
Setelah makan malam Reyhan langsung masuk kedalam kamarnya dengan alasan masih ada pekerjaan yang akan dia selesaikan . Saat ingin memejamkan mata suara ketukan pintu kamar terdengar dari luar yang membut Reyhan mengurungkan niatnya untuk tidur cepat
"Papa"ucap Reyhan yang sedikit terkejut melihat sang papa yang sudah berada didepan kamar
Adimas tersenyum sekilas dan langsung berlalu masuk kekamar sang anak tanpa mau mendengar pertanyaan
"Wah kamar kamu rapi juga ternyata"ucap Adimas kagum melihat susunan kamar Reyhan yang tertata rapi
"Kamu itu beda banget sama adik kamu si Nathan"ucap Adimas menepuk bahu sang anak dan langsung berlalu tidur diatas ranjang
"Tumben papa ke kamar Reyhan , ada apa pa ?"tanya Reyhan penasaran dengan kehadiran sang papa
"Memangnya papa nggak boleh main kekamar anak papa sendiri ?"tanya Adimas yang masih setia memejamkan matanya
"Boleh kok pa , atau papa mau tidur berdua sama Reyhan juga boleh"tawar Reyhan yang di jawab dengan gelak tawa Adimas
Adimas bangikit dari tidurnya , menarik kursi kerja Reyhan yang terletak disebelah tempat tidur . Menepuk-nepuk kursi tersebut mengisyaratkan agar Reyhan duduk disana
"Duduk sini , papa mau ngomong sama Abang"ucap Adimas
Reyhan mematuhi perintah sang papa tanpa sebuah kata . Duduk terdiam menghadap sang papa , menunggu sebuah kata yang akan terucap
"Abang sudah punya calon istri ?"pertanyaan Adimas yang to the poin membuat Reyhan terkejut mendengar nya
"Kok papa tiba-tiba nanya gitu"Reyhan bingung dengan pertanyaan sang papa yang tiba-tiba .
Tak biasa Adimas menanyakan soal wanita pada sang anak sulung , biasanya mereka hanya mengobrol seputar pekerjaan tak lain dari itu
"Haha , jawab pertanyaan papa nak"ucap Adimas
"Belum pa"jawab Reyhan yakin
"Kenapa belum ?"tanya Adimas kembali
"Karena belum menemukan yang pas dihati pa"jawab Reyhan kembali
Adimas menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan . Menarik kursi sang anak agar semakin dekat , memegang kedua pundak sang anak agar saling berhadapan
"Papa tau disini ada sebuah nama yang tertulis , dan disini ada sebuah wajah yang selalu kamu ingat"Adimas menunjuk hati dan kepala Reyhan seolah-olah mengetahui isi hati dan kepala sang anak
Reyhan menatap sang papa dengan rasa ragu "maksud papa ?"tanya Reyhan
"Rey , papa diam bukan berarti papa nggak tau pergerakan anak-anak papa"jelas Adimas kembali
"Kenapa kamu menyembunyikannya dari papa ?"tanya Adimas namun tak mendapat jawaban dari sang anak
"Kamu mencintai adik kamu Aisyah kan Rey"ucap Adimas dengan nada bicara yang lembut
Ucapan Adimas tadi mampu membuat Reyhan terkejut , bukan hanya terkejut tapi sangat terkejut . Reyhan langsung menatap sang papa tak percaya lalu kembali menundukkan kepalanya
"Reyhan , papa sedang bicara sama kamu jdi lihat papa"ucap Adimas meminta anaknya untuk melihat nya
"Pa maafin Reyhan pa"ucap Reyhan yang langsung duduk di kaki sang papa
