SUNSET

SUNSET
Eps 177


__ADS_3

"Bik"panggil Diva dari bangunnya


"Sayang, kamu udah bangun"Reyhan langsung berdiri dan membantu Diva untuk duduk


"Mas"panggil Diva


"Iya sayang mas disini"balas Reyhan


"Bik Minah dimana ?"tanya Diva kembali


"Bik Minah tadi mas suruh pulang untuk beristirahat, malam ini biar mas yang jagain kamu"jelas Reyhan


"Memangnya mas nggak kerja ?"tanya Diva


"Shift nya mas sudah habis"jawab Reyhan


"Aku takut merepotkan mas nanti"ucap Diva sendu


"Tidak sama sekali sayang"Reyhan menggenggam tangan Diva dengan penuh kehangatan


"Eheem"suara deheman dari seseorang mampu membuat Reyhan terkejut


"Nathan"ucap Reyhan


"Hehe, Nathan ngagetin ya bang ?"Nathan cengengesan seraya memasuki ruangan


"Nathan"ucap Diva


"Paan ? Kangen Lo ma gue kan"balas Nathan


"Nggak"jawab Diva membuat Reyhan menahan senyumnya


"Iis"Nathan memanyunkan bibirnya


"Assalamu'alaikum"ucap Amanda


"Wa'alaikumusalam"Reyhan langsung menyalami kedua orangtuanya

__ADS_1


"Diva sayang, gimana keadaan kamu sekarang nak ?"tanya Amanda


"Alhamdulillah lebih baik bunda"jawab Diva


"Syukur Alhamdulillah"Amanda membelai rambut Diva dengan lembut


"Oiya pa, sudah ada kabar baik dari rumah sakit"ucap Reyhan


"Apa itu ?"tanya Adimas


"Diva sudah memiliki pendonor dan bisa segera operasi tinggal menunggu kesiapan Diva aja"jelas Reyhan


"Ya Allah, beneran mas ?"tanya Diva tak percaya


"Iya sayang"jawab Reyhan


"Sayanga sayangan aja terus, nggak usah mikirin jomblo"ucap Nathan seraya memainkan ponselnya


"Tenang, sebentar lagi nggak jomblo kok"balas Reyhan


"Diva mau segera operasi mas, bahkan malam ini pun Diva siap"ucap Diva dengan bahagia


"Iya sayang, jadi malam ini kamu bisa istirahat sebelum operasi besok"balas Amanda


"Iya bunda"jawab Diva


"Oiya bang, ini bunda bawain baju ganti. Mending sekarang Abang mandi, nanti sesudah mandi kita makan malam bersama"jelas Amanda


"Iya bunda, mas tinggal sebentar ya"ucap Reyhan


"Iya mas"jawab Diva


"Sekarang Nathan sama papa bantuin bunda siapin makan malam ya"Amanda mengeluarkan semua bekal nya


"Bunda, maaf ya Diva nggak bisa bantu. Diva ingin sekali membantu tapi Diva takut bukannya membantu tapi malah merepotkan"jelas Diva


"Iya sayang nggak apa-apa, Diva istirahat aja lagiankan sudah ada Nathan sama papa yang bantuin bunda"balas Amanda

__ADS_1


Setelah Reyhan kembali dari mandi nya kini seluruh keluarga melangsungkan makan malam bersama, Amanda menyuapi Diva dengan lembut. Namun disela-sela makan malam yang hangat seorang remaja perempuan datang dengan parsel buah di tangannya, membuat seluruh keluarga menatap padanya


"Kakak"remaja itu tak menghiraukan seluruh pandangan keluarga Adimas padanya, dia hanya fokus pada perempuan yang terduduk lemah di tempat tidur


"Anna, apakan itu kamu ?"tanya Diva


"Iya kak, ini Anna"Anna merangkul Diva dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Hey, kamu kenapa sedih ?"tanya Diva


"Kakak kenapa bisa gini ? Siapa yang jahatin kakak ?"tanya Anna


"Nggak ada yang jahatin kakak, kakak udah nggak apa-apa kamu jangan sedih dong nanti kakak ikut sedih"ucap Diva


"Iya kak"jawab Anna


"Kamu sama siap kesini ?"tanya Diva


"Sama ibu, tapi ibu masih di bawah"jawab Anna


"Maaf Tante, Anna nggak sopan ya"Anna melihat Amanda dan seluruh keluarga yang menatapnya sedari tadi


"Ah, tidak apa-apa"jawab Amanda


"Anna, kamu dari mana tau kalau kakak di sini ?"tanya Diva penasaran


"Anna tadi pergi kerumah kakak, tapi kata art Kakak di rawat. Jadi Anna cepat-cepat pulang dan memberitahu ibu"jawab Anna


"Assalamu'alaikum "ucap ibu Anna


"Wa'alaikumusalam "jawab seluruh keluarga seraya melihat dari mana asal suara itu


"Itu ibu kak"Anna langsung merangkul tangan sang ibu


"Bu"ibu Anna menyapa Amanda


"Iya, maaf kalau boleh tau ibu siapanya Diva ?"tanya Amanda dengan sopan

__ADS_1


"Saya dulu korban tabrak lari dan tidak ada yang menolong saya sampai nak Diva datang. Dia menolong saya bahkan membiayai seluruh pengobatan saya Bu"jelas ibu Anna


"Ternyata anak ini benar-benar berhati malaikat"batin Amanda seraya melihat Diva


__ADS_2