
Aktivitas perkuliahan sudah dimulai seperti biasa, Nathan yang melewatkan kegiatan MOS di kampus membuat seluruh mata wanita memandangnya
Nathan berjalan menuju kelas bisnis dengan tas di punggungnya, tangan dimasukkan ke kantong celana, ditambah dengan outfit serba hitamnya , bak pangeran yang baru saja turun dari kuda putihnya
"Dia masuk kelas bisnis"ucap salah satu perempuan yang sedari tadi memperhatikannya
Baru saja Nathan masuk kedalam kelas, kini Niko pun ikut menyusul dari belakang. Memang pesona dua orang ini tak bisa lepas dari pandangan siapapun
"Hai, nama gue Siska"dengan pedenya Siska menjulurkan tangannya di depan Nathan, sedangkan Nathan hanya diam melihat tangan Siska yang terus berada di depannya
"Mau apa Lo ?"tanya Nathan dengan ketus
"Mau kenalanlah ya kali gue mau minta makan"jelas Siska
"Gue bukan anak SD yang harus kenalan"Nathan kembali keluar kelasnya meninggalkan Siska yang sudah kesal dengan kata-kata Nathan
"Wiss, ada apa ni ?"tanya Niko yang baru datang dan tak tau apa-apa. Namun tak ada yang mau menjawab, Nathan pergi meninggalkannya begitupun Siska yang diam dan menatapnya dengan tatapan tidak suka
Niko kembali menatap Siska dengan tatapan aneh dan langsung bergegas mengejar Nathan
"Lo ada urusan apa sama cewek yang di kelas Nat ?"tanya Niko penasaran
__ADS_1
"Biasa, cewek ganjen"mendengar jawaban Nathan membuat Niko langsung paham
Semenjak kepergian Ara hingga sekarang Nathan paling anti sama cewek yang suka mengejar-ngejar nya
***
Universitas kedokteran ternama, disanalah kaki Diva berpijak. Mengambil jurusan psikologi anak, entah apa yang mengantar langkah Diva hingga kesini. Mengingat dia anak korban perceraian orangtua, itulah yang membuatnya menguatkan tekat untuk mengambil jurusan psikologi anak
Bahkan penampilan Diva pun kini ikut berubah, rambut yang kini sudah mulai dia panjangkan, motor sport yang kini sudah tergantikan dengan mobil bahkan Diva yang tomboy saat ini sudah mulai memakai sepatu hak. Membuat siapapun yang melihatnya terpesona
"Mau makan siang bareng aku nggak ?"tanya Devan rekan satu kampus Diva
"Nggak makasih, gue bawa bekal kok"jawab Diva
"Nggak, pembantu gue yang masakin"jawab Diva
"Hm, ya udah kalau gitu gue ke kantin yaa. Besok-besok kalau mau bawa bekal call gue yaa biar bisa makan siang bareng"ucap Devan seraya mengedipkan sebelah matanya, sedangkan Diva hanya tersenyum
Setelah makan bekal yang dia bawa, Diva la gsung keluar kelas dan pergi meninggalkan kampus. Berhubung jam pelajarannya sudah habis, Diva berinisiatif untuk pergi ke toko buku. Memilih-milih novel yang ingin dia beli, Diva benar-benar meninggalkan dunia balapannya dan mengganti aktifitasnya dengan banyak membaca
"Diva"Diva mencari sumber suara yang memanggil namanya
__ADS_1
"Lo Diva kan"ucap seseorang yang berada di balik rak buku
"Iya"jawab Diva dengan bingung, karena pada dasarnya Diva tak bisa melihat dengan siapa dia bicara saat ini. Dan tak lama kemudian lawan bicaranya berlari kecil mendekatinya
"Niko"ucap Diva
"Hehe, kirain Lo udah lupa sama gue"Niko tersenyum malu
"Nggak lh"jawab Diva
"Wah wah Diva, Lo cantik banget"dengan tanpa sadar Niko memuji penampilan Diva
"Maksud Lo ?"tanya Diva
"Eh, nggak maksud gue penampilan Lo berubah 99 derajat Celsius sumpah gue jujur"ucap Niko dengan takjubnya
"Gue biasa aja kok"balas Diva
"Lo pasti udah punya pacar kan makanya Lo bisa berubah kayak gini"tuduh Niko
"Nggak"jawab Diva dengan wajah datarnya
__ADS_1
"Ah, bodo amatlah. Diva, foto yok buat kenang-kenangan"walau sebenarnya bukan buat kenang-kenangan namun untuk menambah koleksi foto Instagram nya