
Bel sekolah berbunyi menandakan jam pelajaran berganti dengan jam istirahat . Seperti biasa Ara , Puji dan Thalita pergi menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah sedari tadi berbunyi bahkan guru menerangkan pelajaran pun tak mereka dengarkan
"Ra bodyguard Lo mana ?"tanya Puji
"Ara nggak punya bodyguard"jawab Ara
"Maksud dia pacar Lo , si Nathan tumben banget nggak ngantarin Lo ke kelas tadi pagi"jelas Thalita
"Ara juga nggak tau dia kemana , tapi kata bik Narti tadi pagi Nathan ada pekerjaan mendadak"jawab Ara
"Beban orangtua aja kebanyakan gaya ada kerjaan"ucap Thalita
"Udah ah kalau gosip terus kapan nyampai kantinnya"Puji menarik Thalita dan Ara agar langkah mereka bertambah cepat
Karena kantin nggak begitu ramai Ara , Thalita dan Puji tak kesusahan mencari meja kosong . Dan saat ini giliran Puji untuk memesan makan siang mereka
"Mau makan apa hari ini ?"ucap Puji bak pelayan restoran
"Gue pesan siomay pakai es jeruk tapi nggak pakai batu es"ucap Thalita
"Es jeruk tanpa batu es emang masih bisa dingin ?"tanya Ara
"Ucapan Thalita Lo dengerin"Puji geleng-geleng kepala mendengar lelucon Thalita yang garing
__ADS_1
"Lo nggak bisa diajak bercanda ya , serius aja bawaannya"tambah Thalita
"Hehe , Ara kan nggak tau . Thalita nggak bilang dulu ke Ara"jawab Thalita
"Suka-suka Lo dah , buruan pesan keburu pingsan gue entar"Thalita berekting seolah-olah cacing-cacing diperutnya sudah memberontak
"Ara itu , apa tadi ya Ara lupa"Ara kembali melihat menu yang dia pegang
"Ah iya Ara mau soto Betawi tapi nggak pakai nasi ya , minumnya teh es aja"Ara memberikan menu pada Puji
"Siap nyonya , pesanan anda akan segera saya bawakan"Puji bergegas pergi memesan makanan
Tak butuh waktu lama bagi Ara dan Thalita untuk menunggu , kini Puji sudah berjalan lenggak-lenggok membawa nampan pesanan mereka
"Kuah siomay nya kok ada kacang , gimana sih mbak pelayanannya kurang memuaskan saya kasih bintang satu"ucap Thalita
"Kepala Lo peang mana ada kuah siomay nggak pakai kacang"jawab Puji
"Ya kali aja ad yang buat varian baru"jawab Thalita
"Lo kira kue ada banyak variannya"ucap Puji
"Hehe , kali aja . Enak apa laper Ra ?"Thalita melihat Ara yang sudha menyantap setengah dari makanan nya
__ADS_1
"Ara laper , nungguin Puji sama Thalita debat entar Ara keburu pingsan"jawab Ara dengan gelak tawa
Ucapan Ara mengingatkan Puji pada kata-kata Thalita sebelum dia pergi memesan makan siangnya
"Haha , mampus Lo kebanyakan gaya kan dibalikin kata-kata nya sama anak paud"Puji seolah-olah tak mau kalah dengan tawa Ara , dia pun ikut tertawa terbahak-bahak membuat seluruh pengunjung kantin memperhatikan kemeja mereka
"Suara Lo jangan gede-gede curut diliatin orang noh"Thalita menoyor kepala Puji untuk segera menghentikan tawa nya dan memperhatikan sekitar . Setelah melihat kesekitar Puji langsung diam seketika
"Liat apa Lo pada hah"ucapan Puji mampu membuat pengunjung kantin yang awalnya memperhatikan dia langsung menunjukkan kepala
"Wiih , ternyata jiwa singa betina Lo masih fungsi juga ya . Gue kira udah ciut"Thalita menepuk pundak Puji dengan bangga
"Alhamdulillah Ara kenyang"ucapan Ara membuat Thalita dan Puji langsung melihat Ara dan memperhatikan mangkok soto yang sudah tak ada isinya
"Mangkok Lo bocor Ra ?"tanya Thalita
"Nggak ?"Ara mengangkat mangkoknya dan memperhatikan kalau saja ada tetesan kuah soto dibawah mangkok
Mendengar jawaban Ara membuat Thalita dan Puji saling tatap dan kembali memperhatikan mangkok Ara
"Kita terlalu lama berargumentasi"ucap Puji pelan dan dijawab dengan anggukan oleh Thalita
"Ya udah tugguin kita selesai makan dulu baru pergi kekelas oke"Ara langsung mengangguk dengan cepat
__ADS_1