
Diva dan Reyhan kini sudah berada di mall ibu kota, Reyhan terus menggenggam tangan Diva membuat siapa saja yang melihat menjadi iri
"Mas, tangan aku kapan mau di lepas ?"tanya Diva
"Nggak akan di lepas"jawab Reyhan
"Aku malu mas diliatin orang"ucap Diva
"Kenapa harus malu ?"tanya Reyhan
"Ya malu aja"balasnya
"Malu apa mau ?"goda Reyhan
"Tau ah gelap"ucap Diva seraya mendahului Reyhan dengan tangan yang masih bergandengan
"Sayang pelan-pelan dong jalannya, nanti jatuh lho"ucap Reyhan
"Iya jatuh, jatuh di peluk kan dokter genit"balas Diva membuat Reyhan tertawa mendengarnya
Kini mereka sudah berada di sebuah butik ternama, Reyhan membiarkan Diva memilih apa yang dia suka seraya terus mengikutinya dari belakang. Pengawasan Reyhan terhenti ketika ponselnya berdering
"Assalamu'alaikum bunda"ucap Reyhan
"Wa'alaikumusalam nak, kamu sudah bertemu dengannya ?"tanya sang bunda to the poin
"Sudah bunda, ini lagi nemenin dia belanja"jawab Reyhan
__ADS_1
"Syukur Alhamdulillah, jadi kapan mau dibawa kerumah nak ?"tanya sang bunda
"Insya Allah besok bunda"jawab Reyhan
"Baiklah, selamat bersenang-senang nak. Ingat batasan sayang"jelas Amanda
"Iya bunda"
"Ya sudah assalamu'alaikum"ucap Amanda
"Wa'alaikumusalam"panggilan pun berakhir, Reyhan kembali memandangi Diva yang sedang memilih
"Perempuan ternyata sama saja, yang di beli cuma 1 milihnya lebih dari 1 jam"batin Reyhan seraya tersenyum memandang Diva
Sementara itu di kediaman Adimas sudah sibuk mempersiapkan apa saja yang harus di sediakan untuk menyambut calon menantu mereka
"Sayang, kenapa panik begitu ? Santai aja lagian kesini nya juga besok"jelas Adimas
"Oiya harus telfon Vina"Amanda bergegas mengambil ponsel nya dan menelfon sang sepupu
"Halo assalamu'alaikum Vina"ucap Amanda
"Wa'alaikumusalam, ada apa Manda ?"tanya Vina
"Kamu sibuk nggak hari ini ?"tanya Amanda
"Nggak, kenapa ?"tanya Vina kembali
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau nggak, kamu bisa nggak ke rumah aku hari ini ? Bila perlu menginap"ucap Amanda
"Memangnya ada apa ? Sampai harus menginap ?"tanya Diva kembali
"Reyhan mau memperkenalkan calonnya besok"jelas Amanda
"Beneran ? Wah akhirnya anak itu memasuki dunia percintaan"Vina yang mendengarkan tak kalah bahagia
"Makanya itu aku suruh kamu ke sini"balas Amanda
"Oke oke aku segera kesana. Sudah dulu ya aku mau packing, assalamu'alaikum"ucap Vina
"Wa'alaikumusalam. Packing ? Buat apa ? Kan bajunya udah banyak disini"Amanda terdiam seraya memandangi ponselnya
"Kenapa sayang kok bengong ?"tanya Adimas
"Vina mau kesini tapi dia packing dulu, padalhan bajunya kan banyak disini buat apa packing lagi"jelas Amanda
"Biarin aja, yang penting dia bahagia. Lagian namanya juga perempuan kadang nggak puas dengan baju yang itu-itu aja"ucap Adimas
"Iya juga sih. Eh mas nyindir aku ?"tanya Amanda
"Nggak sayang, kamu kan baju nya itu-itu aja padalhan mas kasih uang bulanan banyak tapi kamu nggak mau menghambur-hamburkan uang untuk hak yang tidak berguna"jelas Adimas
kini Amanda duduk dengan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa membuat Adimas bingung dengan tindakan sang istri yang secara tiba-tiba
"Kok sekarang santai ? Nggak panik lagi sayang ?"tanya Adimas
__ADS_1
"Nggak mas, kan Vina mau kesini jadi paniknya nanti aja berdua sama Vina"jelas Amanda seraya memainkan game offline di ponselnya
"Haha, kamu nggak pernah berubah"Adimas mengecup puncak kepala sang istri lalu mereka duduk berdua di meja makan