
Makan siang telah tersaji rapi diatas meja makan dan seluruh keluarga pun sudah berkumpul di sana , Nathan yang ingin denkat dengan pujaan hati pun terhalangi oleh Nala dan Putri . Nathan yang melihat menu makan siang kali ini yang berbeda dari biasanya dibuat kebingungan mau ngambil yang mana dulu
"Ara silahkan dimakan nak , jangan malu-malu"ucap Amanda
"Makasih Tante bunda"jawab Ara
"Dari tadi Uncle dengar kamu manggil Tante bunda . Kok bisa Ara manggil tante bunda ?tanya Rian penasaran
"Karena waktu itu Ara liat di hp nya Nala ada tulisan bunda jadi Ara panggil Tante bunda"jelas Ara dengan polosnya membuat Rian , Vina dan Reyhan tertawa
"Ara , mulai sekarang kamu jangan panggil Tante bunda lagi ya tapi panggil bunda aja"ucap Amanda
"Memangnya boleh Tante bunda ?"tanya Ara
"Boleh dong sayang"Jawab Amanda dengan senyuman
Mendengar ucapan Amanda membuat Ara terharu , Ara berdiri dari tempat duduknya berjalan mendekati Ara
"Ara boleh peluk bunda ?"Amanda langsung merentangkan tangannya menanti pelukan dari Ara . Tanpa menunggu lama Ara langsung memeluk Amanda , rasa haru yang dirasakan Ara membuat cairan bening lolos dari kelopak mata
"Ara kamu nangis nak ?"Amanda yang merasakan getaran pada badan Ara membuatnya panik
"Ara kamu kenapa nangis ?"Nathan langsung berdiri dari tempat duduknya mendekati Ara dan sang bunda
"Kayak gini ya rasanya dipeluk bunda , makasih bunda"Ara yang masih menangis tak berani menatap Amanda , begitupun Amanda yang sudah tahu banyak tentang Ara dari anak bungsunya ditambah mendengar ucapan Ara membuat hatinya tersentuh
"Ara boleh peluk bunda kapan pun Ara mau , anggap bunda sebagai bunda Ara sendiri ya nak . Ara jangan nangis lagi"Amanda mengelus puncak kepala Ara seraya mengelap air mata Ara
__ADS_1
"Iya benar kata bunda , kamu juga bisa anggak om sebagai papa kamu sendiri . Panggil papa dan bunda"tambah Adimas
"Papa"ucap Ara menatap pada Adimas
Adimas merentangkan tangannya agar Ara segera mendekat , Adimas memeluk Ara sama seperti dia memeluk anak-anak . Mengelus puncak kepala Ara
"Kamu sahabat nya Nala dan kamu sekarang juga pacarnya Nathan , anggap kami semua keluarga kamu jangan pernah malu untuk bercerita sama papa dan bunda . Bahkan tentang Nathan yang menyakiti kamu sekali pun , kalau Nathan berani menyakiti kamu papa yang akan membalaskan sakit hati kamu"jelas Adimas seraya mencolek hidung Ara . Mendapatkan perlakuan hangat dari keluarga sang pacar membuat Ara semakin bahagia
"Atau kamu mau papa angkat sebagai anak ?"tanya Adimas tiba-tiba dan dengan antusias Ara menjawab dengan anggukan
"Kok ngangguk sih Ra , kalau kamu di angkat jadi anak nanti kita jadi adik kakak Ra"protes Nathan
"Kamu milih jadi anak papa sama bunda atau pacaran sama Nathan"ucap Adimas
Semua keluarga yang berada di meja makan sudah menahan senyum melihat kepanikan Nathan mendengar sang papa yang akan mengangkat pacarnya sebagai anak
"Bagus"Adimas semakin gemas melihat Ara yang polos , Ara tak sadar kalau ucapannya membuat Nathan panas dingin
"Ara kok gitu sih kamu"Nathan mendekati Ara
"Kalau Ara jadi adik Nathan berarti Ara bisa ketemu setiap hari sama Nathan , Ara juga bisa ngerasain di sayang sama papa sama bunda"jawab Ara polos
"Ah tau papa"Nathan kembali ketempat duduknya dengan wajah yang sudah cemberut . Melihat perubahan raut wajah dari sang pacar membuat Ara kasihan
"Om eh Pa , Ara jangan di angkat jadi anak ya kasian pacar Ara ngambek"ucapan Ara mampu membuat semua lu q keluarga tak sanggup menahan tawa , yang awalnya sunyi dan diisi dengan keseriusan kini berganti dengan gelak tawa keluarga
"Nathan jangan marah ya , Ara nggak jadi di angkat anak kok"Ara mendekati Nathan yang sudah terdiam dari tadi
__ADS_1
"Aduh Ra , cowok ambekan Lo pacarin udah kayak bocil aja"ucapan Nala mendapat tatapan tajam dari Nathan
"Nathan"ucap Ara lirih
Mendengar suara panggilan Ara yang sudah berbeda membuatnya tak tega , Nathan berbalik menatap Ara dan memeluknya dengan penuh kasih sayang
"Kamu itu milik Nathan Sykes Pratama bukan milik papa ataupun bunda"ucap Nathan yang di jawab dengan anggukan oleh Ara
"Udah jangan pelukan lama-lama belum mukhrim"jelas Reyhan
"Ya udah kamu kembali duduk , kasian ada yang jomblo disini"ucap Nathan melirik pada sang Abang
"Haha , kamu kapan Rey ?"tanya Rian
"Besok Uncle"jawab Reyhan
"Wih beneran ? Kalau gitu kita pulangnya lusa aja , kayaknya seru ini jarang kesini sekalinya kesini dikenalin sama calon mantu"ucap Vina antusias
"Beneran Abang mau bawa pacar Abang kesini besok ?"tanya Amanda
"Iya bunda , tapi besok-besok"jawab Reyhan dengan cengiran kuda nya
"Yaaah , kirain beneran nyatanya kibulan"balas Nathan
"Udah jangan ribut terus kapan makannya ? Makannya sampai galau karena nggak dimakan-makan"ucap Adimas
Amanda yang mendengar ucapan sang suami langsung bergegas menyendikkan nasi pada piring sang suami . Makan siang yang diawali dengan sedikit drama dan di akhiri dengan sedikit komedi , begitulah kehidupan yang tak pernah bisa kita tebak bagaimana kedepannya
__ADS_1