
Nathan berjalan menyusuri setiap lorong sekolah berjalan menuju kelas Ara . Kelas Ara begitu ramai yang kebetulan guru yang mengajar tak datang hari ini . Nathan melihat Ara dari luar jendela , Ara sedang tersipu malu saat teman satu kelasnya sedang menggombal di depannya
"Sama dia senyum Lo , coba saat sama gue ditekuk terus tu kepala"gumam Nathan
Nathan melihat teman satu kelas Ara yang sedang menggombal tiba-tiba memegang tangan Ara dan merubah raut wajahnya menjadi serius membuat Nathan semakin penasaran apa yang akan dia lakukan
"Ra Lo mau nggak jadi,,"kata-kata nya terhenti saat suara Nathan yang sudah menggema di dalam kelas
"Jadi apa ? Mau ngapain pegang-pegang tangan pacar gue"Nathan berjalan mendekati Ara dan melepaskan tangan Ara dari genggaman teman sekelas Ara
"Pacar ?"kata-kata pacar mampu membuat semua orang didalam kelas berbisik-bisik
"Lo , kenapa Lo diam aja dia gangguin pacar gue ? Lo kan tau kalau Ara pacar gue"tanya Nathan
"Mana gue tau , gue kira cuma bercanda nyatanya beneran"jawab Thalita dengan nada bicara yang mulai mengecil
"Gue kasih tau ya sama Lo kalau dia pacar gue , berani Lo deket-deket dia lagi gue habisin Lo"ancam Nathan
Lawan bicara Nathan hanya bisa terdiam malu , dia tidak menyangka bahwa Ara si anak baru sudah memiliki kekasih
"Lo juga udah punya pacar masih aja mau di gombalin sama buaya kayak dia"ucap Nathan pada Ara yang dari tadi hanya diam
"Tapi kan Ara bukan"Nathan langsung menutup mulut Ara
"Udah Lo nggak usah susah-susah ngejelasin gue percaya kok sama Lo"ucap Nathan
Setelah melepaskan tangannya dari mulut Ara Nathan langsung bergegas membawa Ara keluar dari kelas
"Kita mau kemana ?"tanya Ara
"Udah ikut aja , jangan banyak tanya"jawab Nathan
Nathan menarik tangan Ara menuju taman belakang sekolah , sampai lupa kalau ditangan kirinya sudah membawa sarapan untuk Ara . Sampainya di taman Nathan menatap Ara
"Kita mau ngapain disini ?"tanya Ara
"Gini gue kasih tau sama Lo ya . Sekarang Lo pacar gue jadi Lo nggak boleh deket-deket sama cowok lain , paham"jelas Nathan
"Tapi kan Ara nggak mau jadi pacar Nathan"jawab Ara polos
"Oke gue kasih Lo pilihan . Lo pilih pacaran sama gue atau semua cowok yang deketin Lo gue bunuh"ucap Nathan
"Nathan nggak boleh ngebunuh orang sembarangan , dosa"jawab Ara
__ADS_1
"Bodo amat , jadi gimana apa pilihan Lo ?"tanya Nathan seraya menaikkan alis matanya sebelah
"Kalau nggak milih keduanya gimana ?"tanya Ara
"Bisa , tapi Lo yang gue bunuh mau Lo ?"tanya Nathan kembali
"Nggak usah di bunuh juga , bentar lagi juga Ara pergi"jawab Ara dengan senyuman namun Nathan tak terlalu memperdulikan kata-kata Ara
"Buruan Lo pilih salah satu , kalau Lo nggak mau jawab berarti Lo milih semua cowok yang deketin Lo gue bunuh"ucap Nathan yang mulai melangkahkan kakinya untuk pergi namun belum sempat pergi tangan Nathan di pegang oleh Ara
"Jangan ! Iya deh Ara mau jadi pacarnya Nathan"jawab Ara pasrah
