
Nathan dan Ara berjalan mendekati Niko , Angga dan Angel yang sudah melihat mereka
"Selamat pagi semuanya"ucap Nathan dengan senyuman termanis di pagi hari yang cerah
"Selamat pagi kembali , cerah banget hari ini"ucap Niko
"Harus cerah dong kan di damping pacar , ya kan sayang"ucap Nathan pada Ara yang dari tadi hanya terdiam
"Hm , apa Nat ? Maaf Ara nggak dengar Nathan ngomong apa"pertanyaan Ara mampu membuat Niko dan Angga tertawa
"Nggak ada , kamu mikirin apa ?"tanya Nathan
"Nggak mikirin apa-apa"jawab Ara
"Nathan , kamu udah sapan belum ? Kalau belum kita ke kantin yuk"ajak Angel
"Males , gue sibuk"jawab Nathan
"Bro gue pergi dulu , Lo bawa masuk tas gue"Nathan memberikan tas sekolahnya pada Angga dan Niko
"Mau kemana Lo ?"tanya Angga
"Ngantarin tuan putri ke kelasnya lah , kalau nggak di antar takut di gangguin terong-terongn"ucap Nathan
"Sa ae Lo"ucap Niko
"Dada jomblo"Nathan melambaikan tangan pada Angga dan Niko
Niko dan Angga hanya geleng-geleng kepala melihat Nathan yang berbeda dari hari-hari biasanya , tapi perubahan Nathan yang seperti ini membuat mereka bahagia . Nathan yang sekarang berbeda dengan Nathan yang sebelumnya
__ADS_1
"Ngel mau kemana Lo ? Sini aja ngombrol sama babang Angga"ucap Angga
"Ogah banget gue"jawab Angel langsung membuang muka
"Haha , cewek kayak gitu Lo gangguin . Kayak nggak ada yang lain aja"ucap Niko yang langsung berlalu pergi masuk kedalam kelas meninggalkan Angga yang masih berdiri di depan kelas nya
*
Sampainya di kelas Ara sebelum pergi Nathan berpesan kepada Thalita untuk menjaga Ara agar tak di dekati oleh buaya mata keranjang
"Buat Lo semua yang ada di kelas ini , kalau Arabelle Jovita Grizelle pacar gue siapa yang berani gangguin dia atau berusaha dekatin dia berurusan sama gue"ucap Nathan dengan lantang di depan kelas membuat seluruh penghuni kelas terdiam tak ada yang berani menjawab satupun
"Pacar Lo lebay banget Ra"bisik Thalita pada Ara
"Itu bukan lebay namanya tapi romantis"jawab Puji
"Romantis pala Lo"ucap Thalita
"Udah jangan debat"ucap Ara
Setelah memproklamasikan bahwa Ara adalah pacarnya Nathan kembali berjalan mendekati Ara dan menatap Thalita serta Puji yang duduk didekat Ara
"Apa Lo liat-liat gue colok mata Lo"ucap Thalita
"Gue kasih kalian berdua amanat buat jagain pacar gue . Sampai dia lecet sedikitpun awas"Puji merespon ucapan Nathan dengan mengangkat ibu jarinya seraya tersenyum sedangkan Thalita memalingkan wajah tak sukanya
"Nggak usah Lo suruh juga bakal gue jagain , sebelum jadi pacar Lo dia temen gue"ucap Thalita tak suka
"Oke bagus kalau gitu"Nathan kembali melirik Ara yang sudah tertunduk malu karena Nathan
__ADS_1
"Gue balik ke kelas kalau ada yang gangguin Lo bilang ke gue"ucap Nathan
"Jangan selingkuh"bisikan Nathan mampu membuat Ara merinding . Nathan mengelus puncak kepala Ara dan berlalu pergi keluar dari kelas 12 IPA.2
"Tabahin hati Lo ya Ra , gue tau Lo tekanan batin pacaran sama tu orang"ucap Thalita
"Ara kuat kok kan minum susu setiap hari"jawab Ara dengan polosnya
"Haha , susu apa Lo minum Ra ? Sapi ? Apa kambing ?"tanya Puji
"Emang ada susu kambing ?"tanya Ara tak percaya
"Ada dong , susu kambing jantan"jawab Puji
"Emang kambing jantan ada susunya ?"tanya Ara kembali
"Jangan dengarkan dia"ucap Thalita
"Lo kalau ngomong sama dia jangan yang aneh-aneh"tambah Thalita menjitak kepala Puji sedangkan Puji hanya tertawa tanpa dosa
Disela-sela tawa Puji , Diva masuk kedalam kelas . Diva memang sekelas dengan Ara , Thalita dan Puji , memasuki kelas dengan tatapan tak dingin pada semua orang di kelasnya
"Apa Lo liat-liat"ucap Diva tak suka melihat Puji ya g dari tadi menatapnya
"Siapa yang liatin Lo , idih kepedean banget"ucap Puji yang langsung memalingkan mukanya
"Udah jangan di ladenin , ingat masih pagi"nasehat Thalita
Dengan pasrah Puji menuruti apa kata Thalita dan kembali melanjutkan cerita dengan Thalita dan Ara sedangkan Diva berjalan ketempat duduknya tanpa mau banyak bicara
__ADS_1
Kelas kembali hening seiring datangnya guru kedalam kelas dan dimulainya pelajaran pada pagi ini . Semua murid mendengarkan dan mengerjakan tugas yang diberika guru dengan penuh suka cita