
"ARA"Puji teman satu kelas Ara berhasil membuat Ara terkejut
"Kamu ih suka banget bikin Ara kaget"Tutuk Ara
"Hehehe , abis Lo sih keluar perpustakaan dengan muka di tekuk jadi muncul deh ide gila nya"jelas Puji
"Jangan keseringan entar Ara serangan jantung gimana ? Terus Ara meninggal , kalau Ara meninggal Puji yang Ara gentayangin setiap hari"tutur Ara
"Wih cerita Lo serem banget"ucap Puji
"O iya kamu dari mana Ji ? Bukannya tadi dikelas ya ?Ara bingung oleh keberadaan Puji yang diluar kelas
"Gue dari toilet , ayolah kita ke kelas entar malah di marahin guru"ajak Puji
Ara dan Puji pun berjalan menyusuri lorong sekolahan menuju kekelas mereka . Ara sudah tak memikirkan soal Nathan yang tidur di perpustakaan
Bel sekolah berbunyi menandakan jam pelajaran selesai dan digantikan dengan jam istirahat . Setelah mendengar suara bel sekolah berbunyi barulah Nathan keluar dari persembunyiannya dan berjalan santai menuju kelas
"Wih , dari mana aja Lo Nat ?"tanya Angga
"Palingan dari perpus"ucap Niko yang mencoba menebak
"Kok Lo tau ?"tanya Angga
"Lo nggak liat tu rambut basah , itu tandanya dia baru selesai cuci muka di toilet karna habis bangun tidur"jelas Niko
"Terus aja terus gosipin gue udah sama kayak emak-emak komplek yang tinggal dirumah nenek gue"ucap Nathan
"Setelah jam istirahat kita belajar apalagi ?"tanya Nathan
"Olahraga . Btw tumben banget dari sekian lama baru sekarang Lo balik ke tempat persembunyian Lo"ucap Niko
"Tadi malam gue main PS sampai jam 4 subuh , baru tidur sebentar dibangunin bunda buat sholat subuh"jelas Nathan
"Pantesan"Niko mengangguk-anggukkan kepalanya
Jam pelajaran olahraga pun segera dimulai , Nathan dan teman-temannya sedang melakukan pemanasan di lapangan sekolah , berlari mengitari lapangan dengan iringan suara peluit dari sang guru olahraga
Setelah selesai pemanasan , sang guru membagi semua murid menjadi dua kelompok yang satu kelompok siswi dan yang satu lagi kelompok siswa . Guru memberikan satu bola basket untuk mereka latihan sebelum pengambilan nilai
"Nat entar gue nggak mau satu tim sama Lo"ucap Niko
"Tumben , kenapa ?"tanya Nathan balik
"Kali ini gue bakal menjadi lawan Lo"dengan percaya diri Niko menantang Nathan
"Haha , yakin Lo ? Selama ini gue belum pernah kalah dalam pertandingan basket . Lo nggak usah banyak gaya deh , entar kalah malu"Nathan memberikan peringatan pada Niko agar mundur sebelum bertanding
"Kalau gue bisa ngalahin Lo , Lo harus kabulin keinginan gue gimana ?"tantang Niko
"Oke , kalau gue menang Lo harus melakukan hal yang sama"ucap Nathan
__ADS_1
"Dengan senang hati"dengan percaya diri Niko menjawab ucapan Nathan
Memang ada sedikit rasa kurang percaya diri namun secara perlahan rasa itu menghilang mengingat dia sudah sering berlatih dirumah
Pengambilan nilai pun di mulai dengan cara mengadakan perlombaan yang hanya kelas 12 IPA.1 saja yang melakukan . Tim Nathan melawan tim Niko , babak pertama memang dipimpin oleh tim Nathan tapi tidak dengan babak kedua . Niko menguasai ring basket Nathan dengan penjagaan yang sangat ketat , dengan hasil Niko lah pemenangnya
Niko berlari mengitari lapangan basket mengekspresikan kebahagiaannya yang sudah sekian lama bersahabat dengan Nathan baru kali ini dia bisa menang melawan Nathan dalam bermain basket
"Gue sengaja ngalah sama Lo , gue nggak mau entar Lo ngambek"ucap Nathan
"Akui aja kekalahan Lo nggak usah ngeles"jawab Niko dengan senang hati
"Ya udah sebutin apa keinginan Lo ?"tanya Nathan
Niko memikirkan hukuman apa yang harus Nathan jalani untuknya , saat sedang serius berfikir mata Niko tertuju pada seorang siswi yang sedang berjalan membawa kain pel bersama teman-teman nya dan saat itulah ide gila muncul di kepala Niko
"Oke , gue mau Lo pacaran sama anak baru sampai lulus sekolah"Niko mengatakan hal tersebut dengan ekspresi penuh kemenangan
"Gila Lo ya , nggak mau gue . Yang lain aja"Nathan menolak keras permintaan Niko yang seenaknya
"Mudah aja , kalau Lo nggak mau gue tinggal menganggap Lo sebagai lelaki pecundang"Niko menatap Nathan dengan senyuman licik nya
"Seneng banget gue bisa ngerjain Lo Nat"batin Niko
