
"Lo dimana Queen ?"tanya Nala saat sambungan telfon sudah terhubung
"Di apartemen, ada apa ?"tanya Queen bingung
"Mendingan Lo sekarang ke sini, nanti gue share lock"ucap Nala
"Memang nya ada apa ?"tanya Queen
"Udah deh, jangan banyak tanya. Langsung aja kesini, nggak pakai lama"Nala langsung mematikan sambungan telepon dan kembali lagi pada laki-laki yang masih terikat kencang kaki dan tangannya
"Lo suruhan siap !?"tanya Nala penuh penekanan namun yang di tanya hanya diam dan tak menjawab
"Bodoh banget, kenapa gue bisa kecolongan sih"Nala begitu marah kali ini, entah apa yang sudah di lakukan oleh laki-laki itu hingga membuat Nala se marah ini
Setengah jam berlalu kini Queen akhirnya datang juga, Queen yang baru datang di buat bingung dengan lokasi yang di kirimkan oleh Nala
"Tempat apa ini ? Ini benar lokasinya kan ? Kok Nala nyuruh aku kesini sih ?"Queen benar-benar dibuat bingung dengan Nala sambil sesekali Queen melihat kembali lokasi yang di kirimkan Nala
Karena takut salah tempat Queen kembali menelfon Nala, setelah beberapa saat seorang laki-laki bertubuh tegap dengan pakaian serba hitam datang untuk menjemput Queen
"Nala, ada apa ini ?"tanya Queen bingung
"Lo liat dia"ucap Nala
"Siapa dia ? Kenapa kamu mengikat dia seperti itu ?"tanya Queen kembali
"Dia penguntit"jawab Nala
__ADS_1
"Penguntit ? Maksud kamu gimana ?"tanya Queen semakin bingung
"Dia udah ngikutin gue"jelas Nala
"Kamu tau dari mana ?"tanya Queen lagi
"Gue udah perhatiin wajah dia dimana pun gue berada pasti ada dia bahkan disaat gue bareng sama Lo"jelas Nala
"Apa jangan-jangan dia orang suruhan keluarga kamu"ucap Queen berusaha menebak
"Gue udah berusaha bikin dia buka mulut, tapi dia tetap memilih bungkam di banding ngejawab pertanyaan gue"ucap Nala kesal
"Hp, kamu udah ambil hpnya ?"tanya Queen
"Goblok, kenapa nggak kepikiran"Nala langsung mengambil ponsel genggam laki-laki itu dengan cepat
"Cek cepat"Queen juga ikut penasaran
"Jaga dia, jangan sampai kabur"setelah memberikan perintah Nala langsung pergi meninggalkan tempat itu bersama Queen
Nala mengajak Queen untuk pergi ke apartemen nya guna untuk menyelidiki siapa dalang di balik penguntitan tersebut
"Nala kok kamu marah banget sih"ucap Queen yang masih fokus menyetir
"Bagaimana nggak marah, gue takut kalau dia suruhan Abang gue. Dan kalau benar semua akan cepat terbongkar"jelas Nala
"Kalau memang harus terbongkar sekarang, aku pasrah"ucap Queen
__ADS_1
"Pasrah gundul mu"keinginan Nala untuk marah tertahan ketika ponsel laki-laki penguntit berdering
"Bos"ucap Nala seraya melihat Queen dan dengan cepat Queen menepikan mobilnya
"Angkat"balas Queen
"Bagaimana ? Apa benar itu Arabelle ?"tanya bos
"Kalau memang itu Arabelle, saya akan memberikan kamu bonus besar. Kamu tenang aja Bos kamu Niko Setiawan akan menepati janjinya"ucapnya
"Niko ! Ternyata Lo di balik ini semua"balas Nala
"Siapa ini ?"tanya Niko
"Gue Nala, apa maksud Lo ngirim penguntit itu ? Mau apa Lo ?"tanya Nala dengan emosi yang sudah menggebu-gebu
"Kenapa hp orang suruhan gue ada sama Lo La ?"tanya Niko
"Lo mau tau ? Orang suruhan Lo ada ditangan gue, bahkan nyawanya sudah di ujung tanduk sekarang"jelas Nala
"La, gue nggak ada maksud apa-apa. Gue, gue ngirim dia kesana cuma buat jagain Lo"jelas Niko
"Lalu kenapa Lo nyari tau tentang Ara ?"tanya Nala
"Karena gue kasihan dengan Nathan, dia benar-benar terpukul"jawab Niko
"Gue minta Lo sekarang juga ke Belanda dan jelasin tentang ini semua. Kalau nggak, gue pastiin orang suruhan Lo tinggal nama, dan gue akan kirim mayatnya kerumah Lo"ucap Nala tegas dan langsung mematikan sambungan telepon
__ADS_1
"Kamu gila ya, kenapa kamu nyuruh dia kesini ?"tanya Queen
"Udahlah, Lo tenang aja semua dalam kendali gue"jawab Nala