
Kini Diva dan Reyhan sudah duduk berhadap-hadapan, tatapan Reyhan yang tak mau lepas dari wajah Diva sementara Diva selalu mengalihkan pandangannya
"Berasa mau disidang gue"batin Diva
"Siapa dia ?"tanya Reyhan
"Pacarnya lah Rey, Lo kayak nggak pernah muda aja"jawab Vito yang baru duduk
Reyhan menatap Vito dengan tatapan memangsa membuat Vito langsung terdiam dan memilih pergi
"Jawab Diva"ucap Reyhan
"Dia Roy, teman sekolah "jawab Diva
Entah apa sebenarnya yang dirasakan oleh Reyhan terhadap Diva tapi yang jelas Reyhan tak suka jika melihat dia dekat dengan laki-laki lain selain dirinya
"Abis dari mana sama dia ?"tanya Reyhan
"Beli cat Pilok buat lulusan besok"jelas Diva
Setelah mendengar penjelasan Diva, Reyhan pindah duduk di samping Diva, memutar tempat duduk Diva agar berhadapan dengannya. Reyhan menutup kembali kaca helm agar Reyhan tak memandang wajah Diva terlalu lama secara dekat dan segera membukakan helm di kepala Diva. Setelah helm itu terbuka Reyhan kembali memutar tempat duduk Diva
"Helmnya udah bisa dibuka"ucap Reyhan
"Terimakasih dok"balas Diva
"Dok ? Sudah lama saya tidak mendengar sebutan itu, apa setelah pergi dengan dia kamu melupakan panggilan mu untuk saya ?"tanya Reyhan
__ADS_1
"Eh, maksudnya makasih mas"ucap Diva disertai cengiran
"Diva motornya udah siap"disela-sela ketegangan Diva seorang montir datang menyelamatkannya
"Oh, benarkah ? Syukur Alhamdulillah"dengan tergesa-gesa Diva berdiri dari tempat duduknya
"Diva ngecek keadaan motor dulu ya mas"ucap Diva berpamitan
"Biar mas temani"Reyhan berjalan beriringan dengan Diva sementara Vito sibuk menjadi paparazi Reyhan dan Diva
"Momen langka ini"Vito tersenyum puas melihat hasil tangkapan layarnya
"Gimana ?"tanya Diva pada montir yang memperbaiki motornya
"Semua aman terkendali, kuda besi sudah bisa kembali digunakan oleh tuan putri"goda salah satu montir yang biasa suka bercanda dengan Diva
"Wah, terimakasih"jawab Diva dengan manisnya membuat Reyhan kembali merasa kesal
"Nggak usah, kata si bos Lo nggak usah bayar langsung bawa aja"jelas Dion
"Nggak enak gue gratis Mulu"keluh Diva
"Nggak apa-apa kali kan Lo tuan putri bengkel sini"jelas Dion
"Ya udah kalau gitu makasih banyak. Gue pulang duluan yaa, kalian yang semangat kerjanya"ucap Diva berpamitan
"Siap tuan putri"jawab para montir berbarengan membuat Diva tertawa bahagia
__ADS_1
"Senyumannya membuat aku candu, bahkan kalau boleh egosi aku tak ingin berbagi dengan siapapun"batin Reyhan
"Mas, Diva pulang duluan yaa"ucap Diva berpamitan pada Reyhan
"Tunggu disini sebentar"Reyhan berlari kecil mendekati Vito entah apa yang mereka bicarakan, tak butuh waktu lama Reyhan sudah kembali mendekati Diva
"Saya antar kamu"ucap Reyhan membuat Diva terdiam
"Serius ?"tanya Diva
"Iya, sini kunci motornya"pinta Reyhan
"Mas beneran bisa bawa motor kan ?"tanya Diva ragu
"Tenang aja adek manis, sebelum menjelma jadi seorang dokter Reyhan dulunya tukang ojek jadi udah handal"jelas Vito yang baru datang mendekati mereka
"Tukang ojek ?"ucap Diva sedikit bingung
"Jangan dengerin dia, sini kunci motornya kita pulang sekarang"setelah mendapatkan kunci motor Reyhan segera menaiki motor Diva
Diva melihat Reyhan menaiki motor balapnya dilengkapi dengan helm membuat Diva sedikit terpesona
"Dia memang tampan jangan cuma diliatin aja, deketin cepat sebelum diambil orang"ucap Vito pada Diva
"Dokter, bikin kaget saya aja"Diva dibuat salah tingkah oleh kata-kata Vito
"Hehehe, udah buruan sana entar kelamaan nunggu kamu malah di ambil orang"goda Vito
__ADS_1
"Kalau gitu Diva pulang dulu ya dok"setelah berpamitan dengan Vito, Diva segera duduk dibelakang Reyhan
"Pegangan entar jatuh"ucap Reyhan dan dengan ragu Diva berpegangan di bahu Reyhan. Dengan gerakan cepat Reyhan memindahkan tangan Diva ke pinggangnya membuat Vito yang melihat langsung serangan jantung dan dengan cepat membuka kamera ponselnya