
Adimas berjalan di lobi kantor Queen Company dengan percaya diri, desain kantor yang super megah membuatnya terpukau. Tak hanya desain nya bahkan seluruh karyawan yang mereka punya pun berkualitas. Belum sampai di depan resepsionis Adimas sudah di dekati seseorang terlebih dahulu
"Selamat pagi pak Adimas"ucapnya
"Selamat pagi"Adimas sedikit terkejut dengan sapaan bule dengan bahasa Indonesia yang lancar
"Saya di utus untuk mengantarkan anda ke ruang pertemuan, mari ikuti saya pak"jelasnya
"Baik, terimakasih"Adimas berjalan mengikuti seseorang yang entah siapa namanya
Sampainya di tempat pertemuan, orang tersebut mengetuk pintu seraya memberi tahu bahwa Adimas sudah bersamanya
"Silahkan masuk pak, anda sudah di tunggu"ucapnya berlalu meninggalkan Adimas sendirian
Adimas menarik nafasnya dalam seraya membuka pintu, dengan percaya diri dia masuk untuk menemui atasan Queen Company
"Selamat pagi pak Adimas"sapa nya ramah, sedangkan Adimas hanya terdiam menatap siapa orang yang berada di depannya
__ADS_1
"Selamat siang nyonya Grace"balas Adimas
"Silahkan duduk pak, maaf sudah membuat anda menunggu terlalu lama"jelas Oma Grace
Adimas tak menyangka bahwa pimpinan perusahaan ternama adalah oma Ara, Adimas sedikit bingung harus dimulai dari mana mengingat bagaimana kisah kepergian Ara dahulu
"Sudah pak, yang dulu tidak usah di pikirkan lagi biarlah menjadi kisah yang memberikan pelajaran bagi kita semua"seolah-olah nyonya Grace mampu membaca pikiran Adimas
"Baik nyonya"ucap Adimas
Niko yang awalnya asyik memainkan ponsel genggamnya seraya berjalan menyusuri banyak toko di mall ibu kota, kini pandangannya terfokuskan pada seorang wanita yang mampu membuat netizen Instagram nya menggila. Niko ingin mendekati nya dengan segera namun sebelum mendekati wanita itu Niko memastikan bahwa dia sendirian. Setelah yakin barulah Niko bergegas mendekatinya
"Hai, sendirian aja neng"ucapannya mampu membuat wanita itu terkejut
"Ngapain Lo ?"tanya Diva
"Ya elah, ketemu cowok ganteng bukannya senyum malah sebaliknya"ucap Niko
__ADS_1
"Ngapain Lo disini ? Pergi sana, jangan bikin mood gue tambah rusak"Diva benar-benar dibuat tidak mood dengan hari kesiangan nya
"Nemenin Lo lah, ngapain lagi coba"jawab Niko dengan santai
"Gue nggak perlu teman hari ini, gue pengen sendiri. Jadi gue minta Lo tinggalin gue yaa"ucap Diva seraya tersenyum paksa agar Niko tak tersinggung
"Huft baiklah buat neng cantik mah apa yang nggak"Niko tersenyum geli mengingat apa yang dia ucapkan barusan
"Oke, thanks ya"balas Diva
"Santai sama gue mah, lain kali kalau Lo butuh seseorang buat nemenin Lo nongkrong hubungi aja gue. Gue siap kapan aja"ucap Niko yang dibalas senyuman oleh Diva
Setelah kepergian Niko, kini Diva hanya sendiri di temani segelas coffe americano dengan tatapan yang tak mau lepas dari layar ponsel. Sampai seseorang datang mengetuk meja dimana tempat Diva bersantai
"Kenapa balik lagi ? Udah gue bilang gue nggak butuh di temani, lagian adanya Lo disini malah bikin mood gue rusak"ucap Diva tanpa melihat siapa orang yang mengetuk mejanya. Namun sang pengetuk meja bukannya pergi malah menarik kursi dan duduk di depan nya, Diva yang menyadari hal tersebut langsung mengubah pandangannya pada orang yang dianggap sudah mengganggu. Entah siapa yang di depannya saat ini, tapi yang pasti mampu membuat Diva terdiam dan tak mampu berkata-kata
"Hai sayang"begitulah orang itu menyapa
__ADS_1