
Jam pelajaran sekolah telah berakhir seluruh siswa-siswi SMA BhinaBakti berhamburan di seluruh penjuru sekolah , berbeda dengan Thalita , Ara dan Puji yang masih di dalam kelas untuk merapikan buku-buku mereka kedalam tas
"Ra berhubung pacar Lo nggak ada gimana kalau kita pergi ke mall , kita shopping , nonton dan ya sekalian cuci mata"ajak Puji
"Wah ide bagus juga itu lagian udah lama juga kita nggak ngemall kan"tambah Thalita
"Ara mau , tapi untuk sekarang Ara nggak bisa karena Ara harus tidur siang biar nggak ngantuk nanti malam"jawab Ara
"Mau ngapain Lo entar malam ? Clubing Lo ya ?"tuduh Puji
"Clubing itu apa ?"tanya Ara dengan polosnya
"Udah jangan dengerin Puji . Emang Lo mau ngapain entar malam ?"tanya Thalita
"Ara mau nonton sahabat Ara balapan"jawab Ara dengan senyuman polosnya
"Anak paud kita otaknya tercemar"ucap Puji
"Iya udah Lo pulang sama siapa ?"tanya Thalita
"Ara dijemput sama mang Ujang"jawab Ara
"Ya udah buruan kita keluar takutnya nanti mang Ujang nungguin Lo"ajak Puji
Thalita dan Puji berjalan beriringan dengan Ara menuju parkiran siapa tau mang Ujang sudah datang . Namun sampainya di parkiran mang Ujang belum datang
__ADS_1
"Kalian pulang aja duluan , biar Ara nunggu mang Ujang ya di pos satpam aja"ucap Ara
"Nggak bisa gitu , Lo teman kita jadi biarin kita nemenin Lo sampai mang Ujang ngejemput Lo . Jangan fikirin kita karena kita bawa mobil dan kalaupun mang Ujang nggak jemput Lo kita bisa ngantarin Lo pulang , iya nggak Tha ?"Puji meminta persetujuan Thalita
"Yoi brai , udah santai aja"jawab Thalita seraya menepuk bahu Ara pelan
Mendengar ucapan Thalita dan Puji membuat Ara terharu , sampai berlinangan air mata
"Lo kenapa nangis Ra ?"Puji yang melihat Ara menangis dibuat terkejut dan Thalita sontak langsung melihat Ara
"Lo kenapa Ra ? Kaki Lo nggak ke injek kok"ucap Thalita mendapat tatapan tajam dari Puji
"Ara terharu , kalian baik banget sama Ara"dengan cepat Ara memeluk kedua temannya
"Ya elah gue kira kenapa , untung gue nggak jantungan"Puji yang mendengar ucapan Thalita dengan cepat memukul pundak Thalita
"Jangan gitu"jawab Puji
Saat sedang sesi haru meng haru klakson mobil menyadarkan mereka dari kisah haru . Mereka bertiga melihat kearah suara klakson berbunyi dan ternyata klakson itu berasal dari mobil mang Ujang yang sudah datang menjemput Ara . Dengan cepat Ara berlari menuju mobil dan tak lupa pula berpamitan kepada kedua temannya
"Makasih ya udah nemenin Ara , Ara pulang dulu da da"Ara berlari kecil seraya melambai-lambai kan tangannya
Mang Ujang yang melihat interaksi Ara dan kedua temannya dibuat bahagia dan tak lupa untuk mengabadikan momen kebahagiaan Ara tersebut
"Maaf ya neng Mamang lama jemput nya tadi Mamang antri isi bensin di Pertamina"jelas mang Ujang
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa kok mang , Ara malah bersyukur hari ini mang Ujang datang jemput Ara telat"ucap Ara
"Kok bisa gitu ?"tanya mang Ujang penasaran
"Karena Ara bisa tau kalau ternyata Ara punya temen baik"jawab Ara
"Syukur Alhamdulillah kalau neng Ara bahagia mang Ujang juga ikut bahagia"mang Ujang tersenyum bahagia mendengar ucapan Ara yang bahagia
"Tapi mang , Ara takut mereka jauhin Ara kalau mereka tau Ara penyakitan"ucap Ara lirih
Mendengar ucapan Ara membuat hati mang Ujang seakan teriris , dengan cepat mang Ujang menepikan mobil nya
"Kok kita berhenti disini mang ?"tanya Ara bingung
"Neng dengerin Mamang ya , kalau mereka meninggalkan Ara karena tau Ara punya penyakit berarti mereka bukan teman yang baik buat Ara . Bahkan Ara juga harus ingat teman yang baik tidak akan meninggalkan temannya dalam keadaan apapun itu , lagian Mamang yakin neng Ara pasti akan sembuh"mang Ujang mengelus kepala Ara dengan penuh kasih sayang
"Tapi kan mang Ujang juga denger apa yang dibilang sama dokter Minggu lalu kalau penyakit Ara semakin parah"ucap Ara
"Ara harus tau kalau takdir kita ada ditangan Allah , hidup dan matinya manusia itu Allah yang menentukan bukan dokter atau siapapun itu"jelas mang Ujang
"Sekarang neng Ara jangan banyak fikiran , neng Ara harus bahagia terus , jangan sampai kecapekan dan jangan lupa minum obatnya oke neng"mang Ujang terus berusaha untuk menguatkan Ara
"Mamang yakin Ara bisa sembuh ?"tanya Ara
"Yakin dong , Mamang yakin 100% jadi neng Ara juga harus yakin kalau neng Ara bisa sembuh"jelas mang Ujang
__ADS_1
"Oke , Ara yakin kalau Ara bisa sembuh . Semangat Ara"Ara memberi semangat pada dirinya sendiri
Dengan melihat Ara yang sudah kembali bersemangat barulah mang Ujang kembali melanjutkan perjalanan pulang kerumah dengan hati lega karena mood Ara sudah kembali