
Setelah membantu bik Narti merapikan dapur Nala pun berpamitan pulang kepada bik Narti dan mang Ujang . Karena sang sahabat ingin pulang Ara pun mengantarkan Nala sampai kedalam mobil
"Lho kok Lo ikutan masuk ? Lo mau ikut kerumah gue ?"tanya Nala
"Nggak"jawab Ara
"Terus ngapain ikut masuk ?"Nala kembali dengan pertanyaan yang sama
"Ara mau minta tolong sama Nala"ucap Ara
"Ya udah mau minta tolong apaan ? Gue siap nolongin Lo apapun itu"jelas Nala dengan percaya dirinya
"Soal penyakit Ara jangan bilang-bilang sama Nathan ya La"dari banyaknya permintaan Ara selama ini cuma inilah yang memberat kan hati Nala
"Nggak mau gue"ucap Nala tegas
"Ara mohon"Ara memohon dengan kedua tangan yang sudah menempel di wajahnya
"Ra kenapa harus di sembunyikan sih ? Kasih tau aja biar dia tau dan dia nggak akan suka marah-marah sama Lo lagi"jelas Nala
"Jangan , biarkan ini semua berjalan pada mestinya . Lagian Ara yakin hubungan ini nggak akan lama"pinta Ara
"Terserah Lo deh"Nala menghidupkan mesin mobilnya dan fokus menatap kedepan
"Nala marah ya ?"tanya Ara
"Au ah gelap"jawab Nala
"Jangan marah , Ara janji sesudah ini Ara nggak akan minta apa-apa lagi"jelas Ara
"Nggak usah janji-janji segala , gue turuti apa mau Lo sekarang turun dari mobil gue"ucap Nala yang masih fokus menatap kedepan
"Beneran nggak marah ?"kesal dengan pertanyaan Ara yang itu-itu saja Nala kembali mematikan mesin mobilnya dan menatap Ara
"Gue nggak marah Arabelle"ucap Nala dengan membuat ekspresi konyol diwajahnya yang membuat Ara tertawa
"Udah sana keluar , keburu magrib ni"ucap Nala kembali
__ADS_1
Dengan senyuman ceria dan hati yang bahagia Ara keluar dari mobil Nala . Melambaikan tangan kepada Nala yang sudah mendekati pintu gerbang rumah
*
Baru saja sampai rumah Reyhan sudah dihujani dengan pertanyaan yang beruntun dari bunda dan adiknya
"Abang dari mana ? Kok tadi malam nggak pulang ?"Amanda langsung keluar dari dapur ketika mendengar suara anak sulungnya
"Abang itu bikin Aisyah khawatir tauk , Aisyah telfon kenapa nggak di angkat ?"Aisyah berkacak pinggang didepan sang Abang
Beda dengan adiknya yang sudah menunjukkan raut wajah kesal , Reyhan hanya tersenyum-senyum melihat betapa perhatiannya orang-orang dirumah ini
"Abang kok senyum-senyum sendiri ?"tanya sang bunda
"Abang sayang bunda"Reyhan memeluk sang bunda dan menghujaninya dengan ciuman
"Bunda aja Aisyah nggak ?"tanya Aisyah
"Iya Aisyah juga"Reyhan langsung memeluk dua wanita yang sangat disayanginya
Disela-sela keharuan terdengar suara cempreng seseorang yang entah dari mana
"Hm , adik bungsu kamu kebiasaan kalau pulang suka teriak-teriak"ucap Amanda yang tersenyum kepada anak-anak nya yang terkejut mendengar suara cempreng adik bungsu mereka
Nala berjalan santai tak lupa dengan senyuman cerianya mendekati sang bunda dan kedua kakak nya . Menyalami tangan mereka
"Lain kali masuk rumah dulu baru ucap salam , jangan di halaman"ucap Reyhan
"Kalau dihalaman mah percuma mending dilapangan bola aja sekalian teriak biar orang se komplek dengar"tambah Aisyah
"Hehehe , biar asyik aja gitu . Biar semua orang dirumah dengar kalau Nala pulang"jawab Nala dengan cengiran yang terpancar dari wajahnya
Semua orang geleng-geleng melihat Nala yang memiliki kebiasaan yang aneh . Namun keceriaan Nala hilang seketika ketika melihat Nathan yang keluar dari kamarnya
"NATHAN !"teriak Nala
Nathan yang mendengar teriakan sang adik pun langsung mencari dimana keberadaannya . Setelah melihat keberadaan sang adik Nathan langsung bergegas kembali masuk kedalam kamar .
__ADS_1
"Mati gue"gumam Nathan
Nala yang melihat pergerakan Nathan yang masuk kamar kembali dengan cepat Nala bergegas mengejar .
"Nathan , keluar Lo . Hadapi gue jangan jadi pengecut"teriak Nala seraya menggedor-gedor pintu kamar Nathan
Nala bergegas mencari kunci cadangan kamar Nathan , setelah mendapatkan apa yang dia cari Nala bergegas membuka pintu dan masuk kekamar Nathan
"Hahaha , dapat Lo"ucap Nala dengan seringai mengerikannya
"Abang tolongin Nathan , macan ngamuk bang"teriak Nathan
"Rey adik kamu berantem Rey , pisahin"ucap Amanda
Reyhan berlari masuk kedalam kamar disusul oleh Aisyah dan sang bunda melihat Nala yang sudah menjambak rambut sang Abang
"Dek lepasin dek kasian abangnya kesakitan"ucap Amanda
"Nggak akan"teriak Nala yang semakin gencar menyiksa sang Abang
"Nathan jangan dibalas adiknya ya"Aisyah berusaha mengingatkan Nathan yang hanya dijawab dengan acungan jempol
Reyhan berusaha memisahkan mereka namun kekuatan Reyhan tak cukup kuat melawan kelincahan Nala yang terus lepas dari genggamannya
"Abang jangan ikut-ikutan ini urusan Nala , lepasin"Nala terus memberontak
Adimas yang mendengar keributan dari dalam ruangan gym langsung keluar untuk melihat dan benar saja dikamar Nathan lah sumber suara itu
"Ada apa sayang ?"tanya Adimas yang berjalan mendekati kamar Nathan
"Mas cepat mas bantu Reyhan misahin anak bungsu kamu lagi berantem"mendengar ucapan sang istri Adimas langsung bergegas lari masuk kedalam kamar
"Nathan Nala"teriak sang papa
Mendengar teriakan sang papa perkelahian antara Nathan dan Nala terhenti . Namun hanya sepersekian detik setelah itu Nala kembali menyerang Nathan , kesal melihat sang anak melanjutkan perkelahiannya Adimas dan Reyhan memisahkan mereka . Reyhan memegang Nathan sedangkan Adimas memegang Nala
"Papa lepasin Nala , Nala haru kasih Nathan pelajaran"teriak Nala
__ADS_1
Karena sang bungsu terus meronta-ronta Adimas terpaksa menggendong Nala keluar dari kamar Nathan . Sebelum keluar kamar Adimas berpesan pada sang istri untuk membawa Nathan ke ruang keluarga