SUNSET

SUNSET
Eps 193


__ADS_3

Kantin Universitas tampak ramai di jam-jam makan siang, ada siswa yang sedang mengerjakan tugas kelompok, ada juga sebagian dari siswa-siswi yang berkerumun hanya untuk menceritakan sebuah lelucon atau bahkan lebih dari sebuah lelucon


Duduk sendirian menantikan pesanan yang akan dia santap siang ini, awalnya memang untuk makan dijalan namun dengan suasana kantin yang damai membuatnya mengurung kan niat. Queen tak ingin ambil pusing dengan keadaan yang semakin ramai, dia hanya sibuk dengan ponsel genggam nya. Entah apa yang dia lihat sehingga mampu membuatnya senyum-senyum sendiri


"Jangan lupa makan siang"begitulah pesan singkat dari seseorang yang akan dijodohkan dengannya


Pesan itu singkat namun mampu membuat sang penerima tersipu, tak hanya Queen bahkan hampir seluruh perempuan didunia ini menginginkan sebuah perhatian walaupun hanya pesan pengingat makan


"Silahkan"fokus Queen kini teralih kan pada seorang pedagang kantin yang mengantarkan pesanan nya


"Terimakasih"balas Queen


"Kamu mahasiswi baru ya ?"tanya nya


"Tidak, saya hanya menemui teman saja. Kenapa memang nya ?"tanya Queen dengan ramah


"Soalnya ibu saya selalu memperhatikan mu sedari tadi, dia pikir kamu mahasiswi baru soalnya ibu saya tidak pernah melihat kamu sebelumnya"jelasnya


"Aku kesini hanya menemui temanku, tapi kemungkinan akan sering kesini dan kita juga akan sering bertemu. Namaku Queen, nama kamu siapa ?"tanya Queen


"Nama aku Siti"jawabnya tak kalah ramah


"Salam kenal ya Siti"ucap Queen


"Salam kenal kembali Queen. Kalau begitu saya pergi dulu ya, silahkan dinikmati"ucap Siti ramah dan dijawab dengan anggukan serta senyuman oleh Queen


Pandangan Queen tak bisa lepas dari punggung Siti yang masih berjalan mendekati kedai sang ibu. Wanita paruh baya itu menampakkan senyum tulus nya pada semua pengunjung kantin


"Kebahagiaan memang memiliki banyak bentuk ya"ucapnya yang kini kembali fokus pada hidangan bakso yang baunya mampu membuat cacing-cacing di perut Queen demo


Baru saja Queen menikmati makan siangnya dengan damai, kini sudah kembali terusik karena keberadaan Siska dan Rani


"Mbok, bakso nya dua porsi ya"ucap Siska seraya berteriak membuat seluruh pengunjung kantin melirik kearah nya begitu pun Queen yang langsung menghentikan makannya

__ADS_1


"Jadi orang itu yang sopan, perempuan jangan teriak-teriak kayak di hutan aja"ucap Queen dengan santai


"Lo ceramahin gue ? berani banget lo"ucap Siska tak suka


"Emang kenapa ? Lagian yang aku bilang benarkan"balas Queen semakin tak suka


"Wah ngelunjak lo ya"ucap Rani semakin terpancing emosi


Namun saat Rani ingin beranjak dari tempat duduk nya Niko datang dengan tatapan yang memancarkan kebencian


"Ternyata ucapan gue tadi pagi nggak membuat lo paham ya"ucap Niko dengan senyum seringainya


"Dia duluan yang mulai kok"jawab Rani


"Maaf mbak ini pesanannya"ucap Siti seraya menaruh dua porsi bakso


"Lama banget sih lo"ucap Sisika


"Udah sana"ucap Rani


"Lo mau ngapain lagi disini ?"tanya Siska pada Niko


"Apa urusan lo ? Mau gue dimana juga bukan urusan lo, lagian kantin ini bukan punya bapak lo juga"balas Niko


Mendengar ucapan Niko membuat Siska tak bisa lagi berkata apa-apa, ditambah sahabatnya Rani sangat menyukai Niko


***


Ditempat lain ada Nathan yang sedang menunggu balasan pesan singkat dari Queen, bolak balik dia menghidupkan layar ponsel hanya untuk mengecek notifikasi dari Queen


"Gue kok kayak gini banget sih ? Kalem bro, lo nggak boleh suka sama ini orang cinta lo cuma untuk Ara. Lagian lo juga belum pernah ketemu dengannya kan"ucap Nathan bermonolog


"Nathan"panggil seseorang

__ADS_1


"Nathan, nat"panggilnya lagi namun lagi dan lagi panggilan itu tak di dengar oleh Nathan


"Ya Allah"mendengar meja yang di hempas dengan sangat keras membuat Nathan kembali tersadar dari lamunannya


"Papa, sejak kapan papa disini ?"tanya Nathan terkejut ketika melihat sang papa sudah berada di dalam ruangan nya


"Sudah dari tadi, bahkan papa sudah memanggil-manggil kamu tapi tak kamu hiraukan panggilan papa. Kamu mikirin apa sih ? Serius amat"tanya sang papa


"Adalah pa, urusan anak muda papa mau tau aja"jawab Nathan


"Tumben papa ke kantor, ada apa pa ?"tanya Nathan


"Begini nak, sebentar lagi kamu wisuda dan selang beberapa hari setelah kamu wisuda kamu akan melangsungkan acara pertunangan kamu"jelas sang papa


"Terus ?"tanya Nathan


"Apa kamu sudah menyiapkan cincin nya ?"tanya sang papa kembali


"Pertunangan itu masih lama pa, jadi nanti-nanti aja kalau Nathan ingat"jawab Nathan


"Jangan nanti-nanti nak, sesuatu yang kamu anggap masih lama itu akan berjalan sangat cepat tanpa kamu sadar. Ini ukuran jari calon tunangan kamu, sgeralah pergi beli"ucap Adimas


"Iya pa"Nanthan mengambil cincin yang diberikan oleh sang papa


"Belilah cincin dengan kualitas yang bagus nak, jangan kecewakan dia di hari spesial kalian"tambah Adimas


"Iya pa"Nathan sebenarnya sangat malas jika harus membahas masalah ini tapi mau bagaimana lagi, jika menyangkut kebahagiaan kedua orangtuanya Nathan tak bisa berbuat apa-apa


"Ya sudah kalau begitu papa langsung pulang aja. Jika pekerjaanmu telah selesai segeralah pergi beli cincin itu, oke bro"ucap Adimas


"Oke pa, hati-hati dijalan pa. Maaf Nathan nggak bisa ngantarin papa sampai ke bawah, kerjaan Nathan masih sangat banyak"balas Nathan


"Tidak masalah nak"Adimas bergegas pergi meninggalkan ruangan kerja sang putra dengan senyum yang enggan untuk pergi dari wajah tampannya

__ADS_1


__ADS_2