SUNSET

SUNSET
Eps 168


__ADS_3

Ketika Diva berada di dapur berapa terkejutnya dia melihat makanan yang ada di bawah meja makan


"Sayang, ayo sini duduk"ajak Amanda


"Iya Tante"Diva pun duduk disebelah Amanda


"Kita makan malamnya lesehan aja, soalnya kalau di meja makan kurang afdol"jelas Vina


"Iya nggak apa-apa kok Tante"jawab Diva


"Lo pasti nggak pernah makan lesehan yaa ?"tanya Nathan


"Pernah, sering malah"jawab Diva


"Nathan, papa kan sudah bilang jangan panggil Lo gue lagi. Diva ini calon Abang kamu"tegas Adimas


"Maaf pa, tapi udah terbiasa"balas Nathan


"Tapi tetap nggak boleh sayang, itu nggak sopan. Mulai sekarang kamu harus belajar untuk mengubah nya oke"pinta Amanda


"Iya bunda"ucap Nathan


"Semua udah selesai ayo kita mulai makan malamnya"Aisyah kelihatan tak sabar untuk menyantap pecel lele buatan sang bunda


"Abang, pimpin do'a nak"ucap Amanda


Dengan cepat Reyhan memimpin do'a sebelum makan, setelah selesai membaca doa kini seluruh keluarga makan malam dengan lahap

__ADS_1


"Coba kalau ada Nala pasti lebih rame lagi rumah kita"ucap Adimas


"Bener banget pa, apalagi kalau makan pecel lele kayak gini. Kakak ingat banget gimana Nala sama Nathan rebutan kepala lele"jelas Aisyah


"Kepala lele ?"Diva yang mendengarkan sedikit bingung


"Kepala lele krispi buatan bunda, waktu itu tinggal satu dan jadi bahan rebutan Nathan sama Nala"jelas Reyhan


"Kok bunda nggak bikin lagi ?"tanya Nathan


"Bunda nggak ingat sayang"jawab Amanda


Makan malam berjalan dengan sangat harmonis, nikmatnya menu pecel lele di tambah dengan kehangatan keluarga Adimas membuat Diva merasa nyaman. Seperti inilah keluarga yang Diva inginkan, namun sebaliknya yang dia dapatkan. Setelah makan malam selesai seluruh keluarga Adimas saling membantu membersihkan bekas mereka makan, ada yang cuci piring, ada yang menyapu dan lain sebagainya


Sementara itu Adimas, Reyhan dan Rian sudah berada di ruang keluarga. Duduk bersantai dengan perut yang sudah kenyang


"Reyhan sih mau secepatnya om"jawab Reyhan serius


"Kamu sudah benar-benar yakin dia pilihanmu ?"tanya Adimas


"Yakin pa"jawab Reyhan


"Baguslah kalau kamu sudah benar-benar yakin, kapanpun kamu mau papa siap untuk menikahkan kalian"jelas Adimas


"Kalau malam ini"ucap Rian


"Langsung panggil penghulu"jawab Adimas

__ADS_1


"Bagaimana Reyhan kamu mau dinikahkan malam ini ?"tanya Rian


"Hehe, nggak malam ini juga om"jawab Reyhan


"Kenapa ? Bukannya lebih cepat lebih baik"ucap Adimas


"Kalau nikah malam ini serasa kena grebeg Satpol-PP pa"jawaban Reyhan membuat Adimas dan Rian tertawa


"Begini saja, ada baiknya kamu temui kedua orangtua Diva terlebih dahulu. Minta restu mereka, walaupun mereka sudah bercerai tetap mereka orangtua kandung Diva"ucap Adimas


"Iya pa"jawab Reyhan


"Selagi kamu menemui orangtua Diva, disini kami akan mencarikan tanggal yang tepat untuk hari spesial kalian"ucap Rian


"Tapi bagaimana kalau orangtuanya tidak merestui pa ?"tanya Reyhan


"Selagi kalian bahagia, restu bukanlah halangan buat papa"jawab Adimas


Reyhan semakin percaya diri dengan dukungan sang papa. Setelah semua selesai Reyhan langsung mengajak Diva untuk pulang karena hari yang sudah semakin malam, tak lupa Amanda membawakan calon mantunya pecel lele untuk di dibawa pulang


"Hati-hati dijalan ya nak, sering-sering kesini"ucap Amanda


"Rumah ini selalu terbuka untukmu nak"tambah Adimas


"Terimakasih om, Tante. Diva pulang dulu ya"ucap Diva


"Iya sayang, bang bawa mobil nya hati-hati ya. Jagain calon mantu bunda, jangan sampai lecet"ucapan Amanda membuat Diva tersipu malu

__ADS_1


"Siap bunda"Reyhan membukakan pintu mobil untuk Diva, sebelum masuk kedalam mobil Diva melambaikan tangannya untuk seluruh keluarga Reyhan


__ADS_2