SUNSET

SUNSET
Eps 140


__ADS_3

Diva dan rekannya langsung berhenti dan melihat kebelakang siapa yang sudah mengganggu obrolan mereka dan betapa terkejutnya Diva ketika melihat siapa orang yang berada didalam mobil tersebut


"Siapa sih kurang ajar banget gangguin kita"ketika rekan Diva ingin berjalan mendekati mobil Reyhan dengan sigap Diva menahan nya dengan memegang lengan tangan sang teman


"Wah, nggak bisa di biarkan ini"Reyhan melihat Diva memegang tangan laki-laki lain langsung bergegas keluar mobil dan mendekati Diva


"Sayang, ayo pulang"Reyhan mengecup kening Diva sebentar lalu menggandeng tangannya untuk segera mengajak pulang


"Maaf tuan anda siapa ?"tak mau kalah teman Diva berbalik memegang tangan Diva, sementara Diva masih terdiam karena ciuman dari dokter Reyhan


"Saya suaminya, kamu yang siapa ? Tidak baik berduaan dengan istri orang tanpa ada suaminya"jelas Reyhan seraya melepas genggaman tangan Diva dari laki-laki lain


Membawa Diva masuk kedalam mobil dan kembali lagi untuk mengambil kunci motor wanitanya.


"Istri ? Suami ? Kapan dia nikahnya ? Bukannya dia baru lulus beberapa hari yang lalu ya ? Gue yakin ijazahnya juga belum keluar masa udah nikah aja"gumam temannya Diva yang masih berdiri di posisi awal seraya melihat mobil Reyhan yang semakin lama semakin menjauh


***


Nathan dan Niko berjalan di aula sekolahan dengan elegan, tak sedikit wanita yang terpana akan pesona keduanya. Nathan tersenyum ketika melihat sosok wanita yang sudah membuatnya kehilangan satu wanita kesayangannya


"Let's play baby"gumam Nathan


"Nat, Lo yakin ?"tanya Niko


"100% gue yakin. Lo cukup jadi penonton aja biarkan aktor yang berperan"ucap Nathan

__ADS_1


"Terserah Lo, yang penting bisa bikin Lo puas"balas Niko


Nathan dan Niko sengaja duduk di pojokan agak jauh dari keramaian, memperhatikan Bella dan Angel yang sedang bergoyang diatas panggung dengan alunan musik DJ dengan pakaian yang serba terbuka


"Mau taruhan sama gue nggak ?"tanya Nathan


"Taruhan apa ?"tanya Niko


"Senyuman itu bertahan berapa lama ?"tanya Nathan


"Satu jam"jawab Niko


"15 menit, kalau gue kalah Lo boleh minta apa aja tapi kalau gue menang cukup Lo traktir gue makan di Brazil"ucap Nathan


"Oke deal"jawab Niko


"Woy ayo seru-seruan lagi"ajak Bella


"Tau nih, nggak asik banget Lo pada"tambah Angel


"Lo yakin mau seru-seruan diatas kebangkrutan orangtua Lo"salah satu dari mereka bersuara


"Maksud Lo ?"tanya Bella


"Masa Lo nggak tau sih, artikel banyak membahas kebangkrutan perusahaan orangtua Lo. Bahkan rumah Lo sekarang udah disita"jawab nya

__ADS_1


"Jangan asal ngomong Lo, orang gue kesini aja keluarga gue dalam keadaan baik-baik aja"ucap Bella


"Kalau Lo nggak percaya liat aja di ponsel Lo sendiri"serunya


Dengan sigap Bella langsung membuka ponsel genggamnya, bukan bercandaan tapi ini sebuah keseriusan. Malam dimana seharusnya dia mendapatkan kado istimewa dari keluarganya malah sebuah keterpurukan yang dia dapatkan


"Nggak, ini nggak mungkin"Bella berlari meninggalkan aula seraya menangis


"Bella, Lo mau kemana ? Tunggu gue"teriak Angel


"Eeh, Angel bentar deh. Lo udah baca grup sekolah nggak ?"tanya Thalita


"Maksud Lo ?"tanya Angel bingung


"Masa Lo nggak tau sih ? Ada yang mergokin Lo jalan sama om om ke hotel"jawab Puji


"OMG jadi selama ini pakaian branded Lo berasal dari om om yaa"tambah Thalita


Mendengar cemooh teman-teman satu sekolahnya membuat Angel tak kuat menahan tangis, kini dia pun berlari meninggalkan aula dan pergi entah kemana


"Haha, seru bukan pertunjukan yang gue buat"ucap Nathan


"Itu semua kerjaan Lo Nat ?"tanya Niko tak percaya


"Tentu benar, sebenarnya gue belum puas tapi kalau Ara tau gue jahat kayak gini dia pasti marah"ucap Nathan dengan sendu

__ADS_1


Niko tak dapat berbuat apa-apa dia hanya bisa selalu ada untuk sahabatnya


__ADS_2