"Reyhan , duduk ditempat kamu"pinta Adimas
__ADS_1
"Nggak , Reyhan salah pa . Maafin Reyhan , Reyhan janji akan hilangin perasaan Reyhan ke Aisyah pa"rengek Reyhan seperti seorang anak kecil
"Reyhan kata papa"ucap Adimas dengan penekanan
Dengan kepala yang masih menunduk Reyhan kembali ketempat duduknya . Adimas berusaha sebisa mungkin untuk menyembunyikan senyumnya . Reyhan mungkin sudah dewasa tapi dibalik dewasanya Reyhan ada sifat anak-anak yang masih tersimpan
"Kamu mau menikah dengan Aisyah ?"tanya Adimas
Reyhan kembali menatap sang papa dengan rasa tak percaya
"Kenapa liat papa kayak gitu ? Mau apa nggak ?"tanya Adimas kembali
"Nggak bisa pa , Reyhan sama Aisyah tidak akan bisa menikah . Kita keluarga , Aisyah adik Reyhan sedangkan Reyhan Abang Aisyah nggak mungkin bisa bersatu"jelas Reyhan
"Hahaha , apa kamu lupa dengan cerita papa setelah kamu lulus SMA . Dimana papa cerita kalau kalian bukanlah saudara kandung"jelas Adimas kembali mengingatkan sang anak
Reyhan terdiam sejenak . Menatap foto yang kecilnya berdua dengan Aisyah , mengelus foto kecil Aisyah lalu tersenyum kembali menatap sang papa
"Rey tau pa , bahkan Rey ingat sampai sekarang . Rey juga tau kalau Rey bisa bersatu sama Aisyah tapi bagi Reyhan ikatan kekeluargaan lebih peting dari segalanya . Mungkin awalnya Reyhan bisa bersatu dengan Aisyah dengan menjadikan Aisyah istri Rey namun suatu saat ketika Allah berkehendak lain dan memisahkan Rey dengannya akankah hubungan keluarga akan seperti semula ? Rey nggak mau itu semua terjadi pa , Rey lebih suka memendam nya agar kita masih tetap seperti ini . Awalnya memang terasa sakit tapi Rey yakin kedepannya akan ada kebahagiaan"jelas Reyhan
Adimas tersenyum mendengar penjelasan sang anak . Namun berusaha untuk kembali meyakinkan Reyhan
"Kamu yakin nak ? Kamu harus tau kalau nggak semua hubungan didasarkan dengan perpisahan contohnya papa dan bunda . Awalnya memang sulit namun ketika kita menjalani dengan ikhlas semua akan baik-baik saja"ucap Adimas
"Atas izin Allah Reyhan yakin pa . Lagian sebentar lagi Aisyah akan dilamar oleh teman kerja Reyhan dan Reyhan yakin dia bisa menjaga Aisyah"jawab Reyhan
"Kalau kamu mau papa bisa menolak lamarannya untukmu"jelas Adimas
"Nggak pa , Reyhan sudah memilih jalan Reyhan sendiri . Reyhan yakin suatu saat Allah juga akan memberikan Reyhan jodoh terbaik"jelas Reyhan
"Reyhan pasti bisa pa"jawab Reyhan
"Apapun keputusan kamu papa selalu dukung dan kalau suatu saat kamu berubah fikiran bilang sama papa . Papa akan melakukan yang terbaik untukmu Rey"ucap Adimas seraya memeluk sang anak
"Istirahatlah , papa keluar dulu yakin bunda kangen"ucap Adimas yang dijawab dengan anggukan disertai senyuman oleh sang anak
Bayangan seorang papa yang sudah menghilang dibalik pintu membuat Reyhan terdiam dan terhanyut dalam lamunan . Dari mana sang papa tau soal perasaannya ?
