SUNSET

SUNSET
Part 86


__ADS_3

Ara , mang Ujang dan bik Narti sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit dimana Ara sering dirawat . Bik Narti yang duduk di sebelah Ara berusaha menghibur Ara agar tak terlalu tegang , ini bukan kontrol yang pertama atau yang kedua melainkan sudah sering bahkan dilakukan setiap hari Minggu


"Neng rileks ya jangan tegang gitu"bik Inah memegang tangan Ara seraya tersenyum memberikan kekuatan pada Ara


"Bik , Ara takut penyakit Ara tambah parah"ucap Ara


"Neng Ara jangan pesimis gitu dong , neng Ara harus yakin kalau neng Ara akan sembuh . Ingat apa yang pernah kita bicarakan waktu Mamang terlambat menjemput neng Ara"mang Ujang mengingatkan Ara tentang pembicaraan mereka ketika pulang sekolah dan Ara mengingatnya


"Neng Ara mengingatnya ?"tanya mang Ujang yang dijawab dengan anggukan oleh Ara


"Sekarang neng Ara nggak boleh pesimis lagi , neng Ara harus yakin dan selalu berdoa agar Allah mengangkat penyakit neng Ara"jelas mang Ujang


"Kata mamang benar neng , lagian kan neng Ara rajin meminum obat yang diberikan oleh dokter jadi bibik semakin yakin kalau neng Ara pasti akan sembuh"tambah bik Narti


Mendengar ucapan mang Ujang dan bik Narti menjadi sebuah semangat buat Ara . Ara tersenyum seraya memeluk bik Narti , rasa cemas itu berubah menjadi rasa percaya diri yang tinggi . Saat berpelukan Ara mendapat notifikasi pesan singkat dari Nathan


"Morning baby honey sweet nya Nathan❤️"


"Morning too Nathan"


"Kangen😭"


"Kan kemaren udah ketemu"


"Sehari tanpa kamu rasa setahun , kita pergi jalan yuk . Kalau nggak kita main game aja dirumah kamu gimana ?"


"Maaf Nathan hari ini Ara nggak bisa karena Ara lagi nggak dirumah"


"Memangnya kamu kemana ?🤔"


"Ara ada urusan mendadak"

__ADS_1


"Nanti Ara kabarin lagi , da da pacarnya Ara 😘"


"Baru juga sebentar udah ditinggal aja"


"Ara ?"


"Sayang ?"


"Ya udah deh , sampai kapanpun akan aku tunggu kabarmu 🥰🥰"


Ara berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit didampingi oleh bik Narti dan mang Ujang menuju ruangan dokter yang bisa merawat Ara


"Selamat pagi dok"ucap mang Ujang


"Selamat pagi mang , bik dan hai Ara"sapa sang dokter


"Hai dokter Vito"jawab Ara tersenyum manis


"Wah , sepertinya mood Ara semakin hari semakin membaik ya"ucap dokter Vito


"Wah wah wah , ini yang dokter suka dari Ara . Bagaimana sudah siap untuk melakukan pemeriksaan ?"tanya dokter Vito


"Siap"dengan senyuman percaya diri Ara menjawab dengan lantang membuat semua orang bahkan suster pun ikut bahagia melihat keceriaan Ara


"Kalau begitu mari ikut dengan saya"dokter Vito meminta Ara untuk berbaring di brankas untuk mengecek kesehatan Ara dan tak lupa suster juga mengambil Sempel darah Ara untuk diperiksa


Setelah diperiksa dokter Vito meminta Ara untuk kembali duduk dan menunggu sampai hasil pemeriksaan keluar . Dokter Vito ikut bahagia melihat keceriaan di wajah Ara saat ini karena hari-hari biasanya Ara menjalani pemeriksaan dengan wajah yang badmood berbeda sekali dengan hari ini


"Apa sih yang membuat Ara bahagia banget hari ini ?"tanya dokter Vito


"Karena Ara yakin kalau Ara pasti sembuh"jawab Ara

__ADS_1


"Itu aja ?"dokter Vito kurang yakin dengan jawaban Ara sehingga menatap pada mang Ujang dan bik Narti . Mang Ujang dan bik Narti yang mendapatkan tatapan tanda tanya dari dokter Vito hanya tersenyum


"Neng Ara sudah memiliki penyemangat dok"jawab mang Ujang


"Wah benarkah ? Siapa ?"tanya dokter Vito


"Mang jangan disebutin Ara malu"ucap Ara seraya menundukkan kepalanya


"Haha , kenapa harus malu ? Itu hal yang wajar , dokter aja yang sebentar lagi akan menikah juga bahagia karena sebentar lagi dokter memiliki penyemangat seperti Ara"jelas dokter Vito


"Dokter mau menikah ?"tanya bik Narti


"Insya Allah bik , nanti baru mau pertemuan keluarga"jawab dokter Vito


"Selamat ya dok"ucap mang Ujang


"Calon istri dokter pasti bahagia memiliki calon suami yang baik seperti dokter"ucap Ara


"Pacar Ara juga pasti bahagia memiliki pacar yang semangat untuk sembuh seperti Ara"jawab dokter Vito


"Tapi pacar Ara nggak tau kalau Ara sakit"jawab Ara membuat senyum semua orang yang ada didalam ruangan perlahan memudar


"Memangnya Ara nggak ngasih tau pacar Ara kalau Ara sakit ?"tanya dokter Vito yang dijawab gelengan oleh Ara


"Kenapa ?"tanya dokter Vito lagi


"Karena Ara nggak mau nanti dia bukannya mencintai Ara tapi malah kasihan sama Ara . Ara nggak mau dikasihani atau bahkan nanti pacar Ara bisa aja pergi ninggalin Ara karena Ara penyakitan"jelas Ara membuat dokter Vito tersenyum


"Ara , dengarkan dokter ya . Nggak semua laki-laki di dunia ini seperti apa yang Ara bayangkan , contohnya dokter kalau aja dokter nggak punya calon istri mungkin saja dokter akan menikahi Ara"goda dokter Vito


"Tapi Ara nggak mau"jawab Ara

__ADS_1


"Kenapa ?"tanya dokter Vito


"Karena dokter sudah terlalu dewasa untuk Ara , orang dewasa bisa saja berubah menjadi pedofil"jelas Ara membuat bik Narti , mang Ujang dan beberapa suster yang baru datang tersenyum menahan tawa mendengar jawaban Ara


__ADS_2