SUNSET

SUNSET
Eps 155


__ADS_3

Reyhan berjalan mondar-mandir didalam kamarnya, memikirkan bagaimana cara memulai pembicaraan dengan kedua orangtuanya


"Bagaimana kalau papa tidak setuju ?"


"Tapi apa alasannya ?"


"Bagaimana kalau bunda marah ?"


"Bagaimana kalau mereka sudah siapkan jodoh buat aku ?"


"Aaagghh, bismillah aja semoga Allah permudah"


Begitulah argumen yang dilakukan Reyhan didalam kamarnya. Membicarakan hal serius kepada orang tua bukanlah perkara mudah apalagi masalah hati


"Bang Rey, sudah waktunya makan malam"panggil Nathan dari luar kamar


"Iya"jawab Reyhan seraya membuka pintu kamarnya dan berjalan mengikuti Nathan meja makan


"Wah, ayam bakar"Nathan begitu antusias melihat hidangan ayam bakar di atas meja makan


"Kamu ini nggak pernah berubah, padalhan cuma ayam bakar"ucap sang papa


"Papa nggak tau aja gimana spesial nya rasa ayam bakar madu buatan bunda"jawab Nathan


"Benar kata Nathan pa, cuma ngebayangin ayam bakar bikinan bunda aja udah bikin perut lapar apalagi sampai mencium aroma nya bisa-bisa mag langsung kambuh"tambah Reyhan


"Hahaha, masa iya segitunya bang ?"tanya sang bunda


"Beneran bunda"jawab Reyhan


"Ya udah nunggu apalagi, habisi sekarang"ucap sang papa


Mendengar ucapan sang papa, dengan semangat dan tanpa menunggu nanti Reyhan segera memimpin do'a sebelum makan. Keluarga kecil itupun langsung menikmati makan malam dengan lahap


"Nggak nambah Nat ?"tanya sang bunda


"Nathan masih mau makan, tapi perut Nathan udah nggak muat bunda, udah mau meledak rasanya"keluh Nathan


"Haha, papa aja liat kamu makan tadi kayak orang kelaparan lahap banget"ucap Adimas


"Bunda, ayam bakarnya sisain ya. Nanti kalau kekenyangannya udah hilang, Nathan mau melanjutkannya"ucap Nathan


"Hahaha, kebiasaan kamu nggak pernah hilang"Reyhan benar-benar tak habis pikir dengan sifat sang adik yang tak pernah berubah


"Biarin, kan jarang-jarang bunda bikin ayam bakar"balas Nathan


"Bukannya bunda nggak mau bikin setiap hari, tapi bunda takut nanti kamu bosan makanya bunda bikin sekali-kali aja"jelas sang bunda

__ADS_1


"Nggak ada kata bosan untuk ayam bakar madu buatan bunda"ucap Nathan


"Semua udah selesai makannya ?"tanya Adimas


"Sudah pa"jawab Reyhan


"Sekarang kita bantu bunda bersihin bekas makan malam ini oke"ucap Adimas


"Oke pa"balas Reyhan


"Kok kita ? Kan ada bik Inah"ucap Nathan


"Bik Inah izin pulang tadi sore soalnya anaknya sakit"jelas sang bunda


"Oo, begitu. Baiklah ayo kita bersih-bersih sekarang"dengan semangat Nathan langsung membawa piring-piring kotor ke tempat cuci piring sedangkan Reyhan mengelap meja makan. Setelah semuanya beres Reyhan dan Nathan langsung bergegas keruang keluarga untuk bersantai sedangkan sang papa sedang membatu istri tercinta mencuci piring


"Bang Mabar yok"ajak Nathan


"Main sendiri aja"ucap Reyhan


"Ya udah"Nathan kembali asyik dengan game online nya sedangkan Reyhan sibuk memutar-mutar ponsel untuk menghilangkan rasa gugupnya


"Wah, lagi nyantai ni anak-anak papa"Adimas yang baru selesai membantu sang istri langsung mendekati anak-anak nya


