
Bel sekolah berbunyi menandakan jam pelajaran bertukar dengan jam istirahat semua siswa-siswi berhamburan keluar kelas , namun beda dengan Angel , Bella yang mementingkan bergosip dibanding mengisi perutnya
"Ngel , tadi gue denger si cewek caper pingsan di lapangan"ucap Bella
"Terus ?"tanya Angel
"Yang parahnya lagi disaat semua murid disuruh keluar UKS sama guru si Nathan masih setia berdiri di depan jendela buat liatin tu si caper dari luar"jelas Bella
"Dari mana Lo tau ?"tanya Diva
"Gue liat sendiri"jelas Bella
"Udah lh Ngel , biarin aja kan lo yang bilang sama gue kalau Nathan pacaran sama si anak baru ikhlasin aja"ucap Diva
"Enak aja ikhlasin , gue udah dari kelas 10 ngejar-ngejar dia tapi malah si caper yang dapetin . Harus gue kasih pelajaran tu si caper"ucap Angel
"Terserah Lo"Diva terlalu malas untuk ikut campur masalah Angel karna masalah nya sudah cukup berat
"Ayo kita kasih pelajaran tu si cewek caper"Angel menarik tangan Bella sedangkan Diva hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman-teman nya
Angel dan Bella berjalan menyusuri lorong sekolahan dengan semangat yang berapi-api membayangkan bagaimana menderitanya Ara saat mereka memberikan Ara sebuah pelajaran yang mungkin tak akan Ara lupakan seumur hidupnya . Membuka pintu UKS dengan paksa dan langsung mendekati Ara yang sudah duduk bersandar
"Wah , tuan putri udah sadar ternyata"ucap Angel
"Udah dong Ngel kan nggak ada orang jadi nggak bisa caper"tambah Bella
"Kalian mau ngapain ?"tanya Ara
"Haha , kita kesini mau bersenang-senang . Ya nggak Bella"Angel melipat kedua tangannya
"Yoi Ngel"jawab Bella
"Heh Lo cewek caper nggak usah sok kecantikan . Sok-sokan pingsan Lo"Angel mendorong bahu Ara dengan tanpa perasaan
"Maksudnya ?"Ara sedikit bingung dengan tindakan Angel dan Bella yang tiba-tiba
"Maksudnya ? Heh , jangan sok polos deh Lo , gue tau Lo itu caperkan sama semua orang yang ada disekolah ini termasuk ke Nathan . Gue kasih tau ya sama Lo kalau Nathan itu cuma milik gue"jelas Angel
"Tau Lo sok cantik banget"tambah Bella
__ADS_1
"Tapi kan memang Ara cantik"jawab Ara
Mendengar ucapan Ara membuat Angel semakin emosi dan ingin menampar Ara namun sebelum tangan mengenai pipi Ara tangan Angel ditahan oleh seseorang
"Iih , apaan sih Bella barang banget Lo ngehalangin gue"Angel masih berusaha melepaskan tangannya namun tatapannya masih pada Ara
"Buka gue Ngel"mendengar jawaban Bella , Angel langsung membalik badannya
"Nathan"betapa terkejutnya Angel melihat Nathan yang sudah berada di UKS dengan menahan tangannya yang akan menampar Ara
"Mau ngapain Lo ?"tanya Nathan
"Gue nggak mau ngapa-ngapain kok , gue kesini cuma mau liat keadaan Ara iyakan Bella"ucap Angel
"I-iiya Nat"jawab Bella
"Lain kali kalau gue liat Lo ngangguin pacar gue , gue pastiin hidup Lo penuh penyesalan"ucap Nathan
"Kenapa Lo malah marahin gue ? Seharusnya gue yang marah kenapa Lo pacaran sama dia ?"Angel tak bisa lagi menahan emosinya
"Apa hak Lo ngatur-ngatur gue"ucap Nathan
"Suka-suka gue mau pacaran sama siapa aja itu bukan urusan Lo"jawab Nathan
Kepala Ara semakin pusing mendengar pertengkaran Nathan dan Angel . Ara turun dari tempat tidurnya untuk keluar dari ruangan UKS , namun belum sempat Ara keluar pinggang Ara ditarik oleh Nathan dengan satu tangan membawa Ara kedalam pelukannya . Hal tersebut sontak membuat Ara terkejut begitupun dengan Angel dan Bella
"Gue mau ngerawat pacar gue , Lo berdua keluar"ucap Nathan dengan raut wajah yang mematikan
Bella takut melihat raut wajah Nathan yang sudah berubah menandakan dia berada pada titik emosi paling tinggi . Bella langsung menarik Angel keluar dari ruang UKS , walau sempat ada penolakan dari Angel namun pada akhirnya Bella berhasil membawa Angel keluar ruangan
"Lepasin Ara"ucap Ara
Mendengar ucapan Ara , Nathan langsung melepaskan pelukannya dan kembali meminta Ara untuk kembali ke tempat tidurnya
"Mau kemana Lo tadi ?"tanya Nathan
"Ara mau kekelas"jawab Ara
"Udah tau sakit masih aja mau kekelas , nih makan gue bawain makan siang buat Lo . Jangan sampai pingsan lagi"Nathan membukakan makanan yang dia bawa dari kantin dan memberikannya pada Ara
__ADS_1
"Ara nggak lapar"Ara menolak makanan yang dibawakan oleh Nathan
"Lapar nggak lapar harus makan , gue udah beliin buat Lo . Nggak boleh mubazir makanan"ucap Nathan
"Tapi kan Ara nggak lapar"balas Ara
Nathan kesal mendengar ucapan Ara yang terus-terusan bilang bahwa dia tidak lapar . Nathan memejamkan matanya sejenak lalu mengambil kembali makanan yang sudah dipegang Ara . Dengan hati terpaksa Nathan menyuapi Ara
"Nih makan , tinggal buka aja mulut Lo susah banget"ucap Nathan
Dengan terpaksa Ara membuka mulutnya dan menerima suapan demi suapan dari Nathan
"Lain kali kalau belum sarapan bilang aja jangan sok-sokan bilang udah . Kalau pingsan kayak gini siapa yang rugi ? Lo juga kan"Nathan terus saja berbicara seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya
"Nathan lagi marahin Ara ?"tanya Ara
"Siapa lagi kalau bukan Lo"jawab Nathan
"Tapi kan Ara udah sarapan tadi pagi kenapa Nathan marahin Ara ?"tanya Ara kembali
"Kalau Lo udah sarapan ke apa Lo bisa pingsan tadi ?"Nathan kembali bertanya
"Nggak tau"jawab Ara
"Bodo ah pusing gue"ucap Nathan
Setelah memberikan suapan terakhir Nathan menyuruh Ara untuk tetap di UKS dan tidak boleh keluar ruangan walau selangkah pun
"Kalau sampai Lo keluar , gue patahin kaki Lo"ancam Nathan
"Tapi kan Ara harus ikuti jam pelajaran"jawab Ara
"Udah Lo itu lagi sakit , kalau Lo masuk kelas terus pingsan lagi Lo bakal ngeganggu teman-teman Lo yang lagi belajar"mendengar ucapan Nathan membuat Ara pasrah dan menuruti kata-kata Nathan
"Lo istirahat aja disini , pulang sekolah entar gue jemput Lo disini . Inget jangan kemana-mana"ucap Nathan
"Iya"jawab Ara
Nathan langsung bergegas meninggalkan Ara karna bel sekolah sudah berbunyi . Nathan memang sering bolos dijam pelajaran namun tidak untuk bermalas-malasan melainkan hanya untuk keadaan mendesak . Untuk tidur contohnya
__ADS_1