Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
keputusan petisi


__ADS_3

" kau tidak boleh kasar kepada petugas medis" tegas ricko.


" alah kalian ini sama-sama penipu sana minggir" pria itu mendorong suster hingga terjatuh, melihat itu ricko pun dia membantu suster itu untuk berdiri.


saat ricko akan berdiri , pria itu memukul wajah ricko hingga bibirnya berdarah, ricko yang sudah emosi itu pun membalas pukulan itu. hingga terjadilah pertengkaran diantara keduanya.


...


" dokter nita ....dokter nita" teriak suster mia di ruangan dokter nita.


" ada apa mia? kenapa kau berteriak?" tanya nita


" dokter ricko dia ...dia "


" ada apa dengan ricko?" tanya nita dengan nada yang khawatir.


" dokter ricko berkelahi diluar" kata mia.


" apa ?" nita segera berlari , diikuti oleh mia dibelakangnya. karena jarak ruangannya ke halaman rumah sakit cukup jauh dia harus berlari sekuat tenaga, banyak pasien yang sedang menunggu di lorong rumah sakit dia berusaha bisa melewati itu hingga dia lihat ricko dan pria itu sama-sama memar , ricko hanya memar sedikit di bagian bibir sedangkan pria itu hampir seluruh wajahnya memar.


" rickooo" teriak nita


ricko menoleh kearah dimana suara nita , nita menghampirinya lalu menatap wajah ricko.


" maaf pak ini rumah sakit jangan mencari keributan disini" kata satpam itu.


" kau membela dia karena dokter disini dasar rumah sakit tidak ada etika" maki pria itu.


" iya awas saja dia juga sudah memukul kakakku akan kupastikan kau diberhentikan dari rumah sakit ini " ucap adiknya.


***


didalam ruangan nita , ricko duduk dihadapan nita yang sedang membersihkan luka ricko itu , wajahnya datar tidak bereaksi sedikitpun walaupun dalam hatinya dia cemas dan takut tapi dia juga marah pada ricko.


" sayang bicaralah" kata ricko.


" sayang aku tidak mendahuluinya dia memukulkul lebih dulu " bela ricko.


" diam" kata nita.


" ck sayang a..."


" bersihkan lah sendiri" nita melepaskan kapas itu dan menjauhi ricko.


rickopun mengambil kapas itu lalu membersihkan lukanya sendiri, dia pura-pura meringis saat membersihkan area bibir. tetapi nita diam saja sekali lagi ricko meringis hingga nita tidak mampu membiarkannya kesakitan.

__ADS_1


" sini biar aku saja" nita merebut kapas itu.


" apa sakit?'" tanya nita.


" tidak aku hanya ingin melihat apa kau peduli padaku " jawab ricko.


" kau memiliki hutang untuk ini" ujar nita.


" ck sayang jangan ditekan" nita sengaja menekan sedikit area itu agar ricko diam berbicara.


haripun mulai malam seharian ini ricko hanya melihat nita yang mendiaminya , ia tidak tahan kalau begini. nita juga sedang sibuk bagaimana dia mau menjelaskan semuanya.


" sayang" kata ricko setelah turun dari mobil dan sedang berada di halaman rumah mereka.


" maaf aku akan menceritakan semuanya" kata ricko lagi.


" apa kau tidak mempercayai aku ricko? kau dulu pernah bilang kalau aku bisa berbicara dan memberitahu semua masalahku padamu tetapi kenapa kau tidak pernah memberitahu aku tentang masalahmu. apa kau meragukan ku kan ? aku merasa tidak berguna walaupun aku sudah jadi istrimu kau masih diam saat kau sendiri punya masalah aku tidak bisa membantumu" nita sudah tidak tahan lagi untuk mengeluarkan semua unek-uneknya, matanya berkaca-kaca saat dia mengeluarkan semua itu.


" sayang maaf ... aku benar-benar minta maaf hanya saja aku tidak ingin membuatmu khawatir padaku" ricko menarik telapak tangan nita dan memeluk nya dengan erat.


didalam ruang tamu itu ricko masih memeluk nita yang sedang merasa sedih untuknya, dia mengelus kepala istrinya .


" katakan apa yang terjadi?" tanya nita.


" aku punya pasien lansia , umurnya 67 tahun ada tumor ganas di kepalanya aku menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor tetapi anaknya bilang kalau aku hanya membuat pernyataan palsu, dia sudah membayar biaya rumah sakit sebesar 45 juta namun masih ada yang harus dibayar lagi mereka tidak ingin membayar dan menuntutku untuk mengembalikan uanganya juga dia melaporkan aku " jelas ricko.


" hmm aku sudah memberikannya tetapi anaknya tetep kukuh dia beranggapan kalau ibunya hanya sakit kepala biasa " jawab ricko.


" lalu apa yang akan dilakukan?"


