
Duduk di cafe dengan alunan musik dan segelas coffe latte mampu membuat pikiran tenang, bibir tersenyum bahagia dengan keajaiban yang terjadi akhir-akhir ini
"Akhirnya"gumam Queen
"Apa yang akhirnya ?"ucap Nala tiba-tiba
"Mimpi itu sebentar lagi akan terwujud"jawab Queen
"Mimpi apa ?"tanya Nala kembali
"Ah, nanti kamu juga akan tahu"balas Queen dengan senyuman
"Main rahasia-rahasia an sekarang"Nala menaik turunkan kedua alisnya
"Hahaha, kamu mau pesan apa ? Aku yang traktir"ucap Queen mengalihkan pembicaraan
"Wiih, oke apapun itu ?"tanya Nala
"Iya apapun itu"jawab Queen
Benar saja, saat ini Nala sibuk membalik-balikkan buku menu hingga dia lupa dengan sesuatu yang dia pertanyakan. Selang beberapa menit pesanan Nala datang, tak hanya satu atau dua saja Nala memesan makanan sangat banyak
"Kamu mesan semua ini ?"tanya Queen
"Iya, nggak usah kaget gitu"balas Nala
"Nggak kaget sih, tapi tumben aja kita cuma berdua lho"ucap Queen
"Bantu gue ngabisin ini semua"mendengar ucapan Nala membuat Queen langsung menelan air liurnya
__ADS_1
"Kamu lagi ada masalah ya ?"tanya Queen karena se ingat Queen, Nala akan banyak makan ketika ada masalah
"Iya"jawabnya seraya memilih yang mana yang akan dia santap lebih dulu
"Cerita sama aku"Queen menggenggam tangan Nala membuat Nala menghentikan kegiatannya
"Queen maafin gue ya"ucap Nala
"Maaf ? Untuk apa ? Kamu kan nggak salah apa-apa ke apa harus minta maaf" Queen benar-benar dibuat bingung dengan ucapan Nala
"Sebelum kesini, gue dapet telfon dari Abang gue kalau kembaran gue bakal dijodohin"jelasnya
"Hah, you're serious ?"tanya Queen tak percaya
"Iya dan keputusan papa udah nggak bisa di ganggu gugat, bahkan ketika bunda sama Abang gue memohon pun papa masih tetap pada keputusannya"jelas Nala panjang lebar membuat raut wajah Queen ikut berubah sendu
"Udah nggak apa-apa kok"Queen menampakkan senyum paksa nya
"Udah nggak usah, mungkin itu memang yang terbaik buat kembaran kamu. Kita cuma bisa do'ain semoga itu memang yang terbaik"jelas Queen dengan senyuman
"Lo nggak sedih ?"tanya Nala
"Buat apa ? Aku percaya sama takdir kok"balas Queen seraya memakan kentang goreng pesanan Nala
"Kok gitu sih ekspresi Lo ? Lo nggak cinta lagi ya sama kembaran gue ?"tanya Nala
"Cinta, tapi ya udah sih kan nggak pernah ketemu juga"jawab Queen dengan santai
"Gaya Lo"balas Nala
__ADS_1
"Haha, udah ah ayo makan keburu dingin"ajak Queen
"Ini kan makanan gue"ucap Nala
"Kan aku uang Bayar"balas Queen
"Udah pinter Lo sekarang, bangga gue"ucap Nala seraya tertawa
"Siapa dulu gue gitu lho"Nala tertawa terbahak-bahak sampai lupa saat ini dia berada di mana
"Iih, Nala ketawa jangan gede-gede jaga image dong"Queen mencubit Nala dengan gemasnya
Sementara itu dilain tempat ada seseorang yang terus memperhatikan Nala dan Queen, entah siapa mereka yang jelas orang itu terus mengikuti kemanapun mereka pergi
***
Nathan dengan tergesa-gesa masuk kebutik milik sang kakak, wajah Nathan tak terlihat ramah seperti biasanya. Bahkan karyawan Aisyah tak ada satupun yang dia jawab sapaannya membuat mereka sedikit bertanya-tanya ada apa dengan Nathan
"Kak Aisyah mana ?"tanya Nathan dengan wajah datarnya
"Mbak Aisyah pergi metting, baru saja pergi"jawab salah satu karyawan
Setelah mendapatkan jawaban yang dia inginkan, Nathan langsung berlalu masuk kedalam ruangan kerja sang kakak. Betapa kagetnya dia ketika melihat etilase yang dia minta khusus untuk meletakkan gaun desainan nya disana sudah kosong
"Dimana gaun biru muda nya ?"tanya Nathan pada seluruh karyawan
"Gaun itu dibawa oleh mbak Aisyah tadi"jawab salah satu dari mereka
"Dimana kak Aisyah metting ?"tanya Nathan kembali
__ADS_1
"Kami tidak tau"jawab nya kembali
Dengan cepat Nathan keluar dari butik, sifat Nathan kali ini benar-benar berbeda, mobil sport merah itu melaju dengan cepat namun entah kemana arah tujuannya