Melihat ekspresi Nathan yang penuh dengan rasa tertekan membuat Niko harus menahan tawanya . Biasanya masalah apapun akan Nathan jalani tanpa rasa ragu namun untuk tantangan yang diberikan oleh Niko kali ini membuat Nathan berfikir keras melawan ego nya
"Oke , cuma sampai lulus SMA"Nathan menyalami tangan Niko
"Entar pulang sekolah"jawab Nathan singkat
"Ingat Lo harus seperti sepasang kekasih pada umumnya ya , nggak boleh curang . Ini hukuman buat Lo karna udah ngeremehin kemampuan sekertaris Niko Setiawan"jelas Niko mengingatkan
"Tenang siapa sih yang menolak pesona Nathan Sykes Pratama , CEO muda ternama di Indonesia"Nathan kembali menyombongkan diri nya
"Buktiin aja kalau Lo mampu"Niko kembali membuat Nathan merasa tertantang
Bel sekolah berbunyi menandakan jam pelajaran sekolah telah selesai begitupun dengan olahraga kelas 12 IPA.1 . Niko selera mengajak Nathan bergegas kedalam kelas untuk mengambil tas mereka dan segera menemui sang anak baru untuk menyatakan cinta kalah taruhan
Nathan sudah berdiri di kelas Ara didampingi oleh Angga dan Niko , menunggu sang guru keluar kelas untuk melancarkan aksinya untuk menyatakan cinta pada Ara . Tak lama menunggu akhirnya sang guru pun keluar kelas
"Kalian ngapain disini ?"tanya Bu Endang
"Nungguin sang pujaan hati Nathan buk"jawab Niko
"Kalian ini ada-ada saja"Bu Endang langsung berlalu pergi
Saat Niko dan Angga ingin mendorong Nathan masuk ke kelas 12 IPA.2 untuk menjalankan aksinya namun kegiatan itu terhenti oleh kehadiran Angel end the geng
"Nathan , kamu nungguin aku ya ?"tanya Angel
"Idih pede banget hidup Lo"ucap Angga
__ADS_1
"Apaan sih , gue nggak ngomong sama Lo"Angel kembali memfokuskan matanya pada Nathan yang masih berdiri di tempatnya tanpa mau merespon ucapan Angel sedikitpun
Karna tak mau terlalu lama di di sekolah , Nathan langsung masuk kedalam kelas 12 IPA.2 tanpa didampingi oleh Niko dan Angga . Nathan mendekati Ara yang masih sibuk memasukkan buku-bukunya kedalam tas
"Udah ? Ayo buruan gue antarin balik"ucap Nathan yang sudah berada di depan Ara dan Thalita
"Lo ngomong sama gue ?"tanya Thalita
"Nggak"jawab Nathan dingin
Thalita hanya mengangguk-angguk seolah-olah paham siapa yang diajak bicara oleh Nathan , sedangkan Ara tak melihat keberadaan Nathan . Nathan meminta Thalita untuk berdiri dari tempat duduknya agar Nathan bisa membantu Ara merapikan buku-buku kedalam tasnya
"Eeh , nggak usah Ara bisa sendiri kok"ucap Ara
"Lo lama banget , gue udah capek mau pulang"Nathan masih sibuk dengan pekerjaannya memasukkan buku-buku Ara kedalam tas
"Ya udah kamu pulang aja , ngapain nungguin aku"ucap Ara
"Nat , pulang sama gue aja yuk . Gue nungguin Lo dari tadi"Angel kembali mengeluarkan suaranya
"Udah Lo diam aja , jangan rusak suasana deh"ucap Niko kesal
"Buruan"ajak Nathan
"Kok maksa sih"Ara tak suka dengan Nathan, sosok cowok yang baru dia temui kini sudah memaksanya untuk pulang bersama
"Karna mulai sekarang Lo pacar gue , jadi Lo pulang harus sama gue"ucapan Nathan membuat semua orang yang masih berada dikelas menjadi heboh termasuk Angel
"Nathan sayang kamu salah ngomong kan ?"tanya Angel namun pertanyaan Angel tak dijawab oleh Nathan sedangkan Niko tersenyum penuh kemenangan
"Nggak bisa gitu , Ara kan nggak kenal sama kamu . Kok main pacaran aja"Ara kembali bersuara
"Oke , nama gue Nathan , gue anak kelas 12 IPA.1 , hobi gue main game , olahraga , zodiak gue virgo . Dan sekarang gue pacar Lo"ucap Nathan
"Nggak gitu juga"ucap Ara
"Ah , satu lagi gue nggak suka di bantah ataupun menerima sebuah penolakan"ucapan Nathan penuh penekanan
Nathan langsung menggenggam tangan Ara menuju parkiran . Meminta Ara segera naik ke motornya , namun lagi-lagi ditolak oleh Ara
"Bisa nggak sih Lo turutin kata-kata gue"ucap Nathan kesal
"Gimana mau naik , aku kan pakai rok"ucap Ara tak kalah kesal membuat Nathan terdiam seketika
"Udah , Lo bawa aja mobil gue . Entar masalah motor biar gue yang ngantar ke rumah Lo"Niko datang sebagai superhero kesiangan
"Bahagia Lo sekarang Niko Setiawan"batin Nathan
"Gue bahagia hari ini Nathan Sykes Pratama"batin Niko
Mereka saling pandang , seolah-olah sedang berbicara melalui mata batin mereka masing-masing . Membuat Ara kebingungan apa yang harus dia lakukan ?
__ADS_1