
Nathan berjalan memasuki kelasnya dengan raut wajah yang terus tersenyum mengingat kepolosan Ara yang ingin berkenalan dengan adiknya . Niko yang awalnya fokus dengan game online kini berpaling menatap Nathan heran
"Ngga"panggil Niko
"Apaan ?"tanya Angga yang masih fokus pada ponsel genggamnya
"Liat temen Lo kenapa tu"Niko meminta Angga untuk segera melihat Nathan yang baru memasuki kelas
"Kesambet kali , Lo hafal bacaan ayat kursi kan ?"tanya Angga
"Hafal gue mah"jawab Niko
"Ya udah buruan kita samperin , kasian temen kita woy"ajak Angga
Angga dan Niko mendekati Nathan secara perlahan , dan tak lupa dengan air mineral di tangan kanan Niko
"Siram Ko"teriak Angga yang sudah berdiri dibelakang Nathan
Tanpa aba-aba kedua Niko langsung menyiram wajah Nathan dengan air mineral yang ada di tangannya . Setelah menyiram wajah Nathan dengan air Niko dan Angga berdekatan ingin melihat bagaiman reaksi setan yang ada di dalam tubuh Nathan
"Gimana , udah keluar belum setannya ?"tanya Angga
"Mana gue tau"jawab Niko
"Itu air udah Lo baca-bacain kan ?"tanya Angga
"Ya udah"jawab Niko
Nathan yang di beri siraman secara mendadak hanya terdiam menundukkan kepalanya , mengatur nafasnya agar emosinya tak meledak
"Lo berdua ngapain siram gue ?"tanya Nathan dengan kepala yang masih tertunduk
"Keluar Lo dari tubuh temen gue , gue tau temen gue ganteng tapi jangan sembarang masuk dong"teriakan Niko mampu memancing perhatian seluruh anggota kelas yang kini beralih menatap Nathan yang sudah basah
"Maksud Lo apaan Niko ?"gumam Nathan yang masih bisa didengar oleh Angga dan Niko
"Lo siapa ? Setan dari mana Lo ?"tanya Angga
"Gue Nathan Sykes Pratama , bukan setan"Nathan mengangkat kepalanya dan menatap Niko dan Angga dengan tatapan mematikan
"Lo beneran Nathan ?"tanya Niko
"Lo nggak kesambet kan ?"tanya Angga
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan dari teman-temannya Nathan mengambil air mineral yang berada diatas meja teman sekelasnya dan membalas perlakuan Niko dan Angga
Setelah puas membalaskan dendam nya kini Nathan duduk bersandar di kursi kebesarannya
"Nat jadi tadi Lo nggak kesambet ?"tanya Niko
"Gila Lo , ya kali gue kesambet"jawab Nathan
"Abis setelah bolos Lo masuk kelas cengar cengir gitu ya takut gue"ucap Niko
"Tadi Lo bolos kemana Nat ?"tanya Angga
Mendengar pertanyaan dari Angga , Nathan kembali teringat dengan wajah polos Ara yang menanyakan dimana adiknya berada . Bahkan gadis polos itu ingin berteman dengan adiknya yang masih dalam persembunyian
"Orang-orang kepo nggak boleh tau"jawab Nathan
"Lo abis mojok ya sama Ara ?"ucap Niko tiba-tiba
"Wah , isi otak Lo nggak ada yang lain selain mesum ?"tanya Nathan
"Ya kali aja kan , lagian dia pacar pertama Lo siapa tau Lo mau nyobain gimana rasanya mojok"ucap Niko
Mendengar ucapan Niko , Nathan hanya bisa geleng-geleng kepala . Mengingat kenapa dia bisa bersahabat dengan orang yang berotak mesum seperti Niko
"Nat Nat"Niko memanggil Nathan seraya menggoyang-goyangkan badan Nathan
"Mau malam mingguan kemana Lo entar malam ?"tanya Niko
"Pertanyaan Lo nggak ada yang bermutu ya ? Kenapa Lo selalu gangguin hidup gue ? Kenapa nggak Lo aja yang mikirin dimana Lo mau malam mingguan entar malam"Niko berkeluh kesah dengan Niko yang selalu mengganggu ketenangannya
"Oh jelas malam Minggu gue mau cari pacar baru"jawab Niko
"Pacar Lo yang kemaren kemana Ko ?"tanya Angga
"Udah selesai"jawab Niko dengan riangnya
"Cepat banget , perasaan belum sampai sebulan deh"ucap Angga
"Cuma seminggu lebih sehari Ngga"tambah Nathan
"Kok Lo tau Nat ?"tanya Niko
"Apa yang nggak gue tau di dunia ini"Nathan menyombongkan dirinya
__ADS_1
"Orang kaya memang beda ya , segalanya tau"ucap Angga seraya bertepuk tangan
"Biasa aja gue mah"ucap Nathan
"Tapi Ngga Lo harus tau satu hal tentang orang kaya yang satu ini"ucap Niko
"Apa ?"tanya Angga
"Dia nggak paham masalah hati"jawab Niko seraya tertawa terbahak-bahak
*
Nala mengendarai mobilnya dengan santai , Nala sengaja mengambil jalan pintas agar lebih cepat sampai dirumah sang bunda . Namun saat diperjalanan Nala melihat seseorang ya g sedang berusaha memperbaiki motornya , dengan niat hati yang baik Nala pun menepikan mobilnya
"Mau gue tolongin nggak"ucap Nala yang sudah berdiri di depan sang pemilik motor
"Diva"ucap Nala kembali setelah sang pemilik motor membuka helm nya
""Nggak usah teriak-teriak telinga gue masih normal"jawab Diva
"Haha , bisa mogok juga motor Lo"ucap Nala
"Nggak usah kebanyakan omong Lo . Kalau mau nolongin buruan , keburu sore"ucap Diva
"Iya iya , galak amat Lo"Nala kembali kedalam mobilnya untuk mengambil kunci-kunci motor dan langsung memperbaiki motor Diva
"Lo dari mana ?"tanya Diva
"Dari sekolah lh dari mana lagi"jawab Diva
"Btw kenapa Lo nggak pernah lagi ikut balapan ?"tanya Diva
"Bukan urusan Lo"jawab Diva
"Tuh motor Lo udah selesai , jangan lupa transfer uang perbaikan motor Lo ke rekening gue"ucap Nala
Namun Diva tak mendengarkan ucapan Nala . Setelah motornya hidup Diva hanya mengucapkan kata terimakasih lalu langsung berlalu pergi begitu saja
"Dasar cewek aneh . Untung aja Lo satu tim sama gue kalau nggak udah gue habisin Lo"ucap Nala menatap kepergian Diva
Saat Nala ingin kembali melanjutkan perjalanan pulangnya tiba-tiba suara dering ponsel Nala berbunyi dan tanpa menunggu lama Nala langsung mengangkat panggilan tersebut
"Halo"jawab Nala
__ADS_1
"Oke , gue bakal datang nanti malam"jawabnya
Entah apa dan siapa lawan bicara Nala barusan , yang jelas hanya dia dan Allah yang tau isi pembicaraan tersebut . Nala kembali meletakkan ponsel nya kedalam tas dan langsung melanjutkan perjalanannya pulang kerumah sang bunda