
Karena perdebatan semakin besar sang Security pun turun tangan untuk memisahkan antara Diva dan sang dokter
"Dokter jenny, nama anda begitu cantik tapi tidak dengan Atika anda. Sangat disayangkan "ucap Diva kesal
"Wah, saya fikir anda orang yang berpendidikan ternyata nggak. Sangat bertolak belakang dengan sifat dokter Reyhan"balasnya
"Oh ya ?"Diva tersenyum seraya menaikkan sebelah alis matanya
Dari luar rumah sakit Reyhan yang baru sampai dibuat kebingungan dengan tindakan Security yang tiba-tiba lari dari tempat penjagaan, berjalan dengan cepat Reyhan mengikuti langkah Security dan betapa terkejutnya dia melihat Diva dan dokter Jenny yang sedang berdebat
"Ada apa ini ?"tanya Reyhan tiba-tiba mampu membuat perdebatan antara Diva dan dokter Jenny terhenti . Tanpa menyia-nyiakan kesempatan Diva langsung mendekati Reyhan dan mengandeng tangan Reyhan
__ADS_1
"Mas, tadi aku nggak sengaja menabrak dokter Jenny dan sudah meminta maaf tapi dokter Jenny malah marah-marah"adu Diva pada Reyhan
"Hp kamu kenapa pecah gitu ?"Reyhan yang tak sengaja melihat layar ponsel Diva yang sudah pecah pun menjadi penasaran
"Tapi waktu aku nggak sengaja nabrak dokter Jenny hp aku jatuh tapi nggak apa-apa terus karena dokter Jenny narik tangan aku kencang jadi jatuh lagi sampai kayak gini"jelas Diva dengan manja membuat dokter Jenny semakin kesal dengan Diva
"Dokter Jenny saya meminta maaf atas ketidaksengajaan istri saya yang sudah membuat dokter Jenny mungkin kesal namun ada baiknya tidak perlu sampai membuat keributan seperti ini, ini rumah sakit bukan lapangan"ucap Reyhan tegas
"Dokter Reyhan saya sebenarnya tidak mau membuat keributan hanya saja saya cuma ingin memberikan istri dokter nasehat tapi dia malah marah-marah"mendengar ucapan dokter Jenny membuat Reyhan menatap Diva yang sudah bergelayut manja di tangannya . Diva yang sadar diberikan tatapan tanda tanya langsung menggelengkan kepalanya dengan manja membuat Reyhan memejamkan matanya sejenak lalu mengelus puncak kepala Diva
"Satu lagi dokter Jenny, perempuan berpendidikan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin bukan dengan memancing keributan. Apalagi dirumah sakit, sangat disayangkan"setelah selesai berbicara Reyhan kembali melanjutkan perjalanan menuju ruangan kerja namun ditahan oleh Diva
__ADS_1
"Ada apa ?"tanya Reyhan
"Tunggu sebentar"ucap Diva
"Dokter Jenny"Diva menatap dokter Jenny dengan menjulurkan lidahnya seraya tersenyum menunjukkan tanda kemenangan, Reyhan yang melihat kelakuan Diva hanya bisa menahan senyumnya dan kembali merangkul Diva agar segera pergi dari pandangan banyak orang
Diva sangat puas dengan kemenangannya kali ini, ini lebih menyenangkan dibanding menang balapan. Sangking bahagianya sampai tak sadar kaki Diva terus mengikuti kemana arah langkah Reyhan dengan tangan yang masih setia bergandengan satu sama lain. Sampainya di ruangan kerja, Reyhan kembali menatap Diva yang masih dengan senyumannya
"istriku manjanya udah ?"pertanyaan Reyhan barusan mampu membuat Diva terkejut dan langsung melepaskan tangannya dari lengan kokoh Reyhan
"kok aku dibawa kesini mas ?"tanya Diva
__ADS_1
"Ya memangnya kamu mau kemana lagi kalau bukan kesini"jawab Reyhan dengan santainya
"Iih, seharusnya sekarang aku udah di ruangan nya mamanya Anna"Diva bergegas mengambil bawaannya yang ada ditangan Reyhan dan berlalu pergi begitu saja. Reyhan yang melihat kelakuan Diva yang tiba-tiba membuatnya semakin