SUNSET

SUNSET
Part 9


__ADS_3

Nathan mengantar Ara pulang menggunakan mobil Niko , di perjalanan Ara menelfon mang Ujang agar tak menjemputnya kesekolah hari ini . Selama diperjalanan tak ada yang mengeluarkan suara satupun , terasa tak ada penghuni . Sampai akhirnya Nathan mengalah


"Lo mau gue antar pulang ke rumah Lo apa ke rumah gue ?"tanya Nathan


"Kerumah Ara dong"jawab Ara


"Rumah Lo dimana ? Gue nggak tau"Nathan orang yang memiliki sifat gengsi persis seperti papanya


"Lurus aja dulu , nanti ada pertigaan belok kanan , udah itu lurus lagi terus nanti belok kiri lurus lagi deh"jelas Ara


Mendengar penjelasan Ara yang panjang lebar membuat Nathan semakin lelah , kalau bukan karna pertaruhannya dia tak akan mau mencoba berpacaran karna akan membuang-buang waktunya saja


"Sebutin aja dimana Lo tinggal"pinta Nathan


"Di perumahan Garden City"jawab Ara


"Perumahan Garden City ? Sama kayak nenek dong , tapi kok nggak pernah liat dia ? Biarin aja mungkin orang baru"batin Nathan


"Kok diem aja ? Kamu tau kan ?"tanya Ara


"Iya tenang aja"jawab Nathan


Pelan tapi pasti Nathan mengantarkan Ara , namun tidak sampai rumah melainkan hanya di gerbang perumahan Garden City , karena Ara yang minta


"Lo yakin nggak mau gue antar sampai rumah ?"tanya Nathan


"Nggak usah , terimakasih"ucap Ara


"Bagus deh , gue duluan ya"Nathan membunyikan klakson mobil nya guna menyapa satpam yang sedang berjaga di gerbang perumahan


Sebelum berlalu pergi Ara menyapa kedua satpam yang sedang bertugas dengan ramah , setelah itu baru melanjutkan perjalan nya menuju rumah . Antara gerbang perumahan dengan rumah sang Oma memang lumayan jauh membuat Ara kelelahan sampai harus beristirahat sebentar


"Ara ? Itu bukannya Ara ya ? Ngapain dia duduk disana ?"gumam Nala yang baru saja pulang dari sekolah melihat Ara yang sedang duduk manis dibawah pohon


"Ara"panggil Nala


"Nala , kamu baru pulang ya ?"tanya Ara


"Iya , Lo ngapain duduk disini ? Lo nggak dijemput ?"tanya Nala


"Tadi Ara di anterin sama teman makanya mang Ujang nggak jemput Ara"jelas Ara


"Terus teman Lo mana ?"tanya Nala kembali


"Udah pulang"jawab Ara polos


"Wah kampret tu temen Lo , nggak punya perasaan banget . Nganterin nggak sampai rumah , buruan naik biar gue antarin Lo pulang"Nala kesal melihat Ara yang tak diantar sampai kerumah


Nala tau kalau sahabatnya ini sudah mengidap penyakit leukimia sejak SD makanya dia sangat tak ingin sahabatnya kenapa-kenapa , karna cuma Ara yang paling mengerti dia . Walaupun kadang kepolosan Ara membuatnya kesal , tapi dia mengerti bahwa sebuah pertemanan harus didasari dengan ketulusan dan menerima setiap kekurangan


"Nala kalau pergi sekolah bawa mobil emangnya udah punya SIM ?"tanya Ara


"Ya elah itu mah masalah gampang . Kalau ada razia ya gue tinggal nyari jalan pintas aja"jawab Nala


"Memangnya nenek kamu nggak marah ?"tanya Ara kembali


"Kadang , cuma gimana lagi emang dasarnya gue bandel"Nala menjawab dengan yang sebenarnya

__ADS_1


"Sekarang giliran gue mau nanya sama Lo . Yang ngantarin Lo tadi siapa ? Teman cowok apa cewek ?"tanya Nala


"Temen cowok"jawab Ara


"Kenapa Lo mau ? Kan Lo baru beberapa hari sekolah disana terus mau aja diantar pulang , kalau di apa-apain gimana ?"tanya Nala


"Dia yang maksa , bahkan dia juga bantuin Ara masukin buku kedalam tas"jawab Ara


"Alah , percuma aja punya burung kalau ngantarin anak orang cuma sampai gerbang . Lo harus hati-hati sama cowok zaman sekarang kebanyakan buaya darat"Nala sangat kesal mendengar jawaban Ara


"Jangan salahin dia , soalnya Ara yang minta dituruni depan gerbang"jelas Ara


"Lho kenapa ? Ih Lo bikin gue kesal aja"Nala benar-benar tak habis fikir dengan sifat sahabatnya ini


"Ara kasian , soalnya tadi di sekolah anak kelas dia pelajaran olahraga pasti capek"jelas Ara


Nala menyandarkan kepalanya di jendela mobil , pusing mendengar jawaban dari Ara


"Kalau bukan sahabat gue , udah gue turunin Lo Ra"batin Nala


"Eh , tapi nggak jadi deh . Gue bersyukur punya sahabat kayak dia , sabar Nala sabar . Inget kata bunda orang sabar disayang Allah"batin Nala


"Nala kenapa ?"tanya Ara


"Gue nggak kenapa-napa . Udah sampai noh"ucap Nala


"Oh iya , Nala nggak mau masuk dulu ? Nanti Ara buatin es jeruk"Ara mengajak Nala untuk singgah kerumah sang Oma