"Kok papa sendiri, bunda mana ?"tanya Reyhan


"Baru aja selesai makan pa udah minum kopi lagi, ckckck kuat banget"ucap Nathan


"Harus kuat dong"balas Adimas


"Asyik banget lagi ngomongin apa sih ?"Amanda yang baru datang merasa penasaran dengan obrolan suami dan anak-anak nya


"Biasa bunda kopi"jawab Reyhan


"Sini Bun, duduk dekat papa"Adimas menepuk-nepuk sofa disebelahnya mengisyaratkan supaya sang istri duduk disana


"Harus ya bunda duduk di sebelah papa ?"tanya Nathan


"Kamu itu dari tadi selalu aja julid sama papa, padalhan papa nggak julid Lo sama kamu"ucap Adimas


"Haha, abis papa mau menguasai bunda sendirian. Kan bunda milik bersama"balas Nathan


"Haha, sudah-sudah kalian ini"Amanda yang sudah tidak tahan mendengar perdebatan suami dan anaknya langsung segera memisahkan mereka


"Pa, Reyhan mau bicara serius sama papa"ucapan Reyhan yang tiba-tiba mampu membuat Nathan mengalihkan pandangannya pada sang Abang


"Ya elah bang, biasanya juga ngomong serius"ucap Nathan memecahkan keheningan

__ADS_1


"Kamu diam dulu, ini beda"balas Reyhan


"Serius banget bang ?"tanya Adimas


"Iya pa"jawab Reyhan


"Apa mau bicara di ruang kerja ?"Adimas baru ingin berdiri dari duduknya namun di hentikan oleh Reyhan


"Nggak usah pa, bicaranya disini aja"ucap Reyhan


"Wah, bicarain soal apa ini. Gue nggak pernah liat raut wajah bang Rey seserius ini"batin Nathan


"Ada apa Reyhan ? Kamu ada masalah nak ?"tanya sang bunda khawatir


"Nggak kok bunda"jawab Reyhan


"Lalu apa ? Bicaralah nak"Reyhan menarik nafasnya dalam dan meyakinkan diri bahwa dia mampu untuk bicara tanpa ada ragu


"Papa, bunda, Reyhan mau minta restu untuk menikah"ucap Reyhan pelan tapi pasti


Mendengar ucapan sang abang, Nathan yang awalnya diam tiba-tiba tersedak tanpa sebab


"Nathan, kamu kenapa nak"dengan sigab sang bunda memberikan air minum kepada sang anak


"Nathan nggak apa-apa bunda"jawab Nathan seraya cengengesan


"Kamu serius dengan ucapanmu nak ?"tanya Adimas yang masih tak percaya


"Serius pa"jawab Reyhan


"Jika kamu serius dengan ucapanmu, bawa perempuan beruntung itu kesini. Biarkan keluarga mengenalnya"jelas Adimas


"Baik pa"Reyhan sudah merasa lega ketika niat baiknya sudah tersampaikan kepada keluarga


"Wih, dokter Reyhan. Ternyata anda diam-diam menghanyutkan, Nathan sampai tersedak air liur mendengar ucapanmu bang"Nathan benar-benar kagum dengan sang Abang, yang selama ini terlihat cuek ternyata memiliki kekasih


"Besok kalau calonnya udah dibawa kesini langsung antur tanggal lamaran aja mas"ucap Amanda antusias


"Hm, kalau bisa Reyhan maunya langsung nikah aja bunda"mendengar ucapan sang anak Adimas yang sedang menyeruput kopi langsung nyembur mengenai Nathan


"Papa, jorok ih"Nathan yang mendapat semburan kopi dari sang papa langsung berdiri mengambil tisu untuk mengelap muka dan tangannya


"Maaf nak, papa nggak sengaja"Adimas mengelus-elus wajah sang anak


"Kamu serius mau langsung nikah nak ?"tanya Adimas


"Iya pa, Reyhan sudah mengenalnya cukup lama. Dan insya Allah Reyhan yakin dia wanita baik pilihan Reyhan yang pertama dan terakhir"jelas Reyhan

__ADS_1


Mendengar jawaban sang anak Adimas tersenyum bangga, anak laki-laki yang sempat menyukai adiknya kini sudah move on dan menemukan pujaan hatinya


__ADS_2