SUNSET

SUNSET
Part 64


__ADS_3

Sama seperti pagi-pagi sebelumnya Nathan selalu mengantar Ara sampai ke kelas dan tak lupa menitipkan Ara pada Thalita dan Puji agar menjaga pujaan hatinya dikala tak bersamanya


"Udah kayak emak-emak ngantarin anak TK Lo"ucap Thalita


"Iih , jomblo Syirik"jawab Nathan


"Udah sana pergi Lo , ngerusak mood gue aja"entah apa yang membuat Thalita dan Nathan setiap bertemu pasti ada perdebatan diantara mereka


"Gue juga mau pergi , males disini lama-lama ada jomblo . Sayang aku pergi kekelas dulu , ingat jaga mata jaga hati"ucap Nathan seraya bernyanyi


"Suara Lo fals"ucap Thalita tiba-tiba membuat Ara dan Puji tertawa mendengarnya


"Syirik aja Lo , dada sayang"setelah melambaikan tangannya Nathan bergegas pergi keluar kelas karena tak ingin emosinya terpancing oleh Thalita karena itu akan membuat image nya turun didepan Ara


"Lo kenapa sih Tha ngga suka banget kalau ada Nathan"tanya Puji


"Gue juga nggak tau , setiap liat dia ya bawaannya emosi aja gue . Lo tau kan sebelum Ara pindah ke sekolah ini banyak banget perempuan yang ngejar-ngejar tu curut tapi bukannya berhati lembut malah tambah sok kecakepan"jelas Thalita


"Beneran ? Banyak banget ?"Ara sangat antusias mendengar ucapan Thalita barusan


"Iya Ra bener kata Thalita , bahkan dulu ada yang di tolak di tengah lapangan disaksikan oleh seluruh warga sekolah"jawab Puji tak kalah antusias


"Berarti Nathan playboy dong suka ganti-ganti pacar"ucap Ara

__ADS_1


"Sejauh yang gue tau sih tu curut belum pernah pacaran dan mungkin aja Lo pacar pertamanya"jawab Puji


"Gue harap semoga Lo pacar pertama dan terakhir nya . Karena kalau sempat gue denger Lo di sakiti sama tu curut gue yang bakal buat perhitungan"ucap Thalita


Mendengar ucapan Thalita Ara tersenyum bahagia seraya bertepuk tangan


"Sayang Thalita banyak-banyak"Ara memeluk Thalita dan Puji


"Udah pelukannya , gue lapar ni"ucap Thalita


"Ya udah ayo kita kekantin"mereka pertiga pun berjalan menyusuri lorong sekolahan menuju kantin untuk sarapan


Ara , Thalita dan Puji sudah memesan makanan mereka . Walaupun sudah sarapan namun akhir-akhir ini nafsu makan Ara meningkat setelah meminum vitamin yang diberi oleh dokter


"Hem biarin aja selagi nggak gangguin kita kita jangan gangguin orang"jawab Thalita


"Memangnya mereka kenapa ?"tanya Ara


"Mereka itu geng cabe merah"jawab Puji


"Cabe merah ? Kenapa disebut cabe merah , Ara nggak liat mereka bawa cabe merah"tanya Ara kembali


"Haha , Ra maksud nya Puji itu cabe merah bukan berarti mereka suka bawain cabe-cabean juga . Lo liat deh mereka ke sekolah bibirnya merah banget kan ditambah dengan kelakuan mereka yang suka bikin orang sakit hati makanya Puji bilang kalau mereka geng cabe merah"jelas Thalita

__ADS_1


"Oo gitu , iya-iya Ara ngerti"Ara mengangguk-ngangguk seraya memasukkan pentol bakso pada mulutnya


"Jadi kalau Lo di sakiti sama mereka Lo bilang aja ke kita Ra biar kita yang bales perbuatan mereka"ucap Puji


"Biarin aja jangan main balas-balasan nggak baik . Kalau orang jahat sama kita biarin aja kita doain mereka biar cepat tobat , tapi kalau kita balas mereka dengan kejahatan juga lantas apa bedanya kita sama mereka"jelas Ara


"Haha. Mampus Lo di ceramahin"Thalita bahagia melihat ekspresi Puji yang ternganga dengan sesendok nasi goreng yang tak jadi masuk kedalam mulutnya karena mendengar ucapan Ara


"Iya ustadzah"ucap Puji


"Bukan ustazah tapi calon jenazah"jawab Ara


"Iih ngeri banget ngomongnya jenazah-jenazah an"ucap Puji membuat Ara tertawa


"Tapi Diva juga temen mereka kan ?"tanya Ara


"Iya kenapa Lo di gangguin sama dia ?"tanya Thalita


"Nggak , malah Ara liat dia lebih suka diam beda sama Angel dan Bella"jawab Ara


"Diva memang beda dari kedua teman-teman nya dan gue rasa Diva salah memilih teman deh"ucap Puji


"Udah biarin aja itu urusan mereka , urusan kita sekarang cepat habisin ni sarapan biar cepat juga masuk kelas"tambah Thalita

__ADS_1


Mereka pun mengakhiri obrolan ala-ala anak sekolah dan melanjutkan menyantap sarapan pagi tanpa ada nya keributan


__ADS_2