diva bergegas meninggalkan ruangan

__ADS_1


Setelah mendapatkan obat sesuai resep dokter Diva bergegas meninggalkan rumah sakit , Diva melajukan mobilnya langsung kerumah untuk segera meminum obat nya dan kembali tidur


*


"Nat , jam 4 sore kita ada meeting room sama pemimpin anak cabang yang di luar kota"bisik Niko


"Oke , Lo duluan aja gue mau ngantar Ara pulang setelah itu baru gue ke kantor"jawab Nathan


"Cie elah , yang udah punya pacar"goda Niko


"Gue cuma ngejalanin hukuman konyol dari Lo"jawab Nathan


"Kalau Lo nggak mau kenapa nggak Lo tolak ?"Niko pura-pura bertanya , karna pada dasarnya Niko tau sifat gentleman yang dimiliki Nathan


"Gue cowok gentle bro , nggak mungkin lari masalah . Apapun masalahnya , seberat apapun itu gue harus hadapi karena gue tau Allah nggak akan ngasih cobaan diatas kemampuan hambanya"jelas Nathan berbangga hati


"Ya ya ya , serah Lo dah pusing gue"jawab Niko


"Lo pusing Nik ? Minum obat Sono ke UKS"ucap Angga


Nathan tertawa mendengar ucapan Angga sedangkan Niko hanya melirik Angga malas . Angga sudah pergi pulang duluan sedangkan Niko dan Nathan masih berdiri di depan parkiran menunggu Ara keluar kelas


"Noh pacar Lo udah keluar kelas , gue duluan ya"ucap Niko


"Parhatian banget Lo , baper gue"balas Niko


"Idih sorry bro gue normal"jawab Nathan


Niko hanya cengengesan dan langsung berlalu dari hadapan Nathan . Nathan mendekati Ara , menarik tangan Ara mendekati mobilnya


"Ada apa ?"Ara terkejut dengan pergerakan Nathan yang tiba-tiba


"Ngantarin Lo pulang lh ngapain lagi"jawab Nathan


"Nggak usah , Ara nanti dijemput sama mang Ujang"jawab Ara


"Dengeri gue mulai sekarang sampai seterusnya gue yang bakal antar jemput Lo sekolah . Udah nanya-nanya nya nanti aja , panas ni buruan masuk"Nathan membukakan pintu mobil untuk Ara begitupun Ara yang menurut saja apa yang diperintahkan oleh Nathan


Ara menelfon mang Ujang agar tak menjemputnya , setelah Ara menelfon mang Ujang Ara tak bersuara lagi dia hanya diam menatap jalanan


"Kenapa diam ? Sariawan Lo ?"tanya Nathan


"Nggak kok"jawab Ara yang sudah melihat kearah Nathan

__ADS_1


"Catat nomor Lo"Nathan memberikan ponsel genggamnya kepada Ara agar Ara menyimpan nomor ponselnya disana


"Udah"Ara memberikan kembali ponsel genggam Nathan


"Mau langsung pulang apa bergi makan siang dulu ?"tanya Nathan


"Pulang aja"jawab Ara


"Oke"Nathan berbicara tanpa melihat lawan bicaranya dan tetap fokus pada jalanan


"Nathan ?"panggi Ara


"Hm"jawab Nathan


"Kok Nathan baik sama Ara ? Padalhan waktu di perpustakaan Nathan marah-marah sama Ara"tanya Ara


"Karna mulai kemaren sampai seterusnya Lo pacar gue"jawab Nathan


"Kok gitu ? Emang kapan jadiannya ?"tanya Ara kembali


"Kemaren"jawab Nathan singkat


"Tapikan Ara belum jawab"ucap Ara


"Gue nggak butuh jawaban"balas Nathan


"Tapi Ara nggak mau pacaran sama Nathan"Ara menundukkan kepalanya


"Kenapa Lo nggak mau pacaran sama gue ?"tanya Nathan penasaran karna pada dasarnya tak ada yang pernah menolak pesona seorang Nathan


"Karna Ara nggak mau pacaran"jawab Ara


"Iya ataupun nggaknya jawaban Lo gue nggak peduli . Yang gue tau sekarang Lo pacar gue , gue nggak suka penilakan . Paham"ucap Nathan penuh penekanan


"Tapi Nathan"ucapan Ara terhenti karna Nathan


"Nggak ada tapi-tapian ! Kita udah sampai di gerbang , kasih tau gue harus masuk ke gang yang mana"ucap Nathan


"Nggak usah Nat , Ara turun disini aja"jawab Ara


"Gue bilang kasih tau gue harus lewat mana , gue nggak butuh jawaban yang lain selain apa yang gue tanya"jelas Nathan


Dengan terpaksa Ara pun memberitahu Nathan arah jalan kerumahnya

__ADS_1


__ADS_2