
Hari semakin sore matahari sudah mulai menyembunyikan cahayanya begitupun dengan Ara dan Nathan yang sedang dalam perjalanan pulang . Sepanjang perjalanan tak ada yang banyak di bicarakan Ara terus menatap keluar jendela bahkan Nathan yang sudah mencari-cari perhatian Ara pun tak di hiraukan nya
"Ra kamu liatin apa sih ?"tanya Nathan seraya mengusap puncak kepala Ara
"Ara liat sunset"jawab Ara namun pandangannya tak lepas dari luar jendela
"Apa bagusnya sunset Ra gitu-gitu aja bentukannya"ucap Nathan
"Nathan berhenti didepan ya"Ara menunjuk kemana Ara yang harus Nathan kunjungi
"Ra ngapain kita berhenti disini ? Jangan bilang kamu ngambek cuma gara-gara aku ngomong kayak tadi . Ra jangan ngambek dong"Nathan mengekori kemana Ara berjalan
Ara berjalan mendekati danau yang disana ada taman kecil buatan pemerintah untuk pengunjung
"Nathan , sini duduk"Ara menepuk-nepuk kursi disebelahnya meminta Nathan untuk segera duduk
"Kita ngapain disini Ra ? Udah mau magrib lho"Nathan terus saja berbicara karena rasa bingungnya yang tak kunjung dapat jawaban dari Ara
__ADS_1
"Ara mau ceritain sesuatu tentang sunset"jawab Ara
"Apa ?"Nathan duduk di dekat Ara seraya memandang raut wajah Ara . Yang semakin dipandang semakin cantik ditambah dengan sinar matahari terbenam menambah kecantikannya
"Dulu waktu Ara SD mama dan papa pergi ke Belanda untuk urusan pekerjaan tapi Ara nggak boleh ikut karena waktu itu Ara ujian sekolah . Setelah selesai ujian Ara di telfon sama mama ngabarin kalau mereka mau pulang ke Indonesia , mendengar kabar itu Ara seneng banget sampai-sampai yang biasanya setiap pulang sekolah Ara pergi sama Oma ke mall khusus untuk hari itu Ara memutuskan untuk langsung pulang karena Ara pengen membuat sambutan selamat datang untuk kedua orangtua ara"Ara terdiam menundukkan kepalanya senyum terukir di wajah namun air mata memilih terjun bebas
"Ara , kamu kenapa nangis ?Nathan membawa tubuh Ara dalam dekapannya agar Ara tenang
"Ara nggak apa-apa kok"ucap Ara melepaskan pelukkan
"Udah jangan cerita lagi , kita pulang ya"bujuk Nathan
"Ceritanya besok-besok aja"ucap Nathan dengan lembut
"Nggak bisa , ini cerita tentang keluarga Ara jadi Nathan harus tau"balas Ara
"Kenapa aku harus tau ?"tanya Nathan
__ADS_1
"Karena Nathan udah kenalin Ara sama keluarga Nathan jadi Nathan juga harus tau dengan keluarga Ara"jelas Ara
"Tapi kamu jangan nangis , aku nggak bisa liat kamu nangis Ra"ucap Nathan
"Ara janji nggak akan nangis lagi"Ara mengangkat dua jari tangannya
Ara menggenggam tangan Nathan mengharap persetujuan Nathan untuk membiarkan Ara melanjutkan ceritanya . Melihat raut wajah Ara yang memohon membuat Nathan luluh dan menjawab dengan anggukan kecil
"Pulang sekolah Ara langsung minta bik Narti masak makanan kesukaan mama sama papa , Ara juga Segeran mandi dan Oma mendandani Ara agar terlihat cantik . Sejam Ara tunggu , 2jam Ara tunggu lagi , 3jam masih Ara tunggu tapi mama sama papa tak kunjung pulang , tak lama dari itu ponsel genggam Oma berbunyi yang entah apa isi pembicaraannya membuat Oma menangis dan memeluk Ara , Ara nggak tau apa-apa waktu itu tapi setelah Oma membawa Ara ke bandara barulah Ara tau kalau pesawat yang ditumpangi mama dan papa mengalami kecelakaan dan sampai sekarang jasadnya belum ditemukan"jelas Ara yang sudah menyenderkan kepalanya pada bahu Nathan
"Semenjak tragedi itu Oma memutuskan ke Belanda untuk mengurus perusahaan papa yang ada disana jadi Ara hanya tinggal bersama bik Narti dan mang Ujang . Kadang Ara kangen sama mama dan papa tapi Ara nggak tau harus bagaimana , cuma foto yang bisa Ara pandangi . Semenjak saat itu Ara suka melihat sunset dan Ara selalu berdoa suatu saat mama dan papa datang jemput Ara dan kita bisa berkumpul kembali"Ara sudah tak tahan lagi untuk menahan kesedihannya dan memilih melampiaskan tangisannya dalam pelukan Nathan
Mendengar cerita Ara membuat hati Nathan teriris-iris mengingat bagaimana seorang anak SD harus menanggung peristiwa sepahit itu
"Hari ini aku izinin kamu nangis sepuasnya tapi tidak untuk hari besok dan seterusnya"ucap nathan
"Sunset nya udah hilang kita pulang yuk"ajak Ara
__ADS_1
Nathan hanya bisa menuruti apapun keinginan Ara