
"Cewek"Diva sedikit terkejut dengan kedatangan seseorang yang akhir-akhir ini selalu datang tiba-tiba
"Bikin kaget aja"ucap Diva
"Dari pikiranmu terus datang di kenyataan"jelasnya
"Haha, apaan sih Niko alay banget"ucap Diva seraya tersenyum
"Mau makan bareng gue nggak ? Gue traktir deh"ajak Niko
"Maaf ya Niko, gue udah ada janji"jawab Diva
"Batalin aja janji Lo, mending pergi sama gue. Masa cowok keren kayak gue dianggurin sih"ucap Niko
"Kerenan tunangan gue"ucap Diva
"Tunangan ? Hahaha, bercanda Lo garing"balas Niko
"Kok garing ? Gue beneran"ucap Diva
"Sekeren apa sih tunangan Lo itu, pengen liat gue. Tapi kalau nggak ke bukti tunangan Lo keren Lo harus jalan sama gue oke"Niko menjulurkan tangannya untuk mengajak Diva bersalaman namun belum sempat Diva menyambut tangan Niko, seseorang sudah berdiri di belakang Niko seraya mencoleknya
"Siapa sih, ganggu banget"Niko dengan cepat berbalik badan. Niat awal ingin memarahi orang yang sudah mengganggunya namun niat itu di urungkan dengan cepat
"Eh, bang Rey"ucap Niko
"Kamu ngapain disini ?"tanya Reyhan
"Biasa bang lagi usaha"jawab Niko seraya tersenyum kearah Diva
"Hm, usaha apa ?"tanya Reyhan kembali
"Abang kayak nggak tau aja, PDKT bang"jelas Niko
"Oo, PDKT"Reyhan menahan senyumnya dan melirik Diva
__ADS_1
"Sayang"ucap Reyhan
"Iya mas"balas Diva seraya mendekati Reyhan
Mendengar ucap Reyhan dan Diva membuat Niko terkejut
"Kenapa ? Kamu PDKT sama siapa ?"tanya Reyhan seraya tertawa kecil
"Kalian ?"Niko menunjuk Reyhan dan Diva bergantian
"Kenalin Niko, ini tunangan gue"ucap Diva
"Kenapa Lo nggak bilang dari tadi curut"ucap Niko pelan
"Kan Lo nggak nanya siapa tunangan gue"balas Diva seraya tertawa
"Hehe, salah sasaran berarti"dengan malu Niko mengakui kecerobohannya
"Ingat kamu udah di jodohin"ucap Reyhan
"Ya udah, selamat bersenang-senang jomblo"Reyhan merangkul Diva dan membawanya masuk kedalam mobil
"Hati-hati bang"Niko melambaikan tangannya yang di balas dengan klakson oleh Reyhan
"Gue ketinggalan berita ya ? Sejak kapan mereka bersama ? Tunangan ? Kok gue nggak di undang ? Wah kebangetan Nathan nggak ngasih tau gue . Pantesan Diva glow up dapetnya dokter tampan, tajir lagi"masih banyak lagi argumen yang Niko keluarkan
Sementara itu Diva dan Reyhan sedang saling melempar pandangan, hening tanpa ada yang mau bersuara hanya bibir yang mampu tersenyum
"Kamu cantik"puji Reyhan
"Masa sih ?"Diva menyembunyikan senyumannya
"Beneran, pantes aja Niko mendekatimu"ucap Reyhan
"Hm, ngomong-ngomong mas kenal sama Niko ?"tanya Diva
__ADS_1
"Kenal"jawab Reyhan
"Kenal dimana ?"tanya Diva penasaran
"Nanti kamu bakal tau sendiri. Gimana sudah siap untuk ketemu dengan keluarganya mas ?"tanya Reyhan seraya menggenggam tangan Diva
"Mas serius ? Mas nggak lagi becanda kan ? Atau mas lagi prank aku ?"tanya Diva bertubi-tubi
"Mas serius sayang, kalau mas nggak serius mana mungkin cincin itu mas pasangkan di jari manismu"Diva memandang cincin yang di berikan oleh Reyhan beberapa bulan lalu
"Bismillahirrahmanirrahim, aku siap mas"ucap Diva
"Good girl, hari ini kita belanja dulu besok kita temui orangtuanya mas"jelas Reyhan
"Belanja ? Untuk apa mas ?"tanya Diva
"Kok untuk apa ? Ya untuk kamu, kita kan nggak pernah belanja bareng. Sekarang mas mau ajak kamu belanja"jelas Reyhan
"Hahaha, mas ada-ada aja"balas Diva
"Kok ada-ada aja sih, mas beneran. Biasanya kamu pergi belanja sama siapa ?"tanya Reyhan
"Sendiri"jawab Diva
"Uluh uluh kasian istri aku, mulai hari ini mas yang akan menemani kami belanja"ucap Reyhan
"Beneran ? Gimana kalau mas sibuk ?"tanya Diva
"Kalau mas sibuk ya kamu cancel dulu belanjanya, tungguin mas sampai nggak sibuk"jawab Reyhan
"Hahaha, nggak bisa gitu dong"ucap Diva
"Kenapa nggak bisa ? Mas nggak mau biarin wanitanya mas pergi sendirian, takut nanti di lirik orang"balas Reyhan
Diva tertawa mendengar jawaban Reyhan yang menurutnya tidak masuk akal namun mampu membuat jantungnya berasa mau keluar
__ADS_1