" aku harus berhadapan dengan polisi nanti setelah kasus ini dibawa ke petisi kedokteran aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti" jelas ricko.


" maaf , maaf aku tidak tau tentang itu aku marah karena kau telah menyembunyikan hal sebesar itu, aku berjanji akan membantumu. aku yakin kau tidak salah. tetapi kenapa kau tidak bayar saja uang mereka itu akan mudah dan semuanya tidak akan panjang" kata nita.


" sayang ...memang semuanya akan mudah kalau dilakukan dengan uang, tetapi coba pikirkan kalau uang yang berkuasa itu sama saja aku salah. aku dokter penipu dan penyuap, seorang dokter hanyalah perantara dari tuhan untuk memeriksa dan memberitahu keadaan pasien kepada keluarganya. memang ada sebagian yang menerima sebagian juga tidak , aku akan menjalani ini dengan kebenaran ku sendiri. kebenaran sebagai seorang dokter yang jujur" jelas ricko dengan lembut.


" kalau begitu aku akan mendukungmu ayo kita selesaikan bersama-sama. dan kau harus ingat aku istrimu kalau bukan aku tempat mu untuk bercerita lalu siapa lagi , dijam berapapun waktu apapun aku akan meluangkan diriku untuk mendengarkanmu kau mengerti?" nita terus menatap wajah ricko dia ingin mencari wajah takut dan cemas namun dia tidak menemukan itu pada diri ricko.


" hmm aku mengerti , maka tetaplah disisiku hanya dirimu yang membuatku kuat seperti ini" mereka berdua saling berpelukan untuk menguatkan diri satu sama lain.


keesokan harinya dirumah sakit berita ricko memukul keluarga pasien itu menyebar luas hingga ke media, nita dan ricko yang baru datang merasa aneh kenapa semua orang nampak terus memperhatikan mereka.


" ricko apa baju ku aneh?" tanya nita.


" tidak sayang kau sangat cantik" jawab ricko.

__ADS_1


" ricko...ricko stoopp" kata chandra yang habis lari dia merasa terengah-engah.


" ada apa?" tanya ricko.


" hmm itu ( chandra menarap nita dulu kemudian kembali beralih ke ricko) gawat masalah mu sudah tersebar luas, kepala akan memanggil mu dan petisi untukmu akan diadakan" jelas chandra.


" tapi dokter chandra ricko tidak bersalah dia hanya mendiagnosis sesuai hasil tes pemeriksaan" bela nita.


" sayang tenanglah aku akan menangani ini , kau masuk saja keruangamu aku akan menemui kepala" kata ricko.


" tapi ricko "


" percayalah sayang aku tidak apa-apa" ujar ricko yang meyakinkan nita.


" baiklah , tapi kau harus memberitahuku " ujar nita.


ricko tersenyum lalu mengecup puncak kepala nita.


" aih kalian ini waktu genting begini masih saja mau romantis" ledek chandra.


" ayo" ajak ricko pada chandra.


nita menatap kepergian dua orang itu .


" semoga kau baik-baik saja " ucapnya dalam hati.


***


didalam ruangan kepala dokter alex itu ricko duduk berhadapan denganya, nampak sekali raut muka dokter alex seperti tidak enak ingin membicarakan keputusan nya.


" dokter ricko kau pasti sudah tau kan beritanya menyebar ke media " kata dokter alex.


" hmm aku juga baru tau dari dokter chandra" jawab ricko.


" aku tau kalau dokter ricko tidak pernah salah dalam mendiagnosis pasien , terbukti hampir seluruh pasien puas dalam kinerjamu. tetapi masalah ini sudah menyebar aku tidak bisa menanganinya lagi"


" jangan merasa tidak enak, pekerjaan tetaplah pekerjaan " kata ricko dia mengerti dokter alex sangat tidak enak padanya.


" ini rumah sakitmu , tetapi sebagai seorang kepala aku sudah menerima banyak petisi dari kalangan dokter luar sehingga terpaksa dokter ricko akan dihiatuskan selama beberapa waktu sebelum masalah ini selesai dokter ricko tidak bisa praktek" jelas dokter alex.


" baiklah aku terima " kata ricko.


" dokter ricko ... pihak rumah sakit sedang mendalami kasus ini dokter tenang saja " ujar kepala agar ricko tidak merasa terbebani.


didalam ruangannya ricko melipat baju putih khas seorang dokter itu , dia menatap baju yang hampir 6 tahun ini tidak pernah dia lepas , tetapi sekarang nasib nya sebagai seorang dokter ada diambang kehancuran. dirinya hanya bisa menerima apa keputusan petisi itu namun dia juga harus selalu kuat untuk membuat nita tidak khawatir .

__ADS_1


namun insting seorang istri tidak bisa dikalahkan disaat suaminya punya masalah dialah orang terdepan yang akan bertanya " ada masalah apa? katakan aku akan mendengarkanya " kalimat penguat untuk seorang suami.


__ADS_2