SUNSET

SUNSET
Part 105


__ADS_3

Setelah mengantar Ara Nathan langsung pulang karena harus kembali belajar untuk kembali bertempur dengan soal-soal ujian besok . Niat yang awalnya ingin belajar sampai dirumah niat itu hilang setelah melihat sang papa dan bunda yang sedang asyik bermain game online tanpa menyadari sang anak pulang


Nathan berdiri dibelakang kedua orangtuanya , memandang keasyikan kedua orangtuanya bermain game online


"Ara suka game online juga nggak ya ?"


"Besok kalau kita nikah kayak mereka nggak ya ?"


Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang keluar dalam pikiran Nathan . Keharmonisan keluarganya membuat Nathan menginginkan hal yang sama ketika sudah bersama Ara . Namun disela-sela khayalan bahagianya terlintas keadaan Ara yang saat ini sedang berjuang melawan penyakit nya


"Nggak , itu nggak akan terjadi ! Ara pasti sembuh gue yakin itu"gumam Nathan seraya tersenyum dan berjalan mendekati kedua orangtuanya


"Assalamu'alaikum , Nathan pulang"ucap Nathan seraya berteriak karena ucapan salam sebelumnya tak di dengar oleh papa dan bunda


"Wa'alaikumusalam , anak bunda pulang . Udah sholat ashar nak ?"tanya Amanda


"Udah bunda"jawab Nathan


"Ya udah buruan masuk kamar , jangan ganggu kemesraan papa sama bunda nanti iri"ucap Adimas yang dihadiahi pukulan dari Amanda


"Biarin aja Bun , papa memang gitu sok mesra padalhan mah kaku kayak paku"balas Nathan


"Kata siapa papa kaku kayak paku kamu sembarangan ya"Adimas menggertak sang anak dengan bantal sofa . Sebelum lemparan dari sang papa terjadi Nathan langsung melarikan diri dari sana seraya tertawa puas melihat papa nya yang kesal

__ADS_1


"Kalian ini ribut terus"Amanda geleng-geleng kepala melihat kelakuan suami dan anaknya


"Kalau nggak ribut nggak asyik sayang"ucap Adimas mencium pipi sang istri , hal tersebut membuat Amanda tersipu malu


"Cieee , mesra beneran"teriak Nathan dari depan kamarnya membuat Adimas dan Amanda terkejut


"Heh , cicak ngintip aja balik kamar"balas Adimas


"Mas"panggil Amanda


"Apa sayang ?"tanya Adimas


"Anak nya kok dibilang cicak sih"ucap Amanda kesal


"Tuh kan pa bunda ngambek"ucap Nathan kembali


"Heh , masuk kamar atau sekolah jalan kaki"ancak Adimas


"OPS nggak bisa kunci motor dan mobil sama Nathan"jawab Nathan


"Ban mobil dan motor di garasi"balas Adimas


"Mas mau ngempesin semua ban mobil dan motor Nathan ?"tanya Amanda

__ADS_1


"Iya kalau dia nggak mau masuk kamar"jawab Adimas


"Yaaah , papa mainnya ngancam"ucap Nathan tertawa terbahak-bahak


"Bodi amat"jawab Adimas


"Oke karena Nathan anak yang baik hati , tampan dan rajin menabung Nathan akan masuk ke kamar . Selamat bersenang-senang"Nathan berlalu kekamarnya dengan cepat


"Papa kan malu ih diliatin sama anak"ucap Amanda


"Biarin aja Bun , papa yakin dia juga sering mesra-mesraan sama pacarnya"jawab Adimas


"Tapi kan pa"Amanda masih merasa malu pada sang anak


"Udah biarin aja , kita pindah kekamar aja yuk"ajak Adimas


"Kalau disini memangnya kenapa ?"tanya Amanda


"Takut anak cicak balik lagi terus gangguin kita"jawab Adimas


"Berarti kita orangtua cicak dong mas ?"tanya Amanda


"Hahaha , kita tetap manusia dong bun . Keluarga kita beda dari yang lain , kuarga kita limited edition"jelas Adimas

__ADS_1


Amanda hanya tersenyum mendengar penjelasan sang suami dan mengikuti arah langkah sang suami dari belakang . Rumah mewah Adimas semakin terasa sepi dikala sang anak-anak tumbuh dewasa , membuat Adimas selalu mencari celah untuk bercanda dengan sang anak saat mereka pulang kerumah agar suasana rumah kembali ramai sama seperti mereka kecil dulu


__ADS_2