
Operasi sudah berjalan lancar, kini Diva pun sudah siuman. Diva terlihat bahagia walau dengan mata yang masih tertutup perban, Reyhan yang selalu setia mendampingin sang kekasih pun ikut senang ketika senyuman diva kembali terpancar
"Operasi sudah terlaksana, bagaimana sekarang kalau kita membahas soal pernikahan kalian saja"ucap Adimas membuat Diva yang sedang minum langsung tersedak
"Pelan-pelan nak"ucap Amanda seraya mengusap-usap punggung Diva
"Pernikahan ?"tanya Diva
"Iya pernikahan kalian nak"jawab Amanda membuat Diva terdiam
"Kenapa ? Kamu nggak mau menikah dengan mas ?"tanya Reyhan
"Bukan begitu, tapi mata Diva kan belum di buka. Kita juga nggak tau operasi ini berhasil apa nggak, bagaimana kalau Diva masih tidak bisa melihat ?"ucap Diva seraya menundukkan kepalanya
"Hey, jangan bicara seperti itu. Apapun yang terjadi nanti mas akan menerima kamu apa adanya, mas akan selalu dampingi kamu dalam keadaan apapun"jelas Reyhan membuat Adimas langsung mengacungkan kedua jempol tangannya
"Bagaimana nak ? Apa kamu setuju ?"tanya Amanda kembali
"Tapi apa mas yakin dengan ucapan mas ?"tanya Diva
"Yakin sayang"jawab Reyhan
"Iya bunda, Diva setuju"jawab Diva
"Oke, bagus kalau begitu. Sekarang papa mau tanya kalian mau pesta pernikahan yang seperti apa ?"tanya Adimas antusias
__ADS_1
"Yang sederhana aja pa"jawab Diva membuat semua mata tertuju padanya
"Kenapa kamu mau yang sederhana nak ? Menikah itu sekali seumur hidup lho"Amanda benar-benar penasaran dengan ucapan Diva
"Biar sederhana tapi semua ikut bahagia, Diva hanya ingin pernikahan yang sederhana cukup keluarga dan rekan terdekat yang menghadiri. Karena Diva takut banyak orang yang mempertanyakan dimana orangtua pengantin wanita"penjelasan Diva cukup membuat hati Amanda sakit ketika mengingat bagaimana kejamnya perlakuan orangtua kepada anak
"Baiklah nak, apapun keputusan mu akan kami turuti. Kalian akan segera menikah jadi papa harap Diva jangan bersedih lagi. Diva harus bahagia, lupakan apa yang sudah membuat Diva bersedih oke nak"ucap Adimas
"Iya pa, terimakasih"balas Diva
"Sama-sama nak"ucap Adimas
"Nanti seminggu setelah lepas perban kalian akan segera melangsungkan pernikahan"jelas Adimas
"Semakin cepat semakin bagus nak, iyakan bang"jawab Amanda dengan senyuman seraya melirik sang anak
"Iya Bunda"jawab Reyhan dengan semangat
"Semua keperluan kalian menikah biar papa sama bunda yang menyimpan kan, nanti ketika sudah buka perban Diva tinggal memilih. Papa akan menyediakan W.O terbaik untuk anak-anak papa"ucap Adimas
"Terimakasih pa"ucap Reyhan bahagia
"Sama-sama nak"balas Adimas
Reyhan benar-benar masih tidak menyangka bahwa dia akan segera menikahi wanita yang mampu membuat jantungnya berpacu lebih cepat. Begitupun Diva yang merasa begitu beruntung bertemu laki-laki baik seperti dokter Reyhan
__ADS_1
"Assalamu'alaikum"ucapan salam dari arah pintu membuat seluruh keluarga melihat siapa yang baru saja datang
"Wa'alaikumusalam"jawab seluruh keluarga
"Niko, kapan kamu pulang nak ?"tanya Amanda
"Kemaren Tante"jawab Niko
"Diva gimana keadaan Lo ?"tanya Niko
"Alhamdulillah sudah agak mendingan"jawab Diva
"Gue turut prihatin atas kejadian yang menimpa Lo"ucap Niko
"Aku udah nggak apa-apa kok"balas Diva dengan senyuman
"Oiya nak, bagaimana keadaan Nala disana ? Apa dia baik-baik saja ?"tanya Adimas
"Alhamdulillah dia baik-baik saja om, bahkan mungkin saat ini berat badannya sudah bertambah"jelas Niko
"Lo tau dari mana berat badannya bertambah ?"tanya Nathan penuh curiga
"Pipinya yang mulai melebar"jawab Niko dengan tegas
"Syukur Alhamdulillah kalau begitu"Amanda tenang mendengar jika anaknya saat ini baik-baik saja.
__ADS_1