
Diva berdiri di depan ruangan Vip tempat dimana orangtua Anna di rawat, diva menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan pelan-pelan setelah hatinya tenang baru masuk kedalam dengan senyuman
"Assalamu'alaikum"ucap Diva
"Wa'alaikumusalam, kak Diva"Anna menunjukkan senyum bahagia melihat kedatangan Diva
"Ini kakak bawain kamu makanan, kamu pasti belum makan kan ?"tanya Diva yang di jawab dengan anggukan oleh Anna
Diva tersenyum bahagia ketika melihat Anna mulai melahap makanan yang dia bawa, kini tatapan Diva beralih pada ibu nya Anna yang masih terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan
"Mama baru di beri obat tidur oleh dokter kak"seolah Anna memahami apa yang ingin Diva pertanyakan
"Hm, ya udah kamu makan yang banyak"Diva duduk didepan Anna sesekali memperhatikan Anna yang sedang makan
"Anna"panggil Diva
"Iya kak"jawab Anna
"Kamu masih sekolah ?"tanya Diva
"Nggak kak, Anna sudah berhenti"jawab Anna
"Berhenti sekolah maksud kamu ?"tanya Diva kembali dan dijawab dengan anggukan
"Kenapa ? Anak seusia kamu itu seharusnya masih sibuk dengan buku-buku pelajaran"ucap Diva
"Aku cuma tinggal sama mama di rumah kontrakan kak, jangankan untuk bayar sekolah bayar kontrakan aja kadang kita masih nunggak berbulan-bulan bahkan pernah kita diusir dari kontrakan karena nggak bisa bayar"jelas Anna
"Memangnya papa kamu kemana ?"tanya Diva
"Papa sudah meninggal kak"jawab Anna
"Maaf ya kakak nggak tau"ucap Diva
__ADS_1
"Iya kak nggak apa-apa"balas Anna
"Kalau kakak boleh tau mama kamu kerja apa ?"Diva semakin dibuat penasaran dengan keluarga Anna
"Mama Anna pembuat kue yang nanti di titip-titipkan di warung-warung kak"jawab Anna
Diva terdiam mendengar cerita Anna yang ternyata nasibnya jauh dibanding dia
"Ternyata selama ini gue kurang bersyukur dengan apa yang gue miliki saat ini, mungkin gue kekurangan kasih sayang tapi gue punya segalanya sementara Anna"batin Diva
"Ya udah kamu habiskan makan nya"Anna kembali melahap habis makanannya dengan Diva yang masih setia duduk didepannya seraya memainkan ponsel genggamnya
"Dokter Reyhan"terdengar dari luar ruangan seseorang memanggil nama dokter Reyhan membuat Diva yang sedang memainkan ponselnya langsung tersadar dan mendengarkan dengan seksama
"Ada apa ?"tanya Reyhan
"Ada apa anda mencari saya ?"ucap dokter Vito
"Wah, Aisyah memang calon istri yang baik. Makasih informasinya dokter tampan"Vito mencolek dagu Reyhan dan bergegas pergi
Diva yakin Reyhan saat ini berada didepan ruangan rawat inap orangtua Anna, dengan bergegas Diva meraih tas nya dan berpesan pada Anna
"Anna, kakak ke kamar mandi dulu nanti kalau ada yang nanyain kakak bilang kalau kakak nggak ada disini ya"ucap Diva
"Memangnya kenapa kak ? Ada apa ?"tanya Anna bingung
"Udah pokoknya kamu bilang aja apa yang Kakak bilang tadi"Diva langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi
Benar saja selang beberapa detik setelah Diva masuk kedalam kamar mandi Reyhan masuk ke ruangan tersebut melihat Anna yang masih makan dengan lahapnya
"Ada apa dokter ?"tanya Anna
"Kamu masib ingat dokter kan ?"tanya Reyhan
__ADS_1
"Masih, dokter yang sama kak Diva kemaren kan"jawab Diva
"Anak pintar, sekarang dokter mau nanya apa kak Diva tadi kesini ?"tanya Reyhan
"Iya tapi udah pergi"jawab Anna
"Anak pintar"batin Diva
"Kak Diva ada bilang nggak mau kemana ?"tanya Reyhan
"Anna nggak tau dokter"jawab Anna bohong
"Ya sudah kalau begitu dokter keluar dulu"Reyhan tersenyum dan pergi keluar ruangan
Setelah memastikan Reyhan benar-benar pergi Diva baru keluar dari kamar mandi seraya tersenyum
"Makasih ya Anna kamu udah mau berbohong untuk kakak"ucap Diva
"Sama-sama kak"jawab Anna
"Kakak masih ada urusan, kakak pergi dulu ya"Diva berpamitan pada Anna
"Iya kak, hati-hati dijalan ya kak"ucap Anna
"Oiya kakak hampir lupa, ini ada sedikit uang kamu pegang ya untuk keperluan kamu dan mama selama disini"Diva meninggalkan uang untuk keperluan Anna dan mamanya selama berada dirumah sakit karena Diva tidak bisa setiap waktu datang kesini. Diva khawatir kalau Anna tidak akan makan kalau dia tidak datang membawakan makanan
"Tidak usah kak, Anna sudah banyak merepotkan kakak"tolak Anna
"Terima Anna, anggap kakak sebagai kakak kamu sendiri. Anggap uang ini untuk Jaja kamu dan mama yang kakak tinggalkan selama kakak pergi bekerja"jelas Diva namun Anna hanya tertunduk diam
"Anna, kakak nggak punya banyak waktu. Kamu pegang uang ini pergunakanlah, jaga mama kamu baik-baik kalau ada apa-apa telfon kakak"ucap Diva
"Iya kak"mendengar jawaban Anna Diva bergegas keluar meninggalkan Anna yang masih menatapnya
__ADS_1