"Nggak usah , gue langsung balik aja . Kasian nenek nungguin gue entar"jawab Nala


"Emang Nala mau kemana ?"tanya Ara


"Berapa hari disana ?"tanya Ara


"Palingan entar malam juga udah pulang . Kenapa Lo takut kehilangan gue ya ?"Nala menggoda Ara yang sudah mulai bersedih mendengar kepergiannya


"Iya , nanti kalau Nala dirumah Bunda terus temen Ara main siapa ?"jelas Ara


"Hahaha , santai aja gue nggak akan pergi jauh-jauh kok . Ya udah gue duluan ya , jangan lupa makan Lo awas sampai nggak makan kayak kemaren lagi . Kalau sampai Lo nggak makan lagi , gue nggak mau sahabatan sama Lo lagi terus semua akun sosial Lo gue blok"ancam Nala


"Eeh , jangan dong . Nggak boleh gitu , dosa"ucap Ara


"Ya udah makannya dengerin kata-kata gue"balas Nala


"Siap bos Nala"Ara mengangkat tangannya memberi hormat kepada Nala


"Hahaha , ya udah gue duluan"Nala melanjutkan perjalanannya pulang kerumah sang nenek yang cuma beda blok saja


*


Nala dan nenek sudah berada di depan gerbang yang sudah dibukakan oleh mang Asep . Mang Asep tersenyum ramah menyambut kedatangan Nala dan Bu Siti


"Nenek duluan aja , Nala mau markirin mobil dulu"Nala memberhentikan mobilnya tepat didepan pintu rumah orangtuanya agar sang nenek tak perlu berjalan terlalu jauh


"Ya udah nenek masuk duluan ya"ucap sang nenek dan meninggalkan Nala sendirian didalam mobil


Bu Siti membunyikan bel beberapa kali barulah pintu rumah terbuka

__ADS_1


"Kok sepi bik ?"ucap Bu Siti yang bingung melihat situasi rumah yang sangat sepi seperti tak berpenghuni


"Mbak Amanda , den Dimas beserta anak-anaknya lagi berkumpul di belakang bu"jawab bi Inah


"Hm , oiya bik ini tolong di siapin ya saya mau nyusul anak-anak dulu"ucap Bu Siti


Setelah memberikan bawaannya kepada bik Inah , Bu Siti langsung menyusul dimana tempat keberadaan anak-anaknya . Bu Siti melihat mereka berkumpul dengan gelak tawa entah apa yang mereka tertawa kan


"Assalamu'alaikum"ucap Bu Siti


"Nenek"teriak Aisyah yang langsung mengejar sang nenek


"Wa'alaikumusalam Bu"jawab Amanda yang diiringi dengan mencium tangan sang ibu diikuti oleh Adimas beserta anak-anak mereka


"Nenek kesini sendiri ?"tanya Reyhan


"Nggak , nenek sama Nala"jawab sang nenek


"Terus Nala nya mana nek ?"tanya Aisyah


"Nala disini"ucap Nala yang baru menunjukkan wajahnya dibelakang sang nenek


"Kirain langsung kedapur"tebak Nathan


"Ngapain kedapur ?"tanya Nala bingung


"Nyari makan lh , lambung Lo kan melar jadi nggak pernah kenyang"jelas Nathan


"Bunda Abang jahat"rengek Nala mengadu pada sang bunda


"Nanti biar digantung sama papa di Monas"jawab Amanda


"Sudah-sudah , biarin neneknya duduk dulu"Adimas mengajak sang ibu mertua untuk duduk bersama barulah melanjutkan obrolan


"Nenek lihat tadi kalian ketawa keras banget . Ngetawain apaan sih ?"Bu Siti begitu penasaran pembahasan apa yang membuat anak beserta cucu-cucunya tertawa begitu keras


"Ini si Nathan udah punya pacar nek"jelas Reyhan


"Wah , benarkah ?"tanya Bu Siti


"Benar nek , kita juga taunya dari Niko . Kalau nggak Niko yang ngasih tau kita juga nggak akan tau nek"tambah Aisyah


"Apaan sih ? Nggak ada nek , jangan percaya nek . Itu semua hoax , jangan dengerin kata netijen nek . Biar Nathan klarifikasi dulu nek agar tak terjadi kesalahpahaman nantinya"ucap Nathan panjang lebar


"Alah kebanyakan gaya Lo , lagian gue yakin pasti tu cewek terpaksa jadi pacar Lo"Nala berbicara asal


"Wah , ngeremehin . Siapa yang berani menolak pesona Nathan Sykes Pratama ? Udah tampan , mapan , pinter lagi"Nathan kembali menyombongkan dirinya


"Tu kan nek , Nala yakin yang Nerima Nathan pasti karna terpaksa atau nggak memang si ceweknya juga gesrek sama kayak dia"ucap Nala


"Kok gitu ?"tanya Aisyah


"Kakak bayangin aja , kalau cewek normal mana mau dia pacaran sama cowok tengil dan sok kepedean kayak dia . Bener nggak ?"Nala meminta pendapat pada semua keluarga


"Bener juga sih"jawab sang papa


"Ih papa nggak asik"Nathan kesal karna terus terpojokkan

__ADS_1


Nathan selalu kalah kalau berdebat dengan Nala , entah mengapa setiap ucapan Nala selalu menusuk sampai ke jantung dan paru-paru


__ADS_2