SUNSET

SUNSET
49


__ADS_3

Nathan dan Ara berjalan menuju parkiran , Nathan sengaja berpamitan pulang terlebih dahulu karena tak ingin Ara kecapekan


"Kalau kamu ngantuk tidur aja , nanti kalau sudah sampai aku bangunin"ucap Nathan


"Ara nggak ngantuk kok . Nathan hati-hati bawa mobil nya ya"jawab Ara


"Siap"Nathan menjalankan mobilnya


Beberapa menit setelah mobil meninggalkan cafe Ara tertidur pulas membuat Nathan yang memperhatikannya semakakin terpesona atas kecantikan Ara yang natural


"Bilangnya Ara nggak ngantuk kok , baru juga beberapa menit udah terlelap dia"gumam Nathan seraya tersenyum melihat Ara tertidur pulas . Senyuman Nathan tak berlangsung lama setelah dia melihat ada bercikan darah yang terjun bebas setelah melewati lobang jalanan


"Darah"dengan seketika Nathan langsung menepikan mobilnya dan mengambil tisu yang sudah tersedia di mobil


"Ra , Ara"Nathan mencoba untuk membangunkan Ara yang masih tertidur dengan wajah yang sudah memucat . Beribu kepanikan yang Nathan rasakan saat ini


"Kita udah sampai ?"tanya Ara dengan mata yang masih terpejam


"Ra buka mata nya Ra , hidung kamu berdarah"mendengar ucapan Nathan seketika Ara membuka matanya dan memeriksa apakah yang diucapkan Nathan benar atau tidak

__ADS_1


"Tenang aja Ara nggak apa-apa kok , ini mimisan biasa"Ara langsung mengambil tisu yang Nathan pegang dan segera mengelap darah dari hidung nya


"Kita kerumah sakit ya , muka kamu pucat"Nathan kembali memakai sabuk pengaman nya dan mulai menjalankan mobil


"Nggak usah Nat , kita langsung pulang aja ya"pinta Ara


"Nggak Ra , liat wajah kamu udah pucat , darah mimisan kamu nggak juga berhenti", tolak Nathan


"Nathan , ini cuma mimisan biasa kok dibawa istirahat aja nanti juga hilang mimisan . Kita pulang aja Ara mohon Nat"ucap Ara seraya memohon dengan kedua tangan yang sudah terpampang didepan mata


"Tapi Ra"ucapan Nathan terhenti saat melihat wajah Ara yang sudah memelas


"Ara mohon"ucap Ara kembali


"Iya Ara janji"jawab Ara


"Ya Allah , Ara tarik kata-kata Ara kembali"batin Ara


Nathan mengisap kepala Ara sebentar setelah itu baru kembali fokus pada jalanan yang sudah mulai macet . Dengan kecepatan pelan tapi pasti kini mobil Nathan sudah terparkir rapi di depan rumah Ara . Mengantarkan Ara dengan selamat , sebelum pulang Nathan menyempatkan diri untuk berpamitan kepada mang Ujang dan bik Narti

__ADS_1


Mungkin bagi Niko , Ara cuma pacar taruhan yang akan ditinggalkan Nathan setelah lulus sekolah tapi bagi Nathan , Ara pacar yang akan putus karena menuju pelaminan bersama .


"Ternyata nggak salah gue nerima tantangan Niko"batin Nathan saat melihat Ara tersenyum mengiringi kepergiannya pulang


"Nathan hati-hati dijalan ya , makasih sudah antarin Ara"ucap Ara beserta lambaian tangan


"Udah masuk sana , bersihin badan terus istirahat . Aku nggak mau kamu sakit Ra"lagi-lagi Nathan menunjukkan sikap manisnya pada Ara


Entah perasaan apa yang Ara rasakan saat ini , yang jelas jantungnya sudah tidak berdetak sewajarnya


"Jantung Ara kayak mau lepas"batin Ara seraya memegangi dadanya


"Kamu kenapa Ra ?"tanya Nathan


"Ara nggak apa-apa , kalau gitu Ara masuk dulu ya . Nathan hati-hati bawa mobilnya"sebelum Ara masuk tak lupa untuk kembali melambaikan tangannya pada sang pacar


"Iya bawel"Nathan tersenyum melihat tingkah Ara yang beda dari yang lain


Nathan melangkahkan kakinya mendekati mobil yang sedang terparkir rapi , sebelum masuk mobil Nathan menatap kaca jendela kamar Ara terlebih dahulu

__ADS_1


"Lo milik gue Ra , selamanya akan jadi milik gue . Nggak ada yang boleh memiliki Lo selain gue Ra"batin Nathan


Setelah puas dengan fikirannya barulah Nathan masuk kedalam mobil . Mengendari mobil dengan hati-hati sesuai pesan sang kekasih


__ADS_2