
Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, ini adalah hari dimana Reyhan akan melepas lajang nya yang akan berganti status sebagai seorang suami. Betapa gugup Reyhan ketika matahari sudah menampakkan sinar nya, sejak semalam Reyhan tidak bisa tidur nyenyak seperti biasanya karena selalu terbayang akan seperti apa acaranya berlangsung.
Pernikahan Reyhan dan Diva bernuansa out door dengan penampakan view yang sangat mempesona. Pada dekorasi utama, tepatnya dimana Reyhan serta Diva akan melangsungkan ijab qobul, dihiasi pernak pernik mawar putih, dedaunan, baby's-breath, juga ilalang yang menambah nilai estetis. Kesan sakral makin kental berkat aisle berhiaskan jalan setapak yang dibalut taburan kelopak mawar putih.
"Wihh, abang gue keren banget"Nathan memuji abang nya ketika Reyhan mengenakan white and silver tuxedo dibadannya
"Iyalah abang siapa dulu"ucap Nala membanggakan diri
"Abang gue juga kali"balas Nathan
"Hai hai abang kalian anak bunda lho"ucap Amanda ikut meramaikan suasana
"Masya allah anak bunda ganteng banget hari ini"pujian sang bunda membuat Reyhan tertawa, tak bisa menyembunyikan semburat merah di wajah saat memandangi dirinya di hadapan cermin besar.
Seorang make up artist menambah polesan tipis di beberapa bagian wajah Reyhan, serta rambutnya ditata rapi oleh hairstylist profesional. Karena Reyhan tidak bisa diam, maka dia harus berulang kali diurus oleh orang-orang yang bekerja dalam bidang tata rias tersebut.
"Anteng woy"ucap dokter Vito yang baru saja memasuki kamar Reyhan
__ADS_1
"Wajar atuh mas, mungkin sang mempelai lagi grogi"jawab laki-laki sang penata rias
Ketika ruangan Reyhan dipenuhi obrolan dan canda tawa, lain halnya dengan ruangan Diva yang terlihat sunyi tanpa ada suara. Nala berjalan dengan anggun menuju ruangan sang calon kakak ipar, sampai nya disana membuat nala kebingungan karena ruangan itu sangat sepi bahkan tak ada satu orang pun disana. Dengan langkah cepat seraya berlari Nala menuju ruangan sang abang, datang dengan nafas yang tak beraturan Nala mendekati abang-abang nya
"Kamu kenapa La ?"tanya Nathan
"Sini deh"Nala menarik tangan Nathan membawa nya menjauh dari sang abang yang sedang menatapnya penuh dengan kebingungan
"Apaan ?"tanya Nathan bingung
"Diva"ucap Nala
"Diva nggak ada di ruangan nya, apa dia melarikan diri dari pernikahan atau mungkin dia di culik"ucap Nala dengan raut wajah yang sudah panik
"Lo serius ?"tanya Nathan kembali
"Serius"jawab Nala penuh keyakinan
__ADS_1
Dengan langkah cepat Nathan menuju ruangan Diva disusul dengan Nala dari belakang. Sampai nya didepan ruangan Nathan menempelkan telinga nya dari balik pintu berusaha mencari kebenaran, tapi benar apa yang dibilang oleh Nala bahwa tak ada kehidupan disana. Nathan langsung membuka pintu ruangan dan benar saja tidak ada orang didalam ruangan itu
"Benarkan apa yang udah gue bilang"ucap Nala
"Ada apa ?"Vito yang baru datang mampu membuat Nala dan Nathan terkejut
"Diva nggak ada diruangan nya bang"jawab Nala
Nathan tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun, pikirannya saat ini dipenuhi dengan tanda tanya
"Nggak ada gimana ?"tanya Vito yang langsung masuk kedalam ruangan. Benar saja apa yang dibilang oleh adik iparnya bahwa Diva tak ada didalam ruangan
"Apa dia melarikan diri ?"tanya Vito
"Nggak mungkin deh, soalnya dia kan sayang sama Abang Rey"jawab Nala
"Apa jangan-jangan Diva di culik"tambah Nala
__ADS_1
Ucapan Nala membuat deru nafas Nathan tak beraturan, jantungnya berdetak tak sesuai irama. Apakah tindakan yang dia ambil salah ?