*
Keluar dari kamar Reyhan bukannya langsung masuk kekemarnya melainkan Adimas berjalan menuju kamar anak gadisnya Aisyah . Adimas mengetuk pintu Aisyah dengan pelan takut yang didalam kamar sudah terlelap
"Syah , Syah"ucap Adimas seraya mengetuk pintu kamar yang tak lama terbuka
"Papa , ada apa pa ?"tanya Aisyah
"Kamu lagi apa ? Papa boleh masuk nggak ?"tanya Adimas
"Boleh pa masuk aja , Aisyah lagi merancang desain terbaru pa . Papa liat deh bagus nggak ?"ucap Aisyah seraya memperlihatkan hasil coretan tangannya yang lentik
"Bagus kok . Anak papa memang berbakat"Adimas tersenyum bangga melihat hasil karya sang anak
"Syah , papa mau nanya boleh"ucap Adimas
"Boleh pa , tanya aja sepuas papa"ucap Aisyah yang kembali fokus pada pekerjaannya
__ADS_1
"Kamu yakin dengan pilihan mu ?"pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut sang papa . Yang awalnya Aisyah hanya fokus dengan pekerjaannya kini mulai terhenti dan berbalik menatap sang papa
"Kok papa tiba-tiba nanya kayak gitu ?"tanya Aisyah bingung
"Nggak ada , papa hanya ingin memastikan bahwa pilihan anak papa adalah pilihan yang terbaik"jawab Adimas
"Dengan mengucap bismillah dan atas izin Allah Aisyah yakin pa"jawab Aisyah mantap
"Lalu bagaimana kalau misalnya saat ini juga ada seseorang yang mencintaimu bahkan dari tahun-tahun yang lalu"ucap Adimas
"Memang ada ? Siapa pa ?"tanya Aisyah
"Kan papa bilang misalnya gimana sih"jawab Adimas
"Oiya hehe , kalau ada Aisyah mau bilang terimakasih banyak padanya karena sudah mencintai Aisyah bahkan sampai bertahun-tahun"ucap Aisyah seraya tersenyum
"Terimakasih aja ?"tanya Adimas
"Iya terus apa lagi ?"tanya Aisyah
"Kamu nggak berniat untuk memperti.bangkan pilihanmu ?"tanya Adimas
"Nggak pa , karena dari kecil Aisyah selalu mengingat pesan bunda yang berisi "jika ada dua orang yang mencintaimu saat itu . Maka pilihlah dia yang memiliki keseriusan dengan datang menghadap pada papamu jangan hanya sekedar ucapan"begitu pa . Orang itu mampu mencintai Aisyah bertahun-tahun tapi dia tak mampu menghadap langsung pada papa sedangkan kak Vito yang baru dikenalkan Abang Rey beberapa Minggu kalau dia berani menghadap papa"jelas Aisyah
Adimas hanya tersenyum dengan penjelasan sang anak . Mendekati Aisyah dan merangkulnya dengan penuh kasih sayang
"Semoga Vito bisa menjadi imam terbaik untukmu kelak nak"ucap Adimas seraya mengusap lembut kepala Aisyah
"Makasih pa. Oiya pa Abang Rey dari tadi nggak keluar kamar banyak banget ya pekerjaannya ?"tanya Aisyah
"Iya"jawab Adimas
"Aisyah mau kekamar Abang Rey papa ikut nggak ?"tanya Aisyah
"Mau ngapain kekamar Abang ?"tanya Adimas
"Mau liat siapa tau Abang butuh bantuan Aisyah"jawab Aisyah
"Udah nggak usah , tadi papa dari sana liat Abang udah tidur mungkin kecapekan . Kamu jangan kesana kasian Abang nanti tidurnya terganggu"ucap Adimas
"Ya udah deh Aisyah nggak jadi kesana"ucap Aisyah
"Kalau gitu papa keluar dulu ya nak . Takut bunda kangen sama papa"ucap Adimas
"Nggak akan kangen pa"ucap Aisyah
"Kenapa kok kamu ngomongnya gitu ?"tanya Adimas
"Bunda lagi asyik main mobile legends sama Nathan"jawab Aisyah
"Adik kamu itu selalu menjadi pemisah antara bunda dan papa"ucap Adimas bergegas keluar kamar namun sebelum keluar seutuhnya Adimas kembali lagi masuk untuk mencium kening sang anak
"Jangan begadang ya"ucap Adimas dan langsung berlalu pergi
"Semoga ini pilihan terbaik untuk kalian"batin Adimas menatap kamar anak-anak nya dari luar
__ADS_1