SUNSET

SUNSET
Start From Scratch


__ADS_3

**8 tahun kemudian**...


dor dor dor


Terdengar suara tembakan pistol, setelah Zeva menarik pelatuk nya. Ia sedang latihan menembak, sekarang ia sudah pulang ke negaranya. Setelah 4 tahun tinggal di London untuk mendapatkan gelar master. Ia memilih tinggal memisah dengan kedua orang tuanya, ia akan memulai semuanya dari awal. Tanpa bantuan mamah atau papahnya, semenjak kejadian 8 tahun yang lalu. Ia bertekad akan sukses dengan jerih payahnya sendiri. Papahnya adalah seorang pelobi kelas atas, jadi papahnya memiliki banyak koneksi. Namun Zeva tetap tak mengubris papah nya yang memintanya untuk kembali kerumah.


"Nona, Nona Jessie sedang menunggu anda di apartment" ucap seorang lelaki yang merupakan sopir Zeva.


Zevapun menurunkan tangannya, yang tadi tangannya terangkat di udara siap ingin melakukan penembakan. Lalu ia menyerahkan pistolnya pada pelayan wanita disebelah kirinya.


"Bilang padanya aku akan segera pulang" tintah Zeva lalu pergi meninggal sopirnya dan pelayan wanita itu.


Beberapa saat kemudian Zeva keluar dari tempat pelatihan tembak dengan baju yang berbeda dari sebelum, ia menggunakan kemeja berwarna putih dan celana jeans pendek berwana coklat, serta kaca mata yang ia gunakan. Ia pun disambut dengan dibukakan pintu mobil oleh sopirnya tadi.


***


XXXXXX


Berulang kali Jessie mencoba sandi yang ia ketahui untuk membuka pintu apartment Zeva, namun tak berhasil.


"apa anak ini mengubah sandinya? " gumam Jessie dalam hati.


"Kau pasti sedang berpikir aku mengubah sandinya kan?? " Kata Zeva yang sudah datang, Dan berjalan mendekati Jessie.


"Aku memang mengubahnya setelah tahu ada yang masuk tanpa izin" Ucap Zeva lalu menempelkan jarinya di pintu dan secara otomatis pintu tersebut terbuka.


"Ahhh, hari yang melelahkan" Ucap Zeva seraya melepas kaca mata, setelah memasuki apartment nya.

__ADS_1


"Duduk lah, aku ingin ganti baju dulu" kata Zeva lalu meninggalkan Jessie.


Setelahnya Zevapun kekamarnya dan berganti baju. Dan membuat moccacino untuk Jessie dan dirinya sendiri.


" Jadi, apa maksud kedatangan mu kemari " tanya Zeva langsung pada intinya.


"Zeva, Papah memintamu pulang! aku kemari ingin menjemputmu" Ucap Jessie


"Aku tak ingin tinggal di rumah itu Jessie, dan bilang pada papah aku tidak akan kembali kerumah itu kalau aku sudah keluar" ucap Zeva menekan setiap perkataanya


Jessie adalah kakak iparnya, Istri kakaknya yang pertama. Jessie sangat perhatian kepada Zeva, dia sangat baik. Itulah mengapa alasan Jordy begitu mencinta Jessie.


"Baiklah Zeva, Kalau kamu memang tidak mau kembali sekarang, aku tidak akan memaksamu. Tapi kami selalu membuka pintu jika kau ingin kembali" Ucap Jessie lembut


***


Malampun tiba, Kini Jessie sedang menyantap Sop ayam sebagai menu makan malamnya kali ini. Dengan bir menambah rasanya menjadi lebih lezat. Setelahnya Zeva pergi ke rooftop rumahnya, menatap langit yang dihiasi ribuan bintang.


Zeva membuang napas kasar kemudian tersenyum menghadap langit.


"Apa dia ingat padaku? " gumamnya pelan.


Ia mematikan saklar lampu di kamarnya, terkecuali lampu tidur disamping tempat tidurnya. Zeva pun berbaring dibalik selimutnya. Ia menutup matanya dan mencoba tidur, namun tak bisa. Ia kembali menghembuskan nafas berat. Ia lalu bangkit dan mencari sesuatu di laci samping tempat tidurnya. Sebotol pil tidur, Zeva lalu menelan satu pil tidur itu dan meminum segelas air yang juga ada di dekatnya. Sejak lama Zeva mengidap Insomnia, dan sekarang insomnianya bertambah parah. Ia pun tertidur setelah meminum pil itu.


***


Keesok harinya Zeva berangkat keperusahaan yang sudah berkembang pesat. Bisnis Fashion nya dikenal luas oleh masyarakat.

__ADS_1


Sesampainya di perusahaan ia di sambut seluruh karyawan nya. seluruh karyawan membungkukkan badannya ketika Zeva berlalu melewati mereka.


"Ada janji apa kita hari ini manager Han? " Tanya Zeva saat ia memasuki kantornya.


"Hari ini kita ada janji dengan perusahaan Meziko, jam 2 siang nona" ucap manager Han


"Baiklah, apa itu tentang kerjasamanya dengan perlengkapan rumah yang baru di sepakati Agatha Christie kemarin? " Tanya Zeva.


"Benar nona " balas manager Han membenarkan


Diperusahaan Zeva dikenal dengan nama Agatha, jika ada orang yang mencarinya dengan nama Zeva, maka sebagian besar karyawan tidak mengetahuinya.


"Ini adalah perabotan rumah produksi Agatha Christie sendiri. Silahkan di lihat lihat " Ucapnya pada CEO perusahaan Meziko yang ia ketahui CEO tersebut adalah Satria.


"apa ia lupa padaku? aku bahkan mengenalinya sebab wajahnya tak berubah banyak , apa wajahku berubah banyak jadi dia tak mengenaliku? " ucap Zeva dalam hati.


Zevapun berpaling hendak meninggalkan Satria, membiarkannya melihat perabotan rumah yang menjadi tanda kesepakatan nya dengan perusahaan Meziko.


"Tunggu, Nona Agatha!" panggil Satria menghentika langkah Zeva.


"Apa kau mengenalku? atau kita pernah bertemu sebelumnya? " Tanya Satria merasa tak asing dengan Zeva. Zevapun membalikan badannya menghadap Satria.


"Lalu, apa aku mengenalmu? Apa kita pernah bertemu sebelumnya? " tanya Zeva lagi tak memberi tahu bahwa mereka memang pernah bertemu.


"aku benar benar tak ingat, itulah sebabnya aku bertanya" balas Satria ingin pertanyaanya di jawab.


"kalau begitu, kita pasti tak pernah bertemu sebelumnya. Jika pertemuan itu tak bisa kau ingat, maka pertemuan itu tak penting" jawab Zeva lalu meninggalkan Satria

__ADS_1


"Jika aku ingat, maka itu akan menjadi pertemuan yang penting? " Tanya Satria membuat Zeva kembali menghentikan langkahnya.


Zeva berbalik setengah lalu menatap Satria sebentar. "Mungkin" jawabnya singkat lalu pergi meninggalkan Satria.


__ADS_2