SUNSET

SUNSET
Eps 138


__ADS_3

Sampainya dirumah kedatangan Nathan disambut oleh Nala, Niko dan kedua kakaknya beserta calon kakak iparnya


"Nathan, kamu harus sabar dan ikhlas dek"pelukan hangat diberikan kepada Nathan oleh Aisyah


"Nathan nggak apa-apa kok kak"Nathan tersenyum paksa


"Nat, maafin gue ya"ucap niko yang merasa bersalah


"Lo nggak salah apa-apa kok. Bunda, papa, semuanya Nathan masuk kamar dulu ya"balas Nathan dengan senyuman palsunya dan berjalan dengan tak berdayanya menuju kamar


Semua keluarga melihat bagaimana lemahnya Nathan ditinggalkan oleh Ara, begitupun Nala yang tak menyangka begitu sayangnya Nathan pada Ara


"Biarkan dia istirahat agar pikirannya tenang dan bisa ikhlas menghadapi kenyataan"ucap Adimas


"Vito juga tidak menyangka Arabelle bisa pergi secepat ini. Selama ini dia menjadi pasien terceria yang pernah Vito tangani, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa walaupun kenyataannya sangat tipis"jelas Vito

__ADS_1


"Jadi selama ini kamu dokter yang merawat Ara ?"tanya Adimas


"Iya om, dari Ara SMP Vito lah yang merawatnya. Tidak pernah sekalipun dia mengeluh, bahkan setiap kontrol kerumah sakit dia selalu bersemangat"jawab Vito


"Ara adalah pacar pertama bagi Nathan, dengan kepolosan nya yang bikin semua orang tertawa, sifat anak-anak yang dia punya mampu membikin orang sayang sama dia. Bunda aja yang baru beberapa kali ketemu sama dia udah sayang banget apalagi Nathan"ucap Amanda dengan sedih


"Nala, kamu kuat nak ?"tanya Adimas


"Nala harus kuat walau sebenarnya nggak pa, Ara selalu bilang sama Nala kalau suatu saat dia udah nggak ada di dunia ini Nala nggak boleh nangis"ucap Nala yang bersusah payah menahan air matanya


Kehidupan seseorang tidak ada yang tau, kapan kita akan bersedih dan kapan kita akan bahagia. Begitupun dengan kesedihan Nathan saat ini tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Duduk diam di pinggir tempat tidur dengan kepala yang disandarkan pada lutut kaki, menyembunyikan air mata yang keluar tanpa di minta


"Kalau ini mimpi, berarti ini mimpi terburuk yang pernah aku alami Ra"gumam Nathan


Nathan hanya diam di posisi awalny hingga tertidur, namun sang papa yang melihat langsung mengangkat Nathan dan memindahkannya ke atas tempat tidur

__ADS_1


"Memang berat nak, tapi papa yakin kamu bisa menghadapinya"ucap Adimas pelan seraya mengelus kepala sang anak


Adimas keluar kamar Nathan di sambut oleh kedatangan Amanda yang juga ingin bertemu dengan sang anak, namun niat itu terhenti ketika sang suami melarangnya masuk kedalam kamar karena sang anak sudah tidur


"Bagaimana keadaan Nathan mas ?"tanya Amanda


"Dia sangat terpukul sayang, biarkan dia beristirahat semoga besok dia sudah baik-baik saja"jawab Adimas seraya merangkul sang istri


"aku nggak pernah melihat Nathan sesedih ini mas"ucap Amanda lirih


"Tenang saja, dia laki-laki dan mas yakin dia pasti mampu melewati semua ini"balas Adimas


"Semoga saja mas"jawab Amanda


"Ini sudah malam, ayo kita juga butuh istirahat"Adimas mengajak sang istri untuk segera tidur karena sudah larut malam dan siapa sangka yang mereka anggap tidur didalam kamar malah masih terdiam menatap langit-langit kamar dengan pipi yang masih dibasahi air mata

__ADS_1


__ADS_2