"Nah gitu dong , dari tadi kek jawabnya jadi gue nggak harus buang-buang waktu"ucap Nathan
"Jadi selama Lo jadi pacar gue Lo nggak boleh dekat-dekat sama cowok mana pun , Lo harus turutin apa kata gue . Paham kan ?"tanya Nathan
"Iya , tapi Nathan jangan marah-marah sama Ara"ucap Ara
"Emang kenapa ? Suka-suka gue lah"ucap Nathan
"Ara takut , Nathan kalau marah nyeremin"jawab Ara
"Maksud Lo apa ngomong kayak gitu ? Lo mau bilang kalau gue mirip setan ?"tanya Nathan
"Sama aja"ucap Nathan
"Udah lah kali ini Lo gue maafin , oiya gue lupa ni buat Lo"Nathan memberikan plastik yang berisi nasi goreng
"Ini apa ?"tanya Ara seraya melihat isi kantong plastik tersebut
"Tadi gue mau sarapan , karna Lo ngerusak Mood gue , jadi males gue makannya . Lo aja yang makan"ucap Nathan
"Tapi Ara udah sarapan"balas Ara
"Pokoknya Lo harus makan nasi gorengnya , Lo nggak boleh mubazir . Kalau dibuangkan sayang duit gue"jawab Nathan
Dengan berat hati Ara membuka bungkusan nasi goreng dan memakannya suapan demi suapan
"Makan itu baca doa jangan cemberut aja . Nggak ikhlas Lo makan nasi goreng gue ?"tanya Nathan
"Nggak kok Ara ikhlas"jawab Ara seraya tersenyum pasrah
"Gitu dong"balas Nathan
__ADS_1
"Nathan nggak masuk kelas ?"tanya Ara
"Males gue , lagian masuk pun gue bakal dihukum mending duduk disini aja sampai bel bunyi"jawab Nathan
Ara hanya menanggapi jawaban Nathan dengan anggukan . Perlahan nasi goreng pun habis dilahap oleh Ara , Ara benar-benar kekenyangan
"Aduuh , perut Ara"keluh Ara
"Kenapa perut Lo ?"Nathan panik mendengar keluhan Ara
"Perut Ara rasa nya mau meledak"mendengar jawaban Ara membuat Nathan kembali pada tempat duduknya
"Kirain kenapa , perut mana bisa meledak Ara . Palingan Lo kekenyangan , jangan lebay deh"ucap Nathan
"Tapi meneran , perut Ara besar . Atau jangan-jangan Ara hamil gara-gara makan nasi gorengnya Nathan"ucap Ara
"Hahaha , gila Lo . Mana bisa hamil cuma gara-gara makan nasi goreng"Nathan tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ara barusan
"Kata Sabahat Ara , Ara nggak boleh Nerima makanan atau minuman dari cowok entar Ara bisa hamil"jelas Ara
"Sahabatan sama orang gila ya iyalah"ucap Nathan
"Lo nggak bakal hamil , tenang aja . Kecuali Lo nyentuh adek gue kemungkinan Lo bisa hamil"tambah Nathan
"Nathan punya adek ?"tanya Ara
"Punyalah , gue bawa kemana-mana malah"jawab Nathan
"Kok Ara nggak pernah liat"Ara melihat kesekitar taman namun tak kunjung melihat apa yang dia cara
"Dia gue umpetin lah , nggak sembarang orang bisa liat dia"jawab Nathan
"Kalau Ara boleh liat nggak , siapa tau Ara bisa temenan sama adeknya Nathan"ucap Ara
"Hahaha , gila Lo"Nathan berdiri dari tempat duduknya dan langsung melangkahkan kaki berjalan meninggalkan Ara
"Nathan mau kemana ?"tanya Ara
"Kekelas , bel bentar lagi bunyi . Buruan sana Lo kekelas juga"ucap Nathan tanpa berbalik arah
"Ara salah ya ?"gumam Ara
Ara terdiam melihat kepergian Nathan dan setelah bayangan Nathan menghilang barulah Ara juga pergi kekelas
__ADS_1