SUNSET

SUNSET
Part 76


__ADS_3

Nathan yang awalnya ingin menemui Ara namun niatnya dia urungkan setelah melihat obat-obatan yang dia curi dari dalam tas Ara . Nathan memegang obat itu sekilas lalu dengan cepat memutar stir mobil untuk berbalik Ara menuju rumah sakit ternama ibu kota , sampainya dirumah sakit Nathan langsung menuju ruangan farmasi Dimana tempat dia bisa bertanya mengenai obat yang di pegang saat ini


"Permisi ada yang bisa saya bantu"ucap sang suster


"Maaf dok tolong cek ini obat apa ya ?"Nathan memberikan beberapa obat yang dia curi didalam tas Ara


"Oke tunggu sebentar ya"saat suster ingin beranjak pergi Nathan menghentikan langkah suster tersebut


"Suster saya nggak punya banyak waktu untuk nunggu , tapi ini kartu nama saya nanti saya minta tolong kalau suster udah tau ini obat apa telfon saya aja ya sus"jelas Nathan dan suster pun menjawab dengan anggukan


Setelah mendapat persetujuan dari sang suster Nathan langsung bergegas menuju parkiran untuk segera kerumah Ara . Dia tak ingin wanitanya pergi ketempat balapan liar yang menurutnya disana pasti banyak perkumpulan laki-laki hidung belang yang mampu merebut Ara darinya


Saat Nathan hampir mendekati rumah Ara Nathan melihat Ara yang sudah duluan menaiki sebuah taksi online pesanannya . Tanpa menunggu lama Nathan langsung mengejar taksi tersebut dan menghentikan jalan taksi . Saat taksi berhenti dan sang supir ingin marah , Nathan sudah duluan meminta maaf


"Maaf pak saya buru-buru"ucap Nathan yang langsung membuka pintu penumpang


"Nathan"Ara yang semula hanya fokus pada ponsel genggam nya dibuat terkejut karena Nathan membuka pintu mobil taksi untuknya


"Kamu sangat nakal baby"ucap Nathan


"Ada apa ini ?"tanya pak supir taksi


"Maaf pak telah menculik penumpang anda pak , tapi saya hanya menjemput istri saya yang sedang melarikan diri . Anggap saja ini ongkos istri saya dari rumah sampai sini , hari sudah malam sebaiknya bapak pulang dan beristirahat"Nathan memberikan sepuluh lembar uang merah pada sang supir membuat bapak supir yang awalnya bermuka masam kini berubah menjadi bahagia

__ADS_1


"Terimakasih den , lain kali kalau ada masalah selesaikan baik-baik ya neng jangan lari dari rumah"jelas bapak supir taksi


"Biasa pak"ucap Nathan tersenyum menahan tawa


"Ya udah kalau begitu saya permisi dulu den"sang bapak taksi online dengan cepat meninggalkan Nathan dan Ara


Disaat Nathan masih asyik dalam khayalan nya ada Ara yang sedang berada dalam kebingungan


"Nathan"panggilan Ara mampu membuat Nathan kembali pada dunia nyata


"Iya ada apa Ra ?"tanya Nathan


"Kamu sama bapak supir taksi tadi ngomongin apa ? Asyik banget kayaknya"tanya Ara


Setelah Ara duduk dengan nyaman begitupun Nathan yang sudah menyusul


"Kamu mau kemana Ra malam-malam kayak gini ?"tanya Nathan


"Ara mau nonton Nala balapan"jawab Ara dengan polosnya


"Nala ? Balapan ? Kamu tau dari mana ?"tanya Nathan kembali


"Beberapa hari yang lalu Nala minta Ara untuk nonton dia waktu balapan"jawab Ara kembali

__ADS_1


"Terus kamu mau ?"tanya Nathan


"Iya , kan udah lama juga Ara nggak pergi liat Nala balapan"jelas Ara


"Berarti selama ini kamu sering liat Nala balapan ?"Nathan benar-benar penasaran sejauh mana Nala membawa pacarnya ya bergaul


"Iya , Nala yang ajak Ara . Ara senang disana orangnya baik-baik"jawab Ara


"Terus kamu deket-deket sama cowok di sana ?"tanya Nathan lagi


"Nggak , Nala nggak ngebolehin teman cowoknya dekati Ara"ucap Ara


"Emangnya kenapa ?"lagi , lagi dan lagi Nathan dibuat penasaran


"Ara juga nggak tau kenapa . Kok Nathan banyak tanya , ayo kita pergi nonton balapan Nala sama-sama . Ara yakin Nala pasti bahagia melihat kita berdua disana"ajak Ara


"Pergi nggak ya , kalau nggak pergi entar Ara ngambek tapi kalau pergi liat Nala balapan gue takut dia kenapa-kenapa"batin Nathan


"Nathan , ayo jalan"ucap Ara


"Ah bodo lh , lagian gue juga mau liat skill Nala dalam balapan gimana"batin Nathan


Dengan bermodalkan bissmilah Nathan menjalankan mobilnya menuju tempat balapan liar sang adik bungsu . Mengendarai mobil dengan satu tangan dan tangan yang satunya lagi masih setia menggenggam tangan Ara dengan erat

__ADS_1


__ADS_2