SUNSET

SUNSET
Part 98


__ADS_3

Saat perjalanan pulang ya g awalnya Vito dan Aisyah saling bercerita satu sama lain tiba-tiba fokus Vito beralih pada pedagang jalanan membuat Aisyah ikut mengikuti arah tatapan Vito


"Liat apa kak ?"tanya Aisyah


"Itu aku kayak liat salah satu pasien aku"jawab Vito


"Pasien ? Kalau dia pasien kok dibolehin berada di luar rumah sakit kak ?"tanya Aisyah


"Dia memiliki sakit leukemia mieloblastik akut , tapi dia memiliki memiliki semangat hidup yang kuat"jelas Vito


"Tapi kan itu tetap butuh perawatan khusus kak . Memang usia nya berapa kak ?"tanya Aisyah kembali


"Mungkin dia seusia sama Nathan , dia anak yang manis setiap melakukan pemeriksaan dia tidak pernah menunjukkan wajah sakitnya bahkan tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit"jelas Vito seraya terbayang wajah Ara yang terus tersenyum setiap berada di rumah sakit


"Masya Allah , dia pasti hebat karena bisa menahan rasa sakitnya yang mungkin saja orang lain tak bisa melakukan itu"ucap Aisyah


"Iya , aku aja yang sudah bertahun-tahun menjadi dokter khusus nya merasa bangga memiliki pasien yang memiliki semangat hidup"jelas Vito


"Semoga saja dia bisa sembuh ya kak"ucap Aisyah dengan tulus


"Semoga saja"jawab Vito dengan senyuman dan kembali fokus pada jalanan yang sudah di penuhi dengan lampu-lampu malam

__ADS_1


**


"Bunda , adik mana kok dari tadi siang Abang nggak liat"Reyhan yang baru keluar kamar langsung menanyakan sang adik karena tak melihat nya seharian


"Adik yang mana sayang ? Aisyah masih di tempat kerja , Nathan lagi main game diatas"jawab Amanda


"Si bungsu Bun"ucap Reyhan


"Oo , itu Nala malam ini nginap dirumah sahabatnya sia Ara pacarnya Nathan"ucap Amanda


"Apa bunda , Nala nginap dirumah Ara ?"Nathan langsung bergegas menuruni anak tangga ketika nama sang pacar disebutkan


"Iya memangnya kenapa ?"tanya Amanda


"Hehe , papa kayak nggak pernah muda aja"jawab Nathan Cengengesan


"Terus bunda bolehin dia nginap disana ?"tanya Reyhan pada sang bunda


"Iya"jawab Amanda kembali


"Berarti Nathan juga boleh dong nginap di rumah Ara Bun"ucap Nathan dengan polosnya

__ADS_1


"Aduuh , Abang sakit"mendengar ucapan sang adik Reyhan langsung bergegas mencubit tangan Nathan


"Eh , maaf ya dek tangan Abang memang nakal"ucap Reyhan seraya berlalu pergi tanpa rasa bersalah


"Bunda liat Abang jahat . Pasti Abang karena kelamaan jomblo jadi kayak gitu kan bunda ?"adu Nathan pada sang bunda seraya merangkul tangan bundanya


"Abang kayak gini bukan berarti jomblo . Tunggu aja , mungkin sekarang kamu yang punya pacar tapi besok Abang duluan yang akan sebar undangan"ucap Reyhan yang sudah duduk di ruang tamu


"Beneran bang ?"tanya Adimas kaget mendengar sang anak bicara seperti itu


"Hehehe , insya Allah pa"jawab Reyhan cengengesan


"Jangan percaya pa , itu alasan Abang aja supaya nggak di ketawain jomblo terus"ucap Nathan yang masih setia merangkul sang bunda


"Sudah-sudah kalian ini udah besar-besar masih aja ribut"Amanda geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak-anak nya


"Biarin aja Bun , kalau mereka nggak ribut rumah kita nggak ramai"Adimas menyetujui keributan yang dibuat oleh anak-anak nya


"Wow , papa bukan kaleng-kaleng bro"Nathan melakukan tos dengan sang papa dan mencium pipi sang bunda sebelum kembali ke kamarnya


"Hey bro itu milik papa jangan cium-cium"ucap Adimas yang tak ingin berbagi bunda dengan anak-anaknya

__ADS_1


"Bunda cuma punya Nathan"Jawab Nathan


Amanda hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan kemudian pergi menuju dapur diikuti Adimas dari belakang


__ADS_2