SUNSET

SUNSET
Do Not Be Selfish


__ADS_3

Pekerjaan Zeva belum selesai bahkan waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Ia lalu melirik Jam tangan di pergelangan tangan kirinya, dan menghela nafas berat. Sudah 3 hari ini terjadi, karna ia harus menyelasaikan proyek barunya. Dan malam ini ia akan mengirim permintaan pada perusahaan LightGruop di Maroko. Tapi kali ini sepertinya ia akan pulang lebih lambat, dikarenakan ada masalah dengan jaringan di kantornya.


"Mengapa ini tidak bisa terkirim?? ini sudah 2 jam aku menunggu" Gumam Zeva di depan komputernya.


Ia lalu beralih ke ponselnya, dan menghubungi seseorang. Dan di panggilan pertama ia tak berhasil menghubungi orang itu. ia mencoba lagi, hingga kali ke empat orang itu menggangkat telpon Zeva.


"Kenapa kau tak mengangkat telponku??? Kenapa Wi-Fi di kantor tidak berfungsi?? ini memperlambat pekerjaan ku.


Dan seberang sana Sekertaris Hang baru saja terlelap setelah menjaga ibu nya yang mengidap penyakit Kanker. Ia mendengar dering telpon tanpa ada keinginan untuk mengangkat. Hingga ia mendengar ponselnya berdering untuk ke 5 kalinya, ia pun bangkit dan mengambil ponselnya di atas meja. Setelah mendengar suaranya Sekertaris Hang sudah menebaknya, pasti ada sesuatu yang terjadi.


"Wi-Fi!!!" Serunya dalam hati mengingat ia lupa membayar tagihan Wi-Fi.


"Maafkan aku Nona, aku lupa membayar tagihannya" Jawabnya pasrah, karena keteledorannya.


"Astaga... Sekertaris Hang, Kau tahu! aku sedang mengirim email ke Maroko dan tidak bisa karena Wi-Fi nya terputus!!! Aku berharap malam ini adalah yang terakhir aku menyelesaikan tugasku. Ini jadi terhambat karena kau lupa membayar tagihannya! Apa harus aku juga yang membayar semua tagihan??" Katanya marah karena kecerobohan sekertarisnya.


"Maafkan aku Nona, aku akan datang ke kantor sekarang juga" Katanya seraya bergegas mengenakan jasnya dan berjalan keluar dari ruang rawat ibunya.


"Tidak perlu, aku hanya perlu Wi-Fi! apa jika kau datang kau Wi-Fi nya akan berfungsi?" Jawab Zeva. Menghentikan langkah sekertaris Hang di perempatan koridor rumah sakit.


"Kau datang saja besok pagi dan bayar tagihannya" Lanjut Zeva dengan kesal lalu menutup telponnya.


"Ya, selamat malam nona" Balas Sekertaris Hang namun Zeva sudah memutuskan telponnya.


Sekertaris Hang menghela nafas, lalu kembali ke kamar rawat ibunya.


Berbeda dengan Zeva, saat ini ia baru saja memasuki lift. Zeva terus melangkahkan kakinya setelah pintu lift terbuka. Ia lalu bergegas melangkahkan kakinya, entah kenapa malam ini terasa berbeda dengan malam sebelumnya, kantornya benar benar sepi tak ada orang kecuali, dirinya. Ia bergesas memasuki mobilnya.


***


Getaran Ponsel di irisi deringannya berbunyi di atas nakas samping tempat tidur. Zeva langsung meraihnya tanpa membuka matanya.


"Halo?" Tanyanya lirih layaknya orang baru bangun tidur.


"Apa kau baru bangun tidur?" Sahut orang yang menelpon Zeva sambil terkekeh.


"Satria?" Ucap Zeva langsung membelalakkan mata.


"Sepertinya tebakan ku benar kau baru bangun tidur, buktinya kau bahkan tidak melihat siapa yang menelponmu" Jawabnya Satria lagi


"Iya. Aku baru bangun, ada apa kau menelponku pagi pagi seper--- Astaga jam sembilan?!" Kata Zeva kaget karena baru melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


Satria di seberang sana terkekeh mendengar lawan bicara di telpon terkejut menyadari ini sudah hampir siang.


"Hari ini kita akan mengadakan pertemuan jam 3 sore ini, untuk acara liburan musim panas bersama anak anak" Jawab Satria sambil terkekeh


"Baiklah" Balas Zeva

__ADS_1


"Dan sepertinya pertemuan ini akan di adakan di kantor Nadine" Lalu Satria menutup telponnya.


"Huhhh..." Zeva menghela nafasnya.


Ia lalu bergegas menuju kamar mandi dan bersiap menuju kantor. Zeva mengenakan kemeja biru langit dan rok span selutut berwarna hitam.


***


"Nona Agatha, ada yang ingin bertemu dengan Anda" Seru sekertaris Hang.


"Siapa?" Tanya Zeva karena menurutnya hari ini tak ada janji untuk bertemu seseorang


"Dia mengaku teman seangkatanmu, Nona" Jawab sekertaris Hang.


"Baiklah kalau begitu suruh dia masuk" Tintah Zeva.


Sekertaris Hang pun keluar dari ruangan dan menyampaikan pada tamu yang sudah di izinkannya masuk.


Zeva sudah duduk di sofa, menanti siapa teman seangkatan yang ingin menemui nya.


"Zeva!!" Sapa orang itu.


"Angel, Meghan? kalian,,, kalian ada apa menemuiku?" Tanya Zeva lalu berdiri menyambut keduanya.


"Hmm, kami datang untuk menyampaikan berita bahagia!" Kata Angel duduk di sebelah Zeva.


"Meghan bakal nikah bulan depan!!" Jawab Angel antusias.


"Apa? dengan siapa?" Tanya Zeva lebih antusias kini ditambah dengan binar matanya.


"Tentunya dengan tuan Aryanata, cinta pertamanya itu?!" jawab Angel lagi,


Meghan hanya mengeleng gelengkan kepalanya melihat tinggal kedua sahabatnya itu.


"Benarkah?? Wah, Meghan! kau harus meneraktir kami nanti" Pinta Zeva


"Hahaha, kau ini bisa saja mencari kesempatan untuk memeras aku!" jawab Meghan sambil tertawa


"kalian ingin minum apa, akan aku pesankan"Tanya Zeva berdiri kearah telpon di atas meja kerjanya.


"Cappuccino" "Green tea"


Mereka berdua menjawab bersamaan walau minuman yang mereka inginkan berbeda.


"Kekompakannya belum berakhir ternyata" guman Zeva, lalu memerintahkan Asistennya untuk membawakan minuman. Iapun segera kembali duduk di samping Angel.


"Zeva, apa pak Hang itu sekertarismu?" tanya Meghan ketika Zeva baru saja mendaratkan bokongnya di atas sofa.

__ADS_1


"Iya, sebenarnya dia adalah manager ku, tapi karena aku terbiasa memanggilnya sekertaris Hang, jadi aku tetap memanggilnya seperti itu hingga sekarang" jelas Zeva


"Ahhh"


"Kenapa? kau mengenalnya dari mana?" lanjut Zeva


"Tidak, aku mengenalnya karena ibunya adalah salah satu pasien ku, ibunya sudah 3 bulan ini dirawat secara intensif di RS" jelas Meghan


"Jadi ibu Sekertaris Hang sakit 3 bulan terakhir ini?" Kata Zeva terkejut.


Meghan mengangguk membenarkan.


"itulah sebabnya sekertaris Hang tidak terlalu kompoten dalam bekerja" Kata Zeva dalam hati.


\*\*\*


"Jadi apa nama acaranya?" tanya Nadine di akhir rapat persiapan musim panas bersama anak anak.


"ShineForest" Usul Satria


"Aku setuju" balas Daniel sambil mengangkat tangan kanannya


"okey, Nama acaranya adalah Shine Forest. aku sudah mengirim email kepada kalian dan sudah aku publikasikan" jelas Nadine dengan mata masih fokus pada laptop.


Setelah rapat itu selesai Zevapun menelpon sekertaris Hang untuk menjemputnya.


"Sekertaris Hang, aku ingin mengucapkan sesuatu padamu" kata Zeva lembut


"Katakan saja Nona, kenapa kau terlihat tidak enak hati seperti itu?" Balas sekrtaris Hang ingin langsung ke inti nya, karena biasanya Zeva tidak suka berbasa basi.


"Aku ingin minta maaf padamu" Kata Zeva


"Atas dasar apa? kau tidak melakukan sebuah kesalahan" balas sekertaris Hang seraya melirik Zeva lewat spion.


"Aku merasa aku terlalu egois, Karena terus memarahimu bila kau melakukan kesalahan, padahal kesalahan itu cuma kesalahan sepele"


"Nona, aku selalu bisa memahamimu selama ini, dan aku tidak pernah merasa membencimu Karena kau selalu memarahiku, sebab aku tahu, kesalahan besar juga terjadi dari kesalahan kecil"


"Tetap saja aku merasa tidak enak, apalagi setelah mendengar bahwa ibumu sakit kanker stadium akhir, aku benar benar sedih"


"Ini semua karena Tuhan menghendaki," balas sekertaris Hang tetap fokus mengendarai mobil.


"Nanti ajaklah aku menjenguk ibumu"


"Jadi dokter Meghan itu temanmu?" tanya sekertaris Hang.


"entahlah, menurutku dia lebih dari sekedar teman" jawab Zeva sambil memandang keluar jendela mobil.

__ADS_1


__ADS_2