SUNSET

SUNSET
Eps 119


__ADS_3

Diva keluar dari ruang VIP ibu Anna dengan mengendap-endap memperhatikan sekitar dengan teliti setelah terasa aman Diva bergegas berjalan cepat seraya berlari menuju lobi rumahsakit. Beberapa langkah menuju mobil tangan Diva ditarik dari belakang dan langsung di gendong oleh seseorang


"Mau lari kemana lagi hm"suara seseorang yang begitu familiar bahkan dihindari Diva saat ini


"Dokter lepasin saya, saya mau pulang"Diva memukuli punggung Reyhan


"Tidak untuk sekarang"Reyhan terus berjalan menuju tanaman rumahsakit bahkan tak sedikit mata yang melihat


Reyhan memilih tempat duduk yang sepi agar jika terjadi perdebatan tak ada yang mendengar. Saat Reyhan menurunkan Diva dari gendongannya dengan cepat Diva kembali ingin pergi meninggalkan Reyhan namun bukan Reyhan namanya jika melepaskan Diva begitu saja


"Nggak semudah itu pergi dari mas Diva"Reyhan kembali menarik tangan Diva membuat yang ditarik jatuh ke pelukan Reyhan


Reyhan menatap mata teduh yang dimiliki Diva walau Diva terus-menerus mengalihkan pandangannya, Reyhan yakin dibalik sifat Diva yang keras ada sifat istimewa yang sengaja dia sembunyikan


"Mau nya dokter apa sih ?"tanya Diva kesal

__ADS_1


"Aku maunya kamu"jawab Reyhan serius dengan tatapan mata yang masih menatap manik mata Diva


"Jangan gila deh, dokter sudah punya calon istri"Diva mendorong Reyhan dengan sekuat tenaga namun tak juga bisa melepaskan diri


"Lepasin dong iih apaan sih"Diva terus saja ngedumel minta dilepaskan dari pelukan sang dokter tampan sementara Reyhan hanya diam melihat tingkah Diva yang terus menerus ingin pergi darinya


Dengan cepat Reyhan mencium bibir Diva yang membuat sang empu terdiam seraya melotot kaget dengan apa yang dilakukan oleh sang dokter yang sampai saat ini masih setia memeluknya. Ini adalah pengalaman pertama kali bagi Reyhan mencium sorang gadis, bahkan setelah Reyhan melepas ciuman tersebut pun Diva masih terdiam


"Apa harus dengan cara seperti ini dulu baru bisa buat kamu diam dan dengerin penjelasan mas ?"tanya Reyhan namun Diva masih terdiam tak ingin mengeluarkan sepatah katapun


"Dia kan yang buat kamu kayak gini ?"tanya Reyhan namun lagi dan lagi Diva hanya terdiam tanpa mau menjawab


Reyhan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya pelan-pelan seraya tersenyum


"Dia bukan calon istri ataupun pacar, dia Aisyah adik mas"Reyhan menyadari raut wajah Diva yang sedikit terkejut

__ADS_1


"Tapi kita memang bukan adik kakak kandung, mas di adopsi oleh papa dan mama Aisyah dari kecil bahkan sampai saat ini. Mas mendapatkan perhatian layaknya seperti anak kandung dalam keluarga tersebut, bahkan bisa dibilang munafik jika mas tidak menyukainya"Reyhan berhenti bicara dan memandang foto Aisyah


"Lalu kenapa tidak bersamanya ? Bukankah kalian tidak sedarah"dari sekian purnama akhirnya Diva mengeluarkan suaranya membuat Reyhan menatap Diva dan tersenyum


"Mas hanya bisa mencintainya tapi tidak untuk memilikinya, bagi mas hubungan keluarga lebih berarti dari pada sebuah perasaan. Kamu tau papa mas pernah bilang hidup itu adalah pilihan, maka pilihlah apa yang membuatmu bahagia. Kata-kata itu yang selalu mas ingat dan mas jadikan tuntunan dalam melakukan segala hal, dan apa kamu tau apa yang membuat mas bahagia ?"tanya Reyhan


"Apa ?"tanya Diva kembali


"Bersama kamu mas bahagia"Reyhan menyimpan foto Aisyah kedalam kantong jas dokter sebelah kiri dan mengambil selembar foto lagi dari kantong jas sebelah kanan dan meletakkannya kedalam dompet sang dokter


"Itu foto aku"ucap Diva


"Hm, iya ini foto yang mas ambil secara diam-diam saat kamu sedang bermain basket dilapangan sekolah"jelas Reyhan


"Bagaimana mungkin ?"tanya Diva

__ADS_1


"Mungkin saja jika memiliki keinginan. Mulai sekarang jangan langsung menilai sesuatu yang belum kita ketahui kebenarannya, bisa saja apa yang kita lihat tidak seperti apa yang kita bayangkan"Reyhan mengacak punyak kepala Diva membuat rambut berwarna coklat itu berantakan namun sang pemilik rambut hanya tersenyum malu


__ADS_2