
Nathan datang mendekati Niko yang sedang bersantai dengan laptop di tangannya
"Mau ngapain Lo ?"tanya Niko bingung
"Berkas-berkas yang gue minta kemaren ada Lo bawa ?"tanya Nathan
"Ada di kamar"jawab Niko
"Ambil"ucap Nathan
"Mau Lo apain ?"tanya Niko penasaran
"Ambil dulu, entar gue kasih tau sama Lo"balas Nathan
Niko meletakkan ponselnya di atas meja dan berjalan masuk hotel untuk mengambil berkas-berkas yang diminta Nathan. Tak butuh waktu lama untuk Niko kembali dengan berkas di tangannya
"Ini berkas yang Lo minta"Niko memberikan beberapa berkas kerjasama kepada Nathan
"Oke, permainan dimulai"ucap Nathan seraya mengotak-atik laptopnya
"Lo mau ngapain sih ?"tanya Niko penasaran
"Gue mau kasih Diva kejutan di hari pernikahannya"jawab Nathan
"Kejutan ? Lo mau gagalkan pernikahan Abang Lo ?"tanya Niko tak percaya
__ADS_1
"Gila Lo ya, mana mungkin gue gagalkan pernikahan Abang gue sendiri. Gue lakuin ini justru mau buat pengantin perempuannya bahagia"jelas Nathan
"Maksud Lo gimana sih ? Gue nggak ngerti"tanya Niko
"Aduh, gini gue mau mempermainkan perusahaan papa sama mamanya Diva, Lo liat ini. Ini berkas-berkas kerjasama yang mereka ajukan ke perusahaan, nggak mudah untuk berurusan sama keluarga gue. Gue mau sedikit bermain-main disini"ucap Nathan dengan senyumannya
"Kenapa Lo mau lakuin ini ? Bukannya kerja sama sama perusahaan mereka juga akan menguntungkan buat perusahaan ?"tanya Niko
"Perusahaan memang penting buat gue, tapi prioritas utama adalah kebahagiaan keluarga dan orang-orang terdekat gue. Diva teman kita bahkan sebentar lagi dia akan menjadi kakak ipar gue, gue udah dengar semua cerita tentang keluarganya dari bunda. Mana mungkin gue diam aja di saat seperti ini"jelas Nathan
"Jadi gitu. Okelah gue bakal bantuin Lo, sebutin aja apa yang harus gue lakukan"ucap Niko penuh semangat
"Lo punya nomor telepon sekretarisnya kan ?"tanya Nathan
"Punya"jawab Niko
Dengan jari jemari yang lincah, mata yang tajam Nathan memulai permainannya
"Masuk perangkap"ucap Nathan
"Kenapa ?"tanya Niko
"Lo tau kenapa mereka meminta kerjasama dengan perusahaan ?"tanya Nathan
"Kenapa emang ?"tanya Niko
__ADS_1
"Itu karena perusahaan mereka terancam bangkrut, dan Lo tau untuk memulihkan kembali perusahaan mereka memerlukan modal yang cukup besar. Dan cuma gue yang bisa bantu mereka"Nathan tersenyum penuh kemenangan
Hari mulai menggelap, bulan pun sudah menampakkan cahayanya, bintang turut serta memperindah langit. Perempuan dengan piyama tidur duduk di pinggir jendela memandangi keindahan langit malam
"Non"suara seseorang yang begitu akrab ditelinga nya. Suara yang selalu menemani dikala sepi, suara yang berusaha selalu ada untuknya
"Bik Minah"jawab Diva
"Non kenapa duduk disitu ?"tanya bik Minah
"Langit dimalam hari terlihat cantik ya bik"jawab Diva
"Non Diva suka liat langit malam ?"tanya bik Minah
"Tidak hanya suka, tapi hampir setiap malam Diva selalu memandangnya bik"jawab Diva
"Disana terletak kehangatan yang tak pernah Diva rasakan, setiap Diva melihat langit malam Diva selalu tenang. Seolah-olah Diva dibuat lupa dengan masalah yang terjadi disiang hari"jelas Diva
"Tapi sekarang langit malam akan tergantikan oleh sosok yang nyata, yang sebentar lagi akan menjadi bagian yang spesial di hatinya non Diva"ucap bik Minah
"Apakah ini semua nyata bik ?"tanya Diva
"Semua nyata non"jawab bik Minah
"Andai mama sama papa ada, mungkin besok adalah hari yang paling bahagia bagi Diva"ucap Diva
__ADS_1
"Walaupun mama sama papa non Diva nggak ada, bibik akan selalu ada untuk mendampingi non"bik Minah merangkul bahu Diva
"Makasih ya bik"Diva memeluk bik Minah dan kembali memandangi langit malam dari balik kaca jendela kamar hotel