
"Assalamu'alaikum"ucap Nathan masuk kedalam rumah , kedatangannya membuat semua mata tertuju padanya
"Eeh , anak bunda yang habis pacaran pulang"ucap Amanda seraya merangkul sang anak
"Bunda , Nathan malu"bisik Nathan
"Kenapa malu ? Kan anak bunda sudah besar"balas Amanda
"Bun itu siapa ?"Nathan yang baru masuk menatap seseorang yang asing menurutnya mencoba bertanya kepada sang bunda agar mendapatkan jawaban yang dia inginkan
"Oh , ini kak Vito temannya bg Reyhan . Kenalan dulu biar dekat"Amanda meminta sang anak untuk berkenalan dengan Vito
"Hai bang , gue Nathan adiknya bang Reyhan yang paling tampan"ucap Nathan dengan pdnya
"Reyhan sering ceritain kamu sama kembaran kamu ke Abang"balas Vito
"Ceritanya kayak apa bang ? Pasti nyeritain ketampanan Nathan kan ?"tanya Nathan
"Bukan"jawab Vito
"Terus apa bang ?"tanya Nathan
"Ini menceritakan tentang ke narsisan kamu"mendengar ucapan Vito membuat senyum Nathan langsung menghilang bergantian dengan ketawa keluarga yang menggema di dalam rumah
"Abang benar-benar cocok berteman sama bang Rey"ucap Nathan
"Kenapa kok gitu ?"tanya sang bunda
"Iya sama-sama nggak asik . Oiya bunda bang Rey nya dimana ?"tanya Nathan
"Abang kamu tadi sesudah makan malam pergi . Papa juga nggak tau dimana dia sekarang soalnya papa telepon dari tadi nggak di angkat-angkat"jelas sang papa
"Hm. Terus kak Aisyah mana ?"tanya Nathan kembali
"Kak Aisyah lagi bikinin minum buat kita semua . Kalau kamu mau bilang ke kak Aisyah sekarang sebelum kak Aisyah nya keluar dari dapur"ucap Amanda
"Nggak deh Bun , Nathan mau langsung kekamar aja"jawab Nathan
"Baru juga ketemu udah mau telfonan aja"Adimas menggoda sang anak yang sudah memasang raut cemberut diwajahnya
"Apaan sih pa , Nathan kekamar mau main game bukan buat nelfon"jelas Nathan
"Ya udah sana , papa juga pernah muda kok kayak kamu"ucap Adimas
Nathan mencium pipi sang bunda setelah itu langsung berlalu pergi menaiki anak tangga seraya bersenandung ria . Adimas beserta sang istri hanya tersenyum melihat kelakuan Nathan
"Nathan orangnya asik ya om"ucap Vito
"Anak om yang satu itu memang berbeda dengan saudara-saudara nya yang lain . Dia tipe anak yang selalu berisik di rumah tapi tidak kalau diluar rumah"jelas Adimas
"Apalagi kalau ketemu sama kembarannya rumah udah kayak pasar ramainya"tambah Amanda
__ADS_1
"Kok bisa begitu tan ?"tanya Vito
"Apa lagi kalau bukan berantem"jawab Adimas
Kemudian mereka kembali tertawa membayangkan bagaimana pertengkaran antara Nathan dan Nala yang harus melibatkan sang papa untuk memisahkan pertengkaran tersebut
"Asyik banget ngobrolin apa sih ?"tanya Aisyah yang baru keluar dari dapur dengan membawa nampan yang berisikan teh hangat
"Lagi membayangkan pertengkaran adik-adik kamu Syah"jawab sang bunda
"Hm , pertengkaran mereka mah udah nggak usah diragukan lagi Bun . Udah pasti pro karena cuma papa yang bisa misahin mereka"jelas Aisyah
"Lalu kalau om lagi diluar kota tiba-tiba mereka berantem siapa yang misahin Tante ?"tanya Vito penasaran
"Ya terpaksa nelfon kakek kalau nggak Opa nya"jawab Amanda
"Parah banget ya om berantemnya ?"Vito terus bertanya tentang Nathan dan Nala karena rasa penasarannya yang begitu besar
"Parah sih nggak , cuma suka Jambak-jambakan rambut , tarik-menarik baju sampai robek . Untung aja baju yang mereka pakai baju dari butik kakak nya kalau nggak bisa bangkrut om karena beliin mereka baju terus"jelas Adimas yang mengundang tawa semua orang
"Udah ceritanya disambung nanti aja , sekarang diminum dulu tehnya mumpung masih panas"ucap Amanda
Setelah meminum teh yang di sediakan oleh Aisyah , kini raut wajah Vito berubah menjadi serius . Membuat Aisyah dan Amanda bertanya-tanya namun beda dengan Adimas yang mengerti dengan perubahan raut wajah Vito
"Apa ada yang ingin kamu bicarakan nak ?"tanya Adimas
Adimas seorang bisnisman yang sudah berpengalaman , sangat mudah baginya untuk membaca perubahan raut wajah lawan bicaranya. Jika tidak seperti itu Adimas tak akan sesukses sekarang , Vito menarik nafasnya dalam-dalam lalu mulai berbicara secara perlahan
"Oh bagus dong kalau begitu , makanya kamu harus lebih sering-sering lagi kesini"balas Amanda
"Iya Tante . Tapi tujuan Vito kesini bukan hanya untuk bertamu atau untuk bertemu dengan Reyhan melainkan Vito kesini,,"ucapan Vito terhenti dan menatap Aisyah sekilas sehingga tatapan mereka bertemu
"Ada apa ? Katakanlah"ucap Adimas
"Bismillahirrahmanirrahim , Vito kesini untuk memberitahu om dan Tante kalau Vito mencintai Aisyah"mendengar ucapan Vito Adimas dan Amanda terdiam dan saling menatap
"Lalu ?"tanya Adimas
"Jika di izinkan Vito ingin meminang anak om yang bernama Aisyah untuk menjadi istri Vito om"jelas Vito
"Saya akui keberanian kamu tapi kamu punya apa sampai memiliki keberanian melamar anak gadis saya ?"tanya Adimas dengan tatapan tak kalah serius
"Mas"ucap Amanda yang mencoba untuk meredam kemarahan Adimas
"Bunda diam dulu , ini urusan papa"jawab Adimas , Amanda tak punya pilihan lain selain hanya menuruti apa kata sang suami
"Saya memang tak sekaya om , saya juga nggak setampan Reyhan . Tapi saya memiliki prinsip tanggungjawab yang selalu saya tegakkan dalam diri , saya akan memperlakukan putri om sebagai ratu di kerajaan yang saya miliki . Kebahagiaannya nomor satu bagi saya , saya pastikan itu dan nyawa saya yang akan menjadi taruhannya"jelas Vito dengan tegasnya
"Menarik , saya suka keseriusan kamu"Adimas tersenyum puas seraya bertepuk tangan mendengar jawaban Vito barusan
"Oke kalau begitu segeralah bawa orangtuamu kesini"tambah Adimas kembali
__ADS_1
"Baiklah , terimakasih om dan tante saya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan kalian"Vito menyalami tangan Amanda dan Adimas seraya mengucapkan rasa terimakasihnya
Setelah menghabiskan minumnya Vito memandang Aisyah sekilas lalu berpamitan kepada Amanda dan Reyhan . Vito keluar rumah diantar oleh Aisyah yang memang disuruh oleh kedua orangtuanya
"Kakak yakin dengan ucapan kakak barusan ?"tanya Aisyah
"Iya , kenapa ? Apa kamu meragukan itu ?"tanya Vito
"Nggak , tapi Aisyah berharap semoga ucapan kakak bukan hanya sekedar ucapan tanpa tindakan"jawab Aisyah
"Kamu cukup meyakinkan diri selebihnya biar kakak yang bergerak"jelas Vito
Aisyah hanya mengangguk setuju dengan ucapan Vito . Tak lama obrolan mereka pun berakhir , Vito berpamitan pulang kepada Aisyah untuk kedua kalinya
Mobil Vito keluar pagar beriringan dengan mobil Nala yang juga akan memasuki pagar rumah . Nala sekilas melihat Vito yang memang kaca mobil tak ditutup
"Buset ganteng banget"gumam Nala
"Itu siapa Kak ?"Nala menunjuk mobil Vito yang baru keluar dari area rumah orangtuanya
"Temennya bang Rey"jawab Aisyah
"Cakep bener , udah punya pacar belum kak ?"tanya Nala bersemangat
"Kabarnya sih udah mau nikah"jawab Aisyah
"Yaah , telat star dong gue"Nala masuk kedalam rumah dengan lesu sedangkan Aisyah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang adik bungsu
"Nala pulang"ucap Nala dengan nada yang lemah
"Anak papa pulang kok lemah banget kayaknya"ucap Adimas
"Nala baru patah hati pa"jawab Nala
"Patah hati ? Kenapa ? Kamu ditolak cowok ?"tanya Amanda
"Bunda , nggak pernah ya Nala di tolak yang ada Nala yang nolak"jelas Nala
"Terus patah hati kenapa ?"tanya Amanda
"Itu Bun , Nala patah hati sama abang-abang yang baru keluar dari pagar rumah Bun . Masa kata kak Aisyah abangnya udah mau nikah kan Nala langsung galau"jelas Nala dengan nada yang merengek di pelukan sang bunda
"Apa yang kakak kamu bilang memang benar , Abang itu mau nikah sama kakak kamu"jelas Adimas
"APA ?"Nala langsung berdiri dari pelukan sang bunda menatap sang kakak dengan ekspresi cemberut
"Kenapa ? Kamu marah sama kakak ?"tanya Aisyah
"Nggak , ambil aja . Abang-abang tadi udah bukan tipe Nala"ucap Nala yang kembali memeluk sang bunda
Aisyah hanya tersenyum melihat tingkah adik bungsunya sedangkan Adimas dan Amanda mengusap-usap rambut sang anak
